Beranda Praktik Baik PB-Pelaku & Pemda Hatijah dan Kepedulian Semua Pihak

Hatijah dan Kepedulian Semua Pihak

Comments (0) View (2205)
Oleh:
Asep Budi
Askot CD
Kab. Polman
OSP 8 Provinsi Sulawesi Barat
PNPM Mandiri Perkotaan

Siti Hatijah 60 tahun, seorang janda yang tinggal di Kelurahan Lantora Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat. Janda kelahiran Polewali Mandar Tahun 1954 ini tinggal di sebuah rumah panggung reyot (gubuk tua) bersama keluarganya yang terdiri dari putra semata wayangnya Mail (23 tahun) dan seorang cucunya bernama Nurul Hidayah (3 tahun). Ia telah lama ditinggal mati oleh suami tercintanya.

Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, Hatijah bekerja sebagai penjual sayur mayur di pasar dalam upayanya untuk menghidupi diri dan keluarganya, penghasilan yang diperoleh sebagai penjual sayur tersebut tergolong pas-pasan, kisaran Rp300.000 hingga Rp350.000 per bulannya, itupun kalau tempat dia mengambil sayur selama ini tetap menyediakan sayur segar untuk dijual.

Hatijah tidak pernah menikmati dan merasakan indahnya duduk di bangku sekolah, tak pelak membuat dirinya buta huru—tidak tahu menulis dan membaca. Dalam menjalani aktivitas keseharian di rumahnya, kondisi keluarga ini begitu memprihatinkan. Untuk mendapatkan air bersih saja, Hatijah harus saban hari meminta dari tetanggnya yang memiliki sumber air bersih yang layak. Sementara untuk mandi dan buang air besar, ia dan keluarganya harus ke sungai yang letaknya tidak jauh dari rumah mereka, karena tidak memiliki WC.

Rumah panggung yang mereka miliki kondisinya sangatlah mengkhawatirkan, karena tidak berdiri kokoh dan tegak lagi (sudah miring), hanya ditopang oleh kayu dan beberapa batang bambu agar tetap bertahan atau tidak rubuh yang sewaktu-waktu dapat mengancam para penghuninya. Saat hujan, sudah bisa dipastikan air hujan akan masuk melalui celah-celah atap rumah yang bocor hampir di semua bagian. Untuk dindingnya sendiri, rumah janda ini hanya mengandalkan dinding yang terbuat dari anyaman bambu (gamacca; bahasa lokal).

Meski begitu janda satu orang anak ini tak pernah patah arang, ia dikenal sosok yang suka menolong dan membantu tetangga di sekitar rumahnya, terkadang sesekali dipanggil oleh tetangganya karena ia dikenal memiliki keahlian memijat tanpa meminta belas kasihan dari orang lain. Dari jiwa kerelewanan inilah yang membuat ia disayangi oleh warga sekitarnya.

Melihat kondisi dan kepribadiannya, seorang warga yang biasa disapa dengan panggilan Puang Selle, merasa tergugah untuk membantu dan meringankan beban hidup yang dialami Hatijah. Puang Selle pun menyampaikan kondisi janda ini kepada pimpinan kolektif BKM Mandiri Kelurahan Lantora. Akhirnya melalui hasil rapat, pencocokan data PS-2 (data warga miskin) yang ada dan survei yang dilakukan BKM dan UPL, maka anggota BKM bersepakat untuk memfasilitasi dan mewujudkan keinginan warga setempat yang berniat baik membantu Hatijah dan keluarganya.

Pada akhir Agustus 2014, bertempat di rumah salah satu warga Lantora Utara, Kelurahan Lantora, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, disusunlah kepanitiaan yang diprakarsai oleh warga setempat. Pada pertemuan itu, juga disepakati bentuk bantuan yang akan diberikan, yaitu membedah/membangunkan kembali rumah Hatijah yang dinilai kondisinya sangat memprihatinkan, tidak sehat dan sama sekali tidak layak huni. Termasuk memenuhi dan melengkapi peralatan meubeler dalam rumah.

Panitia dan warga setempat dibantu oleh BKM menyusun perencanaan yang matang, sebagai langkah awal yang dilakukan adalah menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan gambar rencana. Selanjutnya panitia mendatangi dan memasukkan proposal permohonan bantuan/kemitraan ke lembaga dan pihak donor yang mau peduli terhadap kondisi rumah Hatijah.

Bak gayung bersambut, kegiatan BKM ini seiring dengan kebijakan Pemkab Polewali Mandar bersama stakeholder lainnya melakukan program rehab rumah tak hanya untuk Hatijah saja, setiap memperingati HUT 17 Agustus 1945 Kemerdekaan RI dan hari Pahlawan 10 Nopember melakukan program ini sebanyak 6 unit rumah.

Kerja keras pengurus BKM dan keikhlasan warga, usulan permohonan bantuan yang mereka sampaikan ke pihak donor maupun kelompok peduli membuahkan hasil yang menggembirakan. Tidak sedikit lembaga maupun instansi BUMN, BUMD dan Swasta merespons dengan positif kegiatan tersebut, hal ini dapat dilihat dengan terealisasinya bantuan yang antara lain :

  • BLM yang disalurkan oleh BKM sebesar Rp8 juta.
  • Bank Mandiri memberi bantuan uang tunai sebesar Rp11 juta.
  • Dinas-Dinas Terkait berupa kelengkapan perabot rumah tangga, lemari, TV dan peralatan meubeler lainnya.
  • Ketua Penggerak PKK Kab. Polewali Mandar (ibu bupati) memberi uang tunai sebesar Rp1 juta sebagai modal usaha kelak
  • PDAM berupa pemasangan jaringan air bersih
  • PLN berupa pemasangan meteran pra bayar
  • Hotel Nirmala menginapkan Hatijah dan keluarganya satu malam dengan pelayanannya (menunggu penyelesaian bangunan rumahnya)
  • Beberapa toko bahan bangunan yang turut berpartisipasi berupa bahan material
  • Bank Muamalat dan Bank Syariah Mandiri memberikan masing-masing 25 lembar kostum seragam tukang
  • Konsumsi setempat, baik berupa makanan berat maupun ringan..
  • Seorang Anggota DPRD Polewali Mandar berupa uang tunai sebesar Rp750.000
  • Sumbangan dari donatur lainnya berupa kompor gas beserta tabungnya, kursi, dan rak piring.

Para pekerja (tukang batu dan tukang kayu), para relawan serta warga setempat begitu antusias dan penuh semangat, bahu-membahu membangun rumah Hatijah. Pekerjaan rumah tersebut dilaksanakan tanggal 8 September 2014, dimulai pukul 09.00 WITA, diawali dengan pembongkaran bangunan secara simbolis oleh Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar, dan untuk selanjutnya warga “menyerbu” bangunan rumah ini untuk dibongkar secara keseluruhan.

Secara berurutan, pembangunan rumah baru Hatijah yang dimulai dengan pemasangan pondasi, dilanjutkan dengan pemasangan batu merah sebagai dinding setinggi 1 meter dan selebihnya memakai papan, pemasangan seng sebagai atap, hingga akhirnya pada tahap finishing dengan mengecat rumah baru tersebut dengan warna-warni yang menarik. Bangunan rumah yang berukuran 5 x 6 meter-persegi, terbagi dalam beberapa ruang di antaranya kamar keluarga, ruang tamu, WC, dapur dan teras rumah. Dalam hari yang sama kegiatan ini selesai pukul 17.49 WITA, pembangunan rumah tuntas, selanjutnya adalah mengisi rumah dengan memasukkan peralatan atau meubeler yang telah tersedia (kasur, kursi, TV, rak piring, lemari, dan lain-lain)

Pasca selesainya pekerjaan rumah, Bupati Polewali Mandar secara simbolis melakukan peresmian secara sederhana, dengan melepas tirai yang menutup bagian depan rumah Hatijah. Rasa syukur pun terbersit dari janda satu anak ini, hal itu diungkapkan usai peresmian rumah barunya. “Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih atas bantuannya, sudah lama saya memimpikan rumah yang bagus, tapi saya orang tidak punya apa-apa, tidak bisa berbuat apa-apa, semoga Tuhan membalasnya, tidak menyangka kalau rumahku mau diperbaiki”, ucap Hatijah dengan rasa terharu dan bahasa yang terbata-bata.

Pembangunan rumah Hatijah menggugah segenap perhatian warga, warga hadir berbondong-bondong dengan membawa anak-anak mereka, menyaksikan momen “sakral” tersebut, dimana selama ini kegiatan tersebut hanya mereka tonton di televisi, dan ternyata mereka dapat menyaksikan kegiatan yang sama secara langsung di kampung sendiri.

Hatijah adalah sosok yang patut dijadikan panutan bagi warga lainnya. Kesabaran dan keikhlasan membantu tetangganya (walau hanya membantu dengan tenaga) adalah jiwa yang dtuhkan untuk membawa dirinya keluar dari keterpurukan. Membantu tidak harus dengan mengandalkan materi, banyak cara untuk berguna bagi orang-orang di sekitar kita. Semoga saja kita dapat menemukan semangat dan keikhlasan yang dimiliki Hatijah, dan yakinlah bahwa Tuhan Maha Adil dan Maha Penyayang sebagaimana mu’jizat yang diberi kepada Hatijah.

“Orang baik pasti tidak diterlantarkan hidupnya di muka bumi ini”. [Sulbar]

Dokumentasi lainnya:

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini silakan hubungi:

BKM Mandiri - Kelurahan Lantora
Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar
Provinsi Sulawesi Barat

Posko PNPM Mandiri Perkotaan
Jl. Cenderawasih No. 2, Kel. Pekkabata,
Kec. Polewali - Kab. Polewali Mandar
Provinsi Sulawesi Barat.

Contact Person:

  • Asep Budi (Askot CD), HP. 081 241 692 987

Editor: Jihad Dienullah/Nina Firstavina

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Praktik Baik