Beranda Praktik Baik PB-PPM Derita Membawa Nikmat

Derita Membawa Nikmat

Comments (0) View (3528)

Di bawah teriknya matahari di sela bukit-bukit yang menjulang, seorang wanita setengah baya menempati gubuk, yang sulit dijangkau orang banyak. Hebatnya, dengan penuh semangat, wanita itu turun dari anak tangga terbuat dari tanah dan bambu yang sudah rapuh. Langkahnya berhati-hati ketika menuruni anak tangga. Tangannya menjinjing noken, sebagai pengganti tas. Tas noken itu berisi catatan piutang yang akan ditagihnya ke KSM Pinang, KSM Jeruk dan KSM Anggrek, dilengkapi dengan sebuah stempel Unit Pengelola Keuangan (UPK) kampung.

Dia adalah Elisabeth Rumakeuw, yang sehari-hari disapa dengan sebutan Ibu Elisabeth, seorang petugas UPK Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Wanyambey, Kelurahan Awiyo, Kecamatan Abepura, Jayapura, Papua.

Ibu Elisabeth juga seorang pimpinan masyarakat, yaitu ketua RT 03 dari RW XIII. Ia wanita yang sederhana, ramah, dan mudah bergaul. Di balik kesahajaannya tersimpan sifat sosial yang mendalam. Sebagai relawan, juga sebagai UPK, ia bekerja tanpa pamrih. Ia hanya menginginkan masyarakat, terutama kaum ibu, bisa mendapat peluang kerja atau usaha melalui kegiatan ekonomi bergulir di desanya, sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebenarnya kenapa sih, Ibu Elisabeth tertarik menjadi UPK ini, jangankan honor, biaya transportasi saja Ibu Elisabeth harus menggunakan uang pribadi?

“Saya tetap diberikan kekuatan dan kesehatan melalui terapi jalan kaki dari rumah menuju ke KSM. Ini menghilangkan rasa sakit di bagian kaki yang bengkak. Maklum, saya terkena sakit asam urat. Melalui terapi jalan kaki ini, saya bisa menikmati proses penyembuhan. Peredaran darah lancar dan otot kaki tidak kaku. Itulah salah satu manfaat saya menjadi UPK,” jawabnya, seraya tersenyum.

Siapa yang mengira, sosok murah senyum dan aktif di pertemuan-pertemuan ini ternyata menyimpan segudang masalah. Meski sakit, Ibu Elisabeth masih terus melakukan tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan BKM kepadanya. Sehari-hari, yang dilakukan oleh Ibu Elisabeth sejak siang hingga matahari terbenam adalah menagih ke KSM penunggak.

Berbagai macam karakter manusia yang dihadapinya, seperti ada yang suka mencari alasan untuk menunggak, ada pula yang menghindari ketika datang waktu menagih. Walau begitu, beliau tidak pernah mengeluh. Ibu Elisabeth terus berusaha agar mereka mau mengembalikan pinjaman. Apalagi suatu saat nanti, dari laba jasa pengembalian akan diteruskan kepada kelompok masyarakat miskin lainnya.

Selain membantu masyarakat mendapat modal usaha, Ibu Elisabeth juga termotivasi meningkatkan RR (tingkat pengembalian), agar kelurahan mereka mendapatkan PAKET yang telah dijanjikan oleh Distrik Abepura beberapa waktu lalu saat kegiatan Bazaar Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan tingkat Kelurahan Awiyo, sebesar Rp.10 juta.

Pada awal April hingga Mei 2010, tingkat pengembalian pinjaman bergulir UPK Kampung Tiba-Tiba meraih rata-rata 95%. Hal ini tidak terlepas dari kesabaran Ibu Elisabeth. Memasuki Mei - Juni 2010, RR meningkat menjadi 100%. Namun, sayang, Juli - Agustus 2010 tingkat pengembalian pinjaman bergulir menurun menjadi 75%. Menurut beliau, akhir-akhir ini tingkat pengembalian pinjaman bergulir memang mulai macet.

Pertama, bulan Mei bertepatan dengan mulainya tahun ajaran bagi anak sekolah. Yang jelas kebutuhan masyarakat sangat meningkat. Kedua, memasuki bulan puasa. Hal ini juga berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat terhadap pengembalian pinjaman bergulir dari tiga KSM.

“Apapun alasan yang saya dapat adalah saya akan berusaha melakukan penagihan guna memulihkan tingkat pengembalian pinjaman bergulir di UPK Kampung Tiba-Tiba, seperti bulan-bulan sebelumnya. Ini janji saya,” tukasnya.

Ada beberapa langkah yang beliau lakukan untuk meningkatkan pengembalian, di antaranya adalah, satu, mendatangi seluruh anggota KSM satu persatu guna melakukan penagihan. Kemudian bagi penunggak, ia akan memberikan penjelasan tentang subtansi dari program ekonomi bergulir ini, sehingga semua anggota KSM memahami tentang manfaat dari PNPM Mandiri Perkotaan.

Dua, beliau mengundang semua komponen masyarakat baik itu aparat kelurahan, tokoh perempuan, tokoh agama, agar duduk bersama dn membahas mencari solusi yang lebih efektif untuk menyelesaikan permasalahan yang selama ini bisa teratasi dan tidak terjadi lagi bagi kelompok masyarakat yang ingin menjadi calon anggota KSM yang baru melakukan pinjaman bergulir.

Semua rancangan yang penuh dengan tekad dan semangat ini merupakan sebuah usaha yang tidak dapat diperjual-belikan oleh siapa pun. Melalui sebuah usaha yang mulia ini beliau mengambil hikmah di tengah-tengah masyarakat dalam menanggulangi masalah kemiskinan di Kelurahan Awiyo. Usaha ini sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah.

Penulis sendiri merasa terharu dan sangat salut dengan tekad Ibu Elisabeth, yang bisa dikatakan sangat mulia dan terpuji. Dalam kondisi sakit beliau masih meluangkan waktu, tenaga dan pikiran demi nasib orang lain, sambil mengesampingkan keadaannya sendiri.

Ada pelajaran berharga yang dapat kita ambil dari kisah Ibu Elisabeth bahwa sesungguhnya segala sesuatu dalam hidup ini  tidak di mulai dari sesuatu yang besar tetapi di mulai dari sesuatu yang kecil. Ibu Elisabeth telah membuktikan itu. Beliau tidak menunggu menjadi orang kaya dulu baru membantu orang lain. Beliau tidak menunggu sampai benar-benar sembuh dulu baru membantu orang lain. Tapi beliau berangkat dari sebuah keyakinan bahwa apa yang dilakukan hari ini suatu waktu akan memberi suatu perubahan bagi orang-orang yang ada di sekelilingnya. (Srirahayu Melai, SF Tim 16 Kota Jayapura, OC 9 Papua, PNPM Mandiri Perkotaan; Firstavina)

Informasi lebih lanjut silakan menghubungi:

BKM WANYAMBEY
Jl. Gerilyawan No. 05
Distrik Abepura, Kota Jayapura
Papua

Contact Person:
Barenz Agaki (Koordinator), HP. 085254638966
Elisabeth Rumakeuw (UPK), HP. 085244086035
Martini srirahayu M (Senior Fasilitator Tim 16), HP. 081344479004
M. Taryono (Askot MK Jayapura), HP. 085254492439
Ibu Bilha (Anggota KSM Jeruk), HP. 085254103112
Hariatun (Anggota KSM Pinang), HP. 085234491117
Muhamad Yurman (Koord. KSM Anggrek), HP. 081344311411

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Praktik Baik