LKM vs Oknum LSM

Comments (0) View (5898)

Pada Juni 2015, Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) dampingan tim 35 PNPM Mandiri Perkotaan mendapat surat dari oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perkasa dari Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Surat tersebut meminta klarifikasi atas dugaan penyimpangan kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan, yang kini bernama Program Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman (P2KKP), sejak tahun 2010-2014 kepada kelurahan/desa sebagai berikut: (1) LKM Baturaja Permai, Kelurahan Baturaja Permai, Kecamatan Baturaja Timur; (2) LKM Jaya Bersama, Kelurahan Sekar Jaya, Kecamatan Baturaja Timur; (3) LKM Pusar Jaya, Desa Pusar, Kecamatana Baturaja Barat.

Dari masing-masing surat klarifikasi LSM Perkasa ke LKM dampingan Tim 35, redaksi dan kalimatnya sama persis antara kelurahan/desa yang satu dengan lainnya. Bedanya hanya nomor surat, tanggal dan alamat yang dituju. Setelah Faskel mendatangi koordinator dan anggota LKM di atas, reaksi mereka ada yang menanggapi, ada pula yang menantang balik oknum LSM tersebut.

Salah satu LKM yang menantang balik adalah LKM Baturaja Permai. Koordinator LKM Baturaja Permai menanggapi dengan cara mempersilakan LSM datang dan meninjau langsung hasil pekerjaan yang dipermasalahkan. Namun, ditunggu-tunggu, oknum LSM ini tidak datang. Mungkin mengingat beberapa anggota Kelompok Swadaya Masyarakat, sebagai panitia kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan di lokasi, adalah anggota polisi di Polres Baturaja, OKU.

Sedangkan menurut anggota lain, oknum LSM yang ada sekarang di Baturaja ibarat “semut gatal”. “Sampai sekarang, oknum LSM tersebut belum datang ke tempat saya,” ujar Ketua KSM Melati, yang mengerjakan jalan cor beton.

LKM lainnya, LKM Jaya Bersama, Kelurahan Sekar Jaya, malah menantang oknum LSM. Koordinator LKM, Tolib, dan anggotanya menantang secara terbuka, karena mereka kenal dan tahu kredibilitas oknum LSM yang menyurati. Untuk diketahui, beberapa anggota LKM Jaya Bersama berprofesi sebagai LSM juga. Jadi, mereka tahu tupoksi LSM yang sebenarnya, tidak asal melayangkan surat meminta klarifikasi seperti LSM Perkasa. “Jangan-jangan malahan LSM ini belum terdaftar di Lembaga Kesbang Kabupaten OKU. Ini jadi seperti jeruk makan jeruk,” tegas mereka.

Terakhir, LKM Pusar Jaya, Desa Pusar; koordinatornya Abdul Gani adalah pensiunan TNI, didampingi UPL-nya, Sudirman, mengatakan bahwa oknum LSM juga belum datang ke tempatnya. “Ternyata tidak seperkasa namanya, LSM Perkasa,” ujar Sudirman, yang hingga kini masih sebagai anggota TNI aktif dan berdomisili di Desa Pusar.

“Kami justru sangat berharap LSM Perkasa segera datang, agar semua keadaan menjadi clear dan benderang. Kalau memang kami yang salah, katakan di mana kesalahannya. Karena, dengan semakin banyak pihak peduli yang mengawasi, akan semakin baik hasil pekerjaan kami,” tegasnya.

Sebagai informasi, LKM yang ada di Koorkot 5 OKI dan OKU, khususnya LKM yang bernaung pada PNPM Mandiri Perkotaan di Kota Baturaja, Kabupaten OKU, setiap tahun anggaran selalu diaudit oleh: audit independen, BPKP, Inspektorat Pemda OKU, dan Satker PU Cipta Karya Kabupaten OKU

Untuk diketahui diketahui pula, mayoritas Koordinator LKM sempat bermaksud mengundurkan diri dengan adanya surat pengaduan dari beberapa oknum LSM. Mereka merasa, pengabdian selama ini tidak membuahkan hasil sebagaimana tujuan program PNPM Mandiri Perkotaan. Namun, setelah diadakan Rakor bersama antara LKM dan Fasilitator Tim 35, akhirnya mereka memahami itu adalah bagaian dari transparansi dan akuntabilitas program.

Setelah mendapatkan penjelasan dari fasilitator, para koordinator LKM ini lebih terpacu untuk berjuang membela masyarakat miskin. Ujungnya, semua permasalahan selesai tanpa masalah.

Pertemuan dengan beberapa anggota LKM tersebut dilaporkan ke ketua FKA-LKM kota Baturaja Darman Burhanan. Sebagai bahan transpanransi dan akuntabilitas terhadap program, PNPM Mandiri Perkotaan akan mengundang LSM Perkasa, LSM LAKI dan LSM lainnya. Menghadirkan mereka dalam acara Lokakarya Sosialisai P2KP dan evaluasi PNPM Mandiri Perkotaan tahun 2015, di Pemda OKU Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), pada Agustus 2015.

Di sisi lain, di setiap LKM ada Papan Informasi yang diletakkan di tempat-tempat yang strategis. Setiap pekerjaan pembangunan fisik pun ada yang namanya papan proyek, yang bisa dibuktikan dengan foto kegiatan dan dipresentasikan pada Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). Begitu pula pada penyerahan dana dari sekretariat LKM kepada KSM, selalu disaksikan oleh tokoh masyarakat warga sekitar. Masih banyak bentuk transparansi dari kegiatan LKM yang disaksikan dan dibuktikan karya nyatanya.

Pengalaman ini bisa menjadi pelajaran bagi semua bahwa jika suatu saat ada oknum yang mengatasnamakan lembaga atau LSM tertentu, hendaknya para LKM/pelaku di lapangan tidak panik, serta dapat mengatasinya dengan tenang dan kepala jernih. Karena selama kita berada di pihak yang benar. Tidak ada pihak atau oknum yang dapat membuktikan sebaliknya. [Sumsel]

Informasi selanjutnya mengenai kegiatan ini silakan hubungi: 

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Praktik Baik