Beranda Warta Berita Keluhan Pengrajin Tempe

Keluhan Pengrajin Tempe

Comments (0) View (916)
PARA pengrajin tempe yang sebelumnya tergabung dalam wadah Primer Koperasi Tempe Indonesia (Primkopti) Cabang Kemayoran, Jakpus telah lama mengeluh lantaran pihak koperasi tidak mampu membantu kebutuhan anggotanya. Beberapa pengrajin mengatakan bahwa, adanya Primkopti percuma saja, para anggota merasa keberatan dengan kebijakan yang diambil oleh koperasi tersebut dimana anggota yang tetap membayar iuran bulanan masih juga kesulitan mencari bahan baku kedelai ditambah lagi pihak koperasi sering mengurangi order kedelai kepada anggotanya, bahkan kondisi saat ini para pengrajin membeli sendiri dipasaran bebas. Menghadapi problem tersebut mereka telah sepakat untuk tidak aktif atau hengkang dari keanggotan Primkopti. Mereka saat ini melirik ke Badan Keswadyaan Masyarakat (BKM) Amanah, Utan Panjang. Para pengrajin berharap institusi ini bisa menolong, bukan hanya dalam permodalan saja seperti yang sudah dimanfaatkan beberapa diantara mereka, akan tetapi juga dalam hal penyediaan bahan baku kedelai. Menghadapi aspirasi kelompok tersebut, Ketua BKM Amanah, H. MF Sodiq dan Seksi Ekonomi, H Thamrin mengatakan bahwa keluhan yang diutarakan oleh perwakilan pengrajin akan diprioritaskan mengingat mereka juga adalah sebagai masyarakat binaan yang produktif dan menanggung ratusan jiwa keluarganya. Kedua pengurus BKM itu juga mengatakan sebelumnya bahwa beberapa pengrajin memang telah menerima bantuan ekonomi dari BKM melalui pembentukan KSM, dan kelompok ini termasuk yang cukup bagus dalam mengangsur cicilan. pada bagian lain dikatakan pula, pihaknya sebelum menggulirkan bantuan yang lebih luas lagi akan terlebih dahulu menginventarisir kelayakan usaha para pengrajin yang sekaligus sebagai pedagang tempe, nantinya apabila memang memberikan harapan prospek kedepannya bagi kedua belah pihak maka pihak BKM akan mengedepankan usulan kelompok -kelompok tersebut. Namun didalam menggulirkan bantuan ekonomi ini pengurus tidaklah bisa menampung seluruh usulan karena keterbatasan dana. Sebagai informasi tambahan yang didapat dari pengurus BKM, bahwa yang telah dilakukan bukan hanya guliran ekonomi saja, tapi juga sebagian dana hibah yang diberikan dilingkungan KSM tersebut dalam bentuk bantuan sosial dan fisik yaitu dengan memberikan bea siswa kepada siswa SD dan perbaikan saluran got dilingkungan pengrajin tempe. Hal ini dilakukan meningat limbah buangan tempe itu sangat menganggu kesehatan lingkungan sehingga saat ini sangat dirasakan manfaatnya dan warga pengrajin menyadari pentingya kebersihan dalam menjaga kesehatan. Bapak Sunaryanto selaku Team Leader KMP memberikan komentar terhadap pemberitaan diatas : “BKM bukan merupakan institusi atau badan penyalur kredit dan permodalan kepada pedagang apalagi dipersepsikan sebagai Badan Usaha Perdagangan Kelurahan. BKM diperankan sebagai suatu forum atau wadah masyarakat kelurahan untuk penanggulangan kemiskinan dan diperspektifkan sebagai organisasi masyarakat warga untuk menangani seluruh permasalahan/persoalan masyarakat dalam koridor keseimbangan antara hak yang dimiliki oleh masyarakat dan hak yang menjadi milik negara. Jadi intinya BKM adalah media untuk merubah pemikiran dan perilaku kolektif masyarakat dalam memberdayakan diri”. (Tim Website P2KP)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.