Beranda Praktik Baik PB-PPM Posyandu Multifungsi, Swadaya Melimpah

Posyandu Multifungsi, Swadaya Melimpah

Comments (0) View (3778)
Oleh:
Afrida Indrayani
Fasilitator Teknik
Kota Palangkaraya
KMW/OSP 6 Kalimantan Tengah    
PNPM Mandiri Perkotaan

Kelurahan Panarung, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) merupakan salah satu kelurahan dari Kecamatan Pahandut yang menerima Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan sejak tahun 2009.

Dari segi penataan lingkungan kota, Kelurahan Panarung termasuk dalam wilayah kota, sehingga keberadaannya majemuk dan beragam, baik dari segi agama, mata pencaharian, pendidikan, dan lain-lain.

Posyandu lama (atau 0%) sebelum posyandu dibangun

Kelurahan Panarung juga termasuk kelurahan yang mampu bersaing dengan kelurahan kota lainnya. Hal ini dapat dilihat dari setiap kegiatan lingkungan infrastrukturnya. Karena, kelurahan tersebut mampu menggali swadaya murni dari masyarakat, seperti uang tunai, bahan bangunan, tenaga kerja, konsumsi, dan sebagainya. Salah satu contohnya adalah kegiatan rehab Posyandu.

Posyandu ini dahulu dianggap tidak  layak, karena terbuat dari kayu. Kondisinya sudah lapuk, bocor, serta sering banjir jika curah hujan tinggi. Tentu permasalahan tersebut menghambat aktivitas Posyandu, baik untuk ibu hamil, menyusui, balita-batita, serta lansia, dan proses pemeriksaan oleh dinas kesehatan. Maka dari itu, masyarakat berembug untuk merenovasi Posyandu tidak layak menjadi layak untuk digunakan.

Dengan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) PNMP Mandiri Perkotaan,  dilaksanakanlah kegiatan tersebut. Namun, dana yang tersedia dianggap belum cukup untuk merehab Posyandu menjadi lebih baik. Akhirnya masyarakat bersepakat, dana BLM harus ditambah dengan swadaya.

Kegiatan rehab Posyandu dilakukan oleh KSM Harum Manis, dengan ketuanya Supratikno. Dana pembangunan yang digunakan adalah sebesar Rp27,5 juta dari BLM, ditambah Rp37.771.000, atau total Rp65.271.000.

Kondisi 50% (Posyandu baru) Kondisi 100% (Posyandu baru)

Adapun bentuk swadaya masyarakat, antara lain, lahan yang dihibahkan oleh Supratikno, sepanjang 25 meter, lebar 16,30 meter dan luas lahan 407,5 meter persegi; Bahan bangunan—pasir pasang 10 meter-kubik, pasir urug 10 meter-kubik, 50 zak semen, 750 buah batako, 25 lembar seng, papan dan besi; upah pekerja; konsumsi dari masyarakat, terutama partisipasi ibu-ibu. 

Kini bisa digunakan untuk rapat warga. Posyandu menjadi multifungsi

Bangunan Posyandu pun bertambah besar, dari yang direncanakan 7 meter x 3 meter, menjadi 16 meter x 5,3 meter x 3,75 meter.

Pembangunan rehab Posyandu memang dikerjakan secara gotong royong oleh masyarakat sekitar. Proses pembangunannya berjalan sekira 3 bulan, sambil menggalang dana swadaya tambahan dari masyarakat sekitar.  

Dan, berkat dukungan semua pihak, kegiatan Posyandu ini dapat terselesaikan. Masyarakat pun merasa sangat bangga, menikmati dan bisa mewujudkan aktivitas sosial di bangunan Posyandu.

Bahkan Posyandu kini sudah bisa digunakan untuk acara rapat warga, acara keagamaan, arisan dan Pemilu. Artinya, bangunan yang tadinya hanya untuk Posyandu, kini multifungsi dan menjadi bangunan serba guna.

Lebih lanjut, masyarakat sepakat bahwa pemeliharaannya (OM) dilakukan secara bersama-sama, seperti kerja bakti di lingkungan Posyandu dilaksanakan sebulan sekali dan bergiliran. Masyarakat membuat jadwal giliran, baik untuk kaum bapak maupun kaum ibu, agar Posyandu menjadi bangunan yang tetap terawat dan terjaga. [Kalteng]

Informasi lebih lanjut silakan hubungi:

BKM/LKM Sepakat Mandiri Sejahtera
Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut
Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah

Contact Person:
Supratikno (Ketua KSM Harum Manis), HP. 081351464922  

Editor: Nina K. Wijaya

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Praktik Baik