Beranda Praktik Baik PB-PPM Jamban Wujudkan Impian Wakalonga Nyaman dan Asri

Jamban Wujudkan Impian Wakalonga Nyaman dan Asri

Comments (0) View (4096)
Oleh: 
Erwin Kurniawan Wempie 
Eks Askot Sosial Kota Baubau   
OSP 8 Sulawesi Tenggara
PNPM Mandiri Perkotaan

Dengan dikucurkannya dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) APBN Tahap I pada Program PNPM Mandiri Perkotaan di Kota Baubau, ternyata sangat berdampak positif bagi masyarakat, khususnya di Kelurahan Wajo. Pasalnya, dengan adanya dana yang bersifat stimulan dari PNPM Mandiri Perkotaan itu sudah mampu menyentuh kalangan masyarakat bawah dan dapat mengatasi kekumuhan lingkungan sekitar.

Perihal kondisi lingkungan Wakalonga, Kelurahan Wajo, bisa dikatakan sangat kumuh. Wakalonga memang termasuk wilayah kantong kemiskinan yang ada di Kelurahan Wajo. Ini bisa dilihat dari segi mata pencaharian warga kebanyakan adalah pegawai honorer, penggarap kebun dan berjualan sembako. Dari segi sarana, perumahan dan infrastruktur yang ada masih sangat minim. Misalnya saja, rumah warga masih menggunakan atap rumbia, dinding papan, lantai bambu/papan/semen kasar. Diperparah dengan ketiadaan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL), drainase, jamban atau Mandi-Cuci-Kakus (MCK), sehingga warga mempunyai kebiasaan buruk membuang hajat di sembarang tempat, atau menggunakan kantong plastik lalu dilempar ke sungai. Padahal pemerintah setempat sudah mengimbau agar jangan membuang kotoran di sungai.

Kondisi kehidupan di Lingkungan Wakalonga, Kelurahan Wajo yang sangat sederhana

Terkait hal tersebut, warga Wakalonga mengusulkan beberapa item kegiatan sarana prasarana infrastruktur, berupa pengadaan jamban keluarga, pembuatan drainase atau SPAL dan jalan setapak. Kegiatan itu d0fasilitasi oleh BKM Burasatongka, Kelurahan Wajo, Kota Baubau, dengan mengakses alokasi dana melalui BLM APBD dan APBN PNPM Mandiri Perkotaan. Karena alokasi dana BLM terbatas, sesuai dengan daftar kebutuhan yang sangat mendesak maka usulan kegiatan yang akan dibiayai terlebih dahulu adalah pengadaan jamban keluarga. Dana yang diserap untuk kegiatan ini berasal dari anggaran BLM APBN sebesar Rp41,2 juta, ditambah swadaya masyarakat sebesar Rp10,5 juta, dengan penerima manfaat sebanyak 13 Kepala Keluarga (KK) miskin. Kemudian, KSM Wakalonga (panitia pelaksana) bersama warga lainnya bahu-membahu membangun 13 unit jamban.

Jika dilihat dari proposal KSM Wakalonga hanya terbatas pada pembiayaan pengadaan bahan dan materialnya saja. Sedangkan pelaksanaan pekerjaan lebih kepada sumbangsih swadaya masyrakat untuk bergotong royong. Memang jika dilihat dari hasilnya tampak sangat sederhana, tapi asas pemanfaatannya sangat berarti bagi warga lingkungan Wakalonga.

Menurut anggota KSM Wakalonga La Ode Amsari, sebelum adanya jamban keluarga, lingkungan Wakalonga senantiasa dihiasi dengan aroma tidak sedap luar biasa. Di tahun 2005, sudah pernah ada pembangunan WC umum sebanyak 1 unit, tapi ternyata itu tidak cukup. Ada saja masyarakat membuang hajat sesuka hatinya. “Suatu ketika, saya sedang memangkas akar belukar di depan rumah. Tiba-tiba saya kejatuhan kantong plastik, dari atas pohon pisang, isinya tinja manusia yang sangat busuk. Dalam sekejap saya langsung terjun berenang ke sungai untuk membersihkan badan saya,” katanya, mengenang.

Proses pengerjaan "Jamban Keluarga" (0%) Kondisi bangunan "Jamban Keluarga" (50%)

Sebelumnya juga, beberapa anggota BKM Burasatongka, UPL, termasuk Faskel Teknik dari PNPM Mandiri Perkotaan berkunjung ke wilayah Wakalonga dalam rangka sosialisasi, survei dan identifikasi lokasi warga sebagai penerima manfaat, untuk menghibahkan tanahnya dalam pembuatan jamban keluarga. Setelah fasillitas jamban keluarga tersebut disediakan melalui program PNPM Mandiri Perkotaan, perlahan bau aroma tak sedap akibat kotoran tinja sudah tidak ada lagi.

“Sebagai masyarakat sekaligus penerima manfaat sangat berterima kasih kepada PNPM Mandiri Perkotaan, dengan masuknya program ini kami sangat terbantu. Perihal pemeliharaan jamban tersebut adalah tanggung jawab masing-masing KK yang telah memperoleh bantuan, agar senantiasa menjaga dan memelihara kebersihannya. Walau baru 13 unit, mudah-mudahan jumlah tersebut masih bisa ditambah guna mencakup jumlah keseluruhan masyarakat di sini. Bagi KK yang belum sempat memperoleh bantuan jamban keluarga bisa menggunakan jamban tetangga yang sudah ada, asalkan disiram sampai bersih,” kata Ketua KSM Wakalonga La Hani.

Kondisi bangunan "Jamban Keluarga" (100%) 
tampak samping
Kondisi bangunan "Jamban Keluarga" (100%) 
tampak depan

Ucapan senada juga diungkapkan salah seorang warga pemanfaat, Jamilah. “Alhamdulillah, bantuan jamban sudah dapat kami gunakan, sehingga kami tidak perlu lagi buang hajat di kebun atau sungai, apalagi dulunya terkadang kami buang hajat di depot Pertamina, yang jaraknya sekira 300 meter dari rumah. Saat ini warga sudah tidak lagi buang hajat sembarangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, harapan warga Kelurahan Wajo Lingkungan Wakalonga sudah terjawab dan terealisasi, walau belum secara keseluruhan. Rasa terima kasih juga disampaikan kepada BKM Burasatongka, pemerintah kelurahan dan PNPM Mandiri Perkotaan yang telah memfasilisilitasi kebutuhan warga. [Sultra]

Informasi lebih lanjut silakan hubungi:

KSM Wakalonga (binaan BKM Burasatongka)
Kelurahan Wajo, Kecamatan Wolio 
Kota Baubau, Sulawesi Tenggara

Contact Person: 
La Ode Amsari (anggota KSM Wakalonga), HP. 085255825056 
Pak Arshad (Koordinator BKM Burasatongka), HP. 085241817357

Editor: Nina Firstavina

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Praktik Baik