Beranda Praktik Baik PB-PPM Perempuan-perempuan Perkasa Desa Pahlawan

Perempuan-perempuan Perkasa Desa Pahlawan

Comments (0) View (3701)
Oleh: 
Deka Jazriani, ST. 
Faskel Teknik TF 16 
Korkot Rejang Lebong 
OC 2 Bengkulu
PNPM Mandiri Perkotaan

Perempuan perkasa adalah istilah yang tepat untuk menyebut kegigihan ibu-ibu di Desa Pahlawan, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong. Terutama dalam proses pembuatan jalan penetrasi di area perkebunan kopi milik mereka. Keterlibatan perempuan Desa Pahlawan ini sekaligus mematahkan pandangan bahwa keterlibatan perempuan dalam program PNPM Mandiri Perkotaan hanya sebatas menghidangkan konsumsi saat acara rapat atau dalam proses pembangunan. 

Partisipasi tersebut membuktikan bahwa perempuan juga mampu mengerjakan pekerjaan yang notabenenya selama ini dilakukan oleh kaum laki-laki, dan untuk pertama kalinya para ibu-ibu ini melakukan pekerjaan pembuatan jalan. Ibu-ibu yang tergabung dalam KSM Juang 4 ini membuktikan bahwa perempuan dapat berperan lebih banyak dalam pembangunan bila diberikan kesempatan.

Dengan dukungan dana BLM PNPM Mandiri Perkotaan yang bersumber dari APBN Optimalisasi Tahun Anggaran 2011, KSM Juang 4 yang diketuai Asnawi itu dipercaya oleh BKM Kerjo Besamo untuk merealisasikan kegiatan Pengaspalan Jalan Usaha Tani sepanjang 137 meter dengan anggaran dana bersumber dari APBN sebesar Rp30 juta dan swadaya masyarakat sebesar Rp9 juta. Pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Hal ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat sekitar yang bahu membahu dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.  


Kaum ibu Desa Pahlawan, para Perempuan Perkasa, tak segan turun membangun desa

Sejak awal munculnya perencanaan pembangunan jalan lapen ini keterlibatan kaum perempuan cukup tinggi. Karena, jalan ini merupakan jalur ke sentra produksi pertanian dan perkebunan yang sejak awal lebih banyak dilalui oleh kaum perempuan, sehingga keinginan untuk merealisasikan kegiatan ini sangat besar. 

Saat itu dana BLM di Desa Pahlawan dikucurkan bersamaan dengan dimulainya musim panen kopi. Ini menyebabkan kaum laki-laki banyak berada di kebun, sehingga warga sepakat menggunakan tenaga kerja perempuan sebagai pilihan terbaik. Berkat partisipasi kaum perempuan ini, pelaksanaan pembangunan jalan lapen tidak harus mendatangkan tenaga kerja dari luar dusun. Dengan kata lain keterlibatan perempuan dalam kegiatan ini sangat membantu dan setara dengan peran laki-laki, sehingga tidak ada perbedaaan dalam pembayaran upah kerja. Dalam hal ini masyarakat benar-benar merupakan subjek pembangunan. 

Beberapa pekerja dan aparat desa terkait mengaku cukup puas dengan hasil kegiatan yang dikelola sendiri oleh masyarakat ini. Sepertidiungkapkan Ketua KSM Juang 4 Asmawi. Menurut keterangannya, ibu-ibu pekerja tersebut begitu bersemangat, mulai pengangkutan dan pengamparan batu. "Ternyato kito bisa jugo ngaspal kalo dikasih kesempatan," katanya.

Hasil pembangunan jalan lapen buatan Ibu-ibu Desa Pahlawan

Saat ini masyarakat sekitar sudah dapat memanfaatkan jalan sebagai akses menuju lahan pertanian mereka. Sebelumnya untuk menuju lahan pertanian mereka hanya bisa berjalan kaki. Kini sudah ada tukang ojek dan angkot yang bisa sampai mengantarkan ke lahan pertanian dengan biaya yang relatif lebih murah. 

Mayoritas masyarakat Desa Pahlawan adalah petani kopi yang menggantungkan hidup dari hasil kopi setahun sekali. Terkadang hasil kopi yang tidak menentu dan fluktuasi harga yang relatif tinggi membuat pendapatan mereka tidak lebih dari Rp5 juta - Rp7 juta per hektare per tahun. Dengan terbukanya jalan ini, masyarakat dapat mengembangkan usaha taninya, seperti sayur-mayur dan hortikultura. Sehingga mereka dapat melakukan panen 2-3 kali setiap tahunnya, dengan jumlah pendapatan berkisar Rp15 juta per hektare per tahun. Bahkan lebih, tergantung dengan jenis usaha tani yang mereka kembangkan. Tentunya ini benar-benar dapat menambah penghasilan keluarga tani. 

Harapan yang besar kepada KSM Juang 4 bukan hanya bertanggung jawab dalam pembangunan saja, tapi juga ikut bersama-sama dengan organisasi Operasional dan Pemeihara dalam memelihara jalan ini. Dengan demikian umur pakai jalan setidaknya di atas 5 tahun.

Ucapan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dukungan masyarakat, relawan, kelompok peduli, aparat desa dan fasilitator yang sudah turut serta dalam mensukseskan pelaksanaan kegiatan ini. [Bengkulu]

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan di Rejang Lebong silakan hubungi:

Korkot Rejang Lebong
Jln. Basuki Rahmat No. 17  
Kel. Dwi Tunggal, Kota Curup 
Bengkulu

email:

Editor: Nina Firstavina

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Praktik Baik