Beranda Warta Kliping & Newsletter 375 Relawan Tangani Wilayah Kumuh

375 Relawan Tangani Wilayah Kumuh

Comments (0) View (858)

Diinformasikan oleh:
Raden Adhi Heryadi
Askot CD
Kota Yogyakarta
KMW OSP DI Yogyakarta
Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)

Judul: 375 Relawan Tangani Wilayah Kumuh

Sumber: Harian Jogja

Edisi: Rabu, 6 September 2017

SLEMAN – Untuk mengatasi wilayah kumuh, Pemkab Sleman membentuk sukarelawan kumuh. Hal itu dilakukan untuk menyukseskan Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh).

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, keberadaan sukarelawan tersebut untuk membantu pemerintah dalam mengatasi daerah kumuh. Para sukarelawan merupakan garda terdepan dalam memfasilitasi perubahan sikap dan perilaku masyrakat di wilayah masing-masing.Dia berharap para sukarelawan dapat seoptimal mungkin membelaki diri dalam pencegahan dan penanganan kawasan kumuh.

“Kami berkomitmen untuk mensukseskan program Kotaku dengan melibatkan berbagai komponen. Dengan begitu, pencanangan program Kotaku dapat tercapai dan menjadi solusi mengatasi masalah kawasan kumuh perkotaan,” katanya saat mengukuhkan sukarelawan kumuh di Hotel Prima SR, Selasa (5/9). Pengukuhan sendiri ditandai dengan penyematan PIN secara simbolis oleh Bupati Sleman kepada sejumlah sukarelawan.

Sri mengatakan, kegiatan penanganan kumuh di Sleman sendiri diawali dengan pendataan di seluruh desa pada 2014 lalu. Berdasarkan hasil pendataan, diperoleh prioritas penanganan kawasan kumuh hingga 2019 sebanyak 17 desa dan 45 titik dengan luasan 162,93 hektare. Untuk lokasi yang belum pernah menjadi prioritas, katanya, dilakukan pencegahan melalui kegaitan pemberdayaan masyarakat seperti sosialisasi, pelatihan maupun penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat.

Dalam penanganan kawasan kumuh perkotaan, lanjutnya, tahun ini Pemkab menargetkan luasan kumuh berkurang sebesar 68,25 hektare. Pada 2018 mendatang, luasan kumuh ditargetkan berkuran 35,5 hektare dan 2019 berkuran 58,63 hektare, sehingga pada 2020 tercapai 0% kawasan kumuh. Menurutnya, kawasan perkotaan dapat layak huni dan produktif jika ada peningkatan kualitas infrastruktur dan peningkatan akses masyarakat.

“Kondisi tersebut juga harus diimbangi dengan perubahan sikap dan perilaku masyarakat. Jadi sinergitas dan kolaborasi dalam penanganan kawasan kumuh oleh semua pihak,” jelasnya.

Kepala Bidang Perumahan Dinas PUP dan Kawasan Permukiman Setiantono menambahan, tujuan pengukuhan sukarelawan penanganan kumuh tersebut di antaranya untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat agar dapat mengelola lingkungannya. Menurutnya, target 0% kawasan kumuh bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi juga masyarakat. “Sukarelawan yang dikukuhkan berasal dari 75 desa, masing-masing lima orang per desa,” katanya.

Di wilayah Sleman, total teridentifikasi sebanyak 45 wilayah kumuh. Tahun ini baru 14 wilayah yang akan ditata dengan dana Rp11 miliar. Dana tersebut belum termasuk dana bantuan yang dikucurkan melalui APBN 2017 dan program Kotaku. APBD Sleman hanya mampu mengalokasikan 20% hingga 30% dari total kebutuhan untuk menata kawasan kumuh. Untuk penataan kawasan kumuh di 14 lokasi kira-kira total kebutuhannya Rp40 miliar, “Untuk Kecamatan Prambanan dan Cangkringan tidak masuk dampingan program Kotaku,” jelasnya. (Abdul Hamid Razak)

Atau, silakan klik gambar guna memperbesar tampilan:

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.