Beranda Praktik Baik PB-PPM Dulu Memprihatinkan, Kini Menyenangkan

Dulu Memprihatinkan, Kini Menyenangkan

Comments (0) View (2201)

Bagi kelurahan yang berada di pinggiran sungai, seperti Kelurahan Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) keberadaan prasarana dermaga atau pelabuhan sangat dibutuhkan. Meski dermaga atau pelabuhan kecil, tetap dibutuhkan guna akses kegiatan ke sungai, seperti kegiatan bongkar-muat barang, dan mampu memfasilitasi kegiatan masyarakat. Jadi, jangan heran jika mendapati dermaga-dermaga kecil seperti itu hampir di setiap RT di kelurahan ini.

Umumnya, dermaga-dermaga itu kondisinya sangat memprihatinkan dan terkesan seadanya, tanpa mempertimbangkan aspek keselamatan dan kenyamanan. Begitu pula halnya dengan dermaga yang dimiliki oleh masyarakat RT 03 Kelurahan Mungku Baru.

Kondisinya sangat memprihatinkan, lantainya sudah banyak yang lapuk. Suai dan tiangnya pun sudah banyak yang rusak dan nyaris patah.

Namun, dengan kondisi yang seperti itupun masyarakat terpaksa masih harus menggunakannya untuk bongkar muat barang atau aktivitas lainnya. Sebetulnya masih ada dermaga kelurahan, namun jaraknya jauh dan tentu saja sangat tidak efektif dari segi waktu dan tenaga.

Melihat hal tersebut, salah seorang warga di lingkungan RT 03 bernama Herlisun, yang selama ini dikenal aktif dan peduli dengan keadaan masyarakat sekitarnya, mengusulkan perbaikan dermaga tersebut kepada BKM Marindu, Kelurahan Mungku Baru, agar dimasukkan pada daftar Rencana Kegiatan Tahunan (Renta) pemanfaatan BLM Tahun 2009.

Pada rembug, BKM Marindu dan warga masyarakat menetapkan prioritas kegiatan untuk tahun 2009 adalah perbaikan dermaga/pelabuhan RT 03 ditetapkan sebagai salah satu prioritas yang harus direalisasikan pada tahun 2009.

Mendapatkan kesempatan yang sangat berharga tersebut, tanpa membuang waktu lagi, warga RT 03 segera merapatkan barisan untuk merencanakan kegiatan perbaikan dermaga. Mereka pun sepakat menunjuk Herlisun sebagai koordinator mereka.

Tanpa menemui kendala yang berarti Herlisun dan timnya berhasil membuat sebuah proposal untuk perbaikan dermaga. Dana yang direncanakan tercantum sebesar Rp 27.614.000, terdiri atas Rp18.995.000 dari BLM termin 3 tahun 2009 dan target swadaya sebesar Rp 8.169.000—berupa sumbangan tenaga kerja, alat kerja, konsumsi dan bahan/material. Volume pekerjaan direncanakan 50 meter persegi, menggunakan konstruksi kayu

Dengan semangat tinggi, warga RT 03 bergotong-royong melaksanakan kegiatan perbaikan dermaga. Hasilnya, volume yang awalnya direncanakan 50 meter persegi, terwujud menjadi 64 meter persegi. Hal ini dipertimbangkan agar dermaga lebih nyaman digunakan oleh masyarakat.

Akhirnya, jika dahulu kondisi dermaga memprihatinkan dan warga enggan menggunakannya, kini berubah menjadi tempat yang menyenangkan.

Dermaga ini tidak hanya menjadi tempat persinggahan perahu-perahu dan kegiatan bongkar-muat barang, tetapi juga kerap digunakan sebagai tempat warga beristirahat, baik sore maupun malam. Pasalnya, pemandangan yang terpampang di sekitar dermaga, bisa dikatakan memukau.

Selain itu, dermaga ternyata menjadi semacam “hot spot”, karena di tempat ini warga dapat dengan mudah mendapat sinyal telepon genggam, yang biasanya sulit didapat di kelurahan ini.

Tidak salah keputusan warga menambahkan dermaga dengan semacam bangunan kecil yang beratap, sehingga memberikan kenyamanan lebih, walau mereka harus menambah swadaya guna membeli penutup atap dan kayu untuk rangka atapnya. Ternyata hasil kegiatan ini tidak hanya bernilai ekonomis tetapi juga bernilai sosial. (Supiannor, ST/Agustinus Daniel Taniu, ST, Faskel Teknik Tim 0603 Kecamatan Rakumpit, Kota Palangkaraya, OC-6 Kalteng, PNPM Mandiri Perkotaan; Firstavina)

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Praktik Baik