Beranda Praktik Baik PB-PPM Wah.. MCK-ku Mewah

Wah.. MCK-ku Mewah

Comments (0) View (2489)

“Kalau saja dari dulu MCK itu dibangun tentu keadaan lingkungan di sekitar kita tidak kumuh seperti sekarang ini,” guman Imam, salah seorang warga RW 14, Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ya, daerah RW 14 ini merupakan daerah permukiman padat penduduk. Jika kita menelusuri permukiman penduduk yang ada di daerah ini, maka akan sulit mendapatkan lahan kosong, baik itu lahan terbuka hijau ataupun tempat bermain anak-anak.

Di sela-sela padatnya penduduk, cukup ironis, fasilitas umum yang dibutuhkan oleh warga seperti MCK tidak tersedia. Terutama kakus. Untuk membuang hajatnya, banyak warga melakukannya di tepi sungai. Dengan hanya ditutupi selembar kain atau karung bekas dan dirangkai ala kadarnya, sehingga menyerupai kotak. Jika yang melakukan BAB banyak, maka akan tampak sejumlah orang nongkrong berjajar di pinggiran sungai, terutama di pagi buta atau malam hari. Dan itu adalah pemandangan yang lumrah bagi warga sekitar.

Kendati demikian, saat rembug warga menentukan skala prioritas kegiatan hanya ada satu usulan MCK. Padahal, kebutuhannya cukup banyak. Kendalanya ya itu tadi, tidak ada lahan!

Adalah KSM Berseka, yang dikomandoi oleh Cucu Tarla, berembug dengan kelompoknya, mengupayakan lahan agar bisa dibangun MCK. Mereka berhasil menyediakan lahan seluas 4 meter X 6 meter.

Dengan dana BLM Rp15,2 juta dan swadaya masyarakat sebesar Rp10.925.000, mulailah mereka membangun MCK, yang dilengkapi dengan sumber air bersih dari sumur bor. Dalam kurun waktu 14 hari, sebuah MCK berdinding keramik berhasil dibangun, dan terwujudlah impian masyarakat lingkungan RT 02 RW 14.

Kini, warga tidak perlu lagi menunggu hari menjadi gelap hanya untuk bisa berjajar di pinggir sungai. Menurut warga setempat, Suhardi, warga merasa senang dengan keberadaan MCK. “Apalagi MCK yang ini mewah, bersih berkeramik,” ujarnya. MCK baru itu memang memiliki 3 pintu, 2 di antaranya menggunakan kloset, dilengkapi dengan teras tempat cuci pakaian. MCK “mewah” tersebut dimanfaatkan oleh sekitar 22 KK yang ada di lingkungan setempat. (Astur, Kabupaten Bandung/Tim Infrastruktur KMP PNPM Mandiri Perkotaan; Firstavina)

Keterangan lebih lanjut mengenai kegiatan di BKM ini, silakan hubungi:
BKM Paguyuban Ciluncat Mandiri
Jl. Desa Ciluncat No. 109
Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang
Kabupaten Bandung, Jawa Barat

Profil BKM Paguyuban Ciluncat Mandiri
Berdiri pada 5 November 2003, Akta Notaris H. Ruslan Abdullah
Koordinator: Abdul Harits
Anggota:
1. Rd Wawan Sukmawati
2. Lilis Sartika
3. Dedi Herriana
4. Taufik
5. Onah Wiyonah
6. Ai Siti Maemunah
7. Hasan Basri
8. Wiwin Winangsih

KSM BERSEKA 
Ketua: Cucu Tarla
Sekretaris: Pian
Bendahara: Dedeng
Pelaksana Lapangan: Endang Zaenal, Koeshendarsyah
Logistik: Asep Yayat

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Praktik Baik