Beranda Praktik Baik PB-PPM P2KP, Akankah Kau Kecewakanku Juga

P2KP, Akankah Kau Kecewakanku Juga

Comments (0) View (2048)

Sudan sogor atau susah payah, adalah bahasa asli Kabupaten Sikka, yang secara harafiah menggambarkan betapa susah payah dan penuh perjuangan untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Itulah yang dialami oleh warga RT 001/RW 05 Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Untuk mendapat secercah harapan berupa jalan layak pakai tidak kunjung mereka dapatkan selama bertahun-tahun, malah mereka harus menelan pil pahit setiap tahun saat mengajukan usulan perbaikan jalan ke pemerintah, baik tingkat kelurahan maupun pemda.

Kebuntuan nan pahit yang dirasakan ini membuat warga RT 001/RW 05 Kelurahan Kota Uneng trauma. Belum lagi, pengalaman buruk menimpa mereka gara-gara kehadiran oknum-oknum yang menjanjikan akan memperbaiki atau menata jalan di lingkungan mereka menjadi jalan lapen atau jalan rabat. Hal ini berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Mengingat kebutuhan akses transportasi ini sudah sangat mendesak, karena warga hanya memiliki jalan tanah yang selalu becek pada musim hujan, akhirnya warga RT 001/RW 05 Kelurahan Kota Uneng menyanggupi pengadaan semua material, seperti pasir, batu kali, batu pecah untuk membuat jalan di drop ke lokasi pekerjaan. Dengan senang hati, warga memenuhi semua material yang dibutuhkan. Mereka membayangkan lingkungan akan tertata rapi sebentar lagi. Senang dan penuh harapan, begitu perasaan mereka.

Namun, apa yang terjadi selanjutnya? Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, material yang dahulu diturunkan tetap pada tempatnya. Tidak ada perubahan. Empat bulan sejak diturunkannya material-material tersebut, ada perintah dari “oknum” agar mengambil kembali material yang ada. Hati siapa tak kecewa? Fisik jalan belum berubah, material sudah diambil kembali oleh pemiliknya tanpa alasan yang pasti. Hingga kini, warga RT 001/RW 05 belum tahu pasti, mengapa material-material tersebut diangkut kembali.

Peristiwa seperti itu bukan cuma satu kali saja dirasakan warga RT 001/RW 05 Kelurahan Kota Uneng. Tahun berikutnya juga terjadi hal serupa. Bahkan ini terjadi selama bertahun-tahun. Hal ini menyebabkan warga RT 001/RW 05 Kelurahan Kota Uneng merasa apatis dan selalu menolak setiap program yang masuk ke wilayah mereka.

Tahun 2007, P2KP masuk ke Kelurahan Kota Uneng. Kegiatan P2KP sempat ditolak mentah-mentah oleh warga RT 001/RW 05. Namun, berkat kerja keras dan telaten Tim Fasilitator dan BKM/Relawan yang tidak menyerah memberikan pengertian, penguatan dan pencerahan kepada warga tersebut mengenai Program Kerja P2KP, akhirnya P2KP diterima, tapi masih setengah hati. Usulan warga RT 001/RW 05 untuk memperbaiki jalan yang sudah diimpikan tersebut pun masuk dalam Prioritas Usulan Kegiatan. Sekalipun sudah menjadi prioritas, warga RT 001/RW 005 masih pesimis dengan P2KP.

Warga mulai percaya dengan P2KP setelah mereka berhasil membuat proposal dan diverifikasi, kemudian dinyatakan layak, serta mengikuti kegiatan MP2K di Kantor Kelurahan Kota Uneng. Dikuatkan lagi dengan penyerahan dana 30% dari total dana Rp3.748.900 BLM Termin 1 kepada KSM Sudan Sogor, yang selanjutnya dikelola oleh KSM. Warga pun begitu antusias dalam melaksanakan kegiatan pekerjaan jalan rabat ini, karena dana yang diberikan pemerintah melalui P2KP ini dikelola oleh warga sendiri tanpa intervensi dari dari pihak lain.

Kegiatan pembangunan jalan rabat ini berlanjut ke BLM Termin 2, dengan total dana BLM P2KP Rp31.559.000 dan BLM Termin 3 dengan total Dana Rp10.573.600. Total dana untuk pekerjaan jalan rabat ini adalah Rp45.881.500. Panjang jalan yang dibangun adalah 253 meter dengan lebar 3 - 3,5 meter, termasuk di dalamnya sebuah deuker dengan ukuran 1,5 meter x 3 meter.

Hasil akhir dari pembangunan jalan rabat ini memuaskan, karena dikerjakan sesuai rencana dan dikerjakan sendiri oleh warga RT 001/RW 05 secara bergotong-royong, sehingga menambah rasa kekeluargaan dan persatuan serta ada rasa memiliki terhadap jalan yang sudah dibangun.

Satu keistimewaan KSM Sudan Sogor ini adalah selain menampilkan semangat gotong-royong yang tinggi, mereka juga mampu untuk melakukan channeling dengan pihak luar seperti Telkomsel dan dinas sosial. Dari Telkomsel, KSM diberi pinjaman Concrete Mixer dan dari Dinas Sosial Kabupaten Sikka, KSM diberi bantuan 750 kg beras dari 1 ton yang diminta. Sumbangan berupa beras tersebut dibagikan kepada warga yang berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan jalan rabat. Dengan demikian, tak ada lagi “sudan sogor”. Masyarakat sudah dapat tersenyum dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan hati lega. (Juliana Saefatu, Fasilitator Teknik Tim 10, Kabupaten Sikka, OC-7 Provinsi NTT, PNPM Mandiri Perkotaan; Firstavina)

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Praktik Baik