Beranda Praktik Baik PB-PPM Semangat Ibu dan Anak yang Tak Pernah Surut

Semangat Ibu dan Anak yang Tak Pernah Surut

Comments (0) View (3156)
Oleh:
Tim Faskel 01
Kab. Polewali Mandar
OC 8 Sulawesi Barat
PNPM Mandiri Perkotaan    .

Tokoh teladan kita berikut ini adalah pelaku dalam PNPM Mandiri Perkotaan, yaitu sebagai anggota Unit Pengelola Keuangan (UPK) di Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar). Keistimewaan peran beliau adalah kegigihannya berusaha dan meningkatkan taraf hidup diri dan keluarganya.

Adalah Warni, seorang mahasiswi yang tinggal di sebuah rumah kos sangat sederhana. Ia tinggal bersama ibu dan adiknya tanpa ditemani sang ayah, yang sampai saat tulisan ini dibuat, enggan ia kisahkan riwayat kepergiannya.

Selama kurang lebih tiga tahun, Warni bergabung dengan PNPM Mandiri Perkotaan sebagai bagian dari Gugus Tugas Utama BKM, yaitu sebagai anggota UPK. Di samping menjalani tugas sebagai anggota UPK-BKM, ia tetap melanjutkan pendidikannya di sebuah universitas ternama di Sulbar. Jadwal kuliahnya cukup padat, mulai pagi hingga siang hari. Sore harinya, secara terjadwal, ia membantu ibunya menjual kue/gorengan di kawasan pertokoan, tak jauh dari tempat kosnya.

Menurut data Pemetaan Swadaya (PS), keluarga Warni termasuk dalam kategori keluarga miskin, karena pendapatannya kecil dan tidak tetap, sehingga secara administratif ia dan ibunya dapat bergabung dalam KSM peminjam dana bergulir.

Akhirnya, mereka bersama beberapa tetangga mendirikan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Vanjapa. Singkat cerita, bersama KSM ini, ia mengajukan proposal pinjaman dana bergulir. Alhamdulilah, ibu dan anak ini termasuk dalam daftar yang layak meminjam dana bergulir dari BKM sesuai dengan kesepakatan hasil survey dan verifikasi peminjaman.

Awalnya hanya sang ibu yang memperoleh pinjaman pertama sebesar Rp500.000 sebagai modal untuk berjualan kue di emperan pasar. Ternyata usahanya berkembang, dan perjalanan pengembalian selama 10 bulan terbilang lancar. Dengan pangsa pasar yang kondusif dan konsumen cukup memuaskan, dengan semangat tinggi sang ibu mencoba mengembangkan sayap usahanya lebih lebar lagi. Beliau kembali mengajukan pinjaman putaran kedua sebesar Rp1 juta.

Tambahan modal tersebut, ditambah dengan keuntungan yang cukup memuaskan dari hasil usaha sebelumnya, dibelikan gerobak gorengan, sehingga Warni dan ibunya sekarang mempunyai alat produksi yang “mobile” dan tidak lagi merepotkan.

Waktu berjalan dan tak terasa 10 bulan berlalu.  Pengembalian pinjaman keduanya juga lancar seperti pada pinjaman pertama hingga akhirnya mereka memberanikan diri melanjutkan ke putaran ketiga. Dan, hasil verifikasi UPK BKM kembali memberikan persetujuan dan memberikan pinjaman sebesar Rp1.5 juta kepada mereka.

Dana tersebut kembali dibelikan 1 unit gerobak gorengan guna ditempatkan di lokasi berbeda yang tidak kalah strategis dengan tempat pertama kali mereka berjualan. Dengan dua gerobak gorengan, kini Warni berbagi peran dalam pengelolaan usaha bersama ibunya. Sang ibu berjualan menggunakan gerobak baru di lokasi baru, sementara Warni menggunakan gerobak lama di lokasi lama.

Walau berbagai kegiatan Warni lakoni dalam kesehariannya, mulai dari membantu orangtua berjualan dengan gerobak dorong hingga membantu orangtuanya di rumah, ternyata ia berhasil menyelesaikan kuliahnya hingga menjadi sarjana. Sebuah pencapaian yang luar biasa.

Semangat dan konsistensinya ini membuat BKM tertarik untuk merekrutnya sebagai anggota Unit Pengelola Keuangan BKM Silalangngi, Kelurahan Madatte. Selain itu, di tengah seabrek aktivitasnya, Warni tetap menyempatkan diri mengikuti pengajian di kampungnya.

Jerih payah sang ibu dan anak ini adalah aktivitas bisnis dasar yang amat sederhana. Namun melalui ketekunan, ternyata membuahkan beragam hasil yang tak terduga. Selain mampu mencukupi biaya hidup sehari-hari dan biaya sekolah adiknya, mereka juga mampu mengantarkan Warni menyelesaikan kuliahnya hingga menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd).

Ini adalah buah ketekunan jiwa entrepreneur. Jika ada peluang nanti, Warni berharap bisa merengkuh cita-cita menjadi guru. Semoga Warni berkesempatan menjadi pendidik yang benar-benar teruji pengalaman hidupnya. Sebuah pengalaman tak terlupa.

Informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Sekretariat BKM Silalangngi
Kelurahan Madatte
Kec. Polewali, Kab. Polewali Mandar
Provinsi Sulawesi Barat

Contact Person:
Warni, (UPK BKM), HP. 085299710399

Editor: Tomy Risqi/Nina K. Wijaya

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Praktik Baik