Beranda Praktik Baik PB-PPM Rintis Integrasi PNPM dengan Pemda dan Memberdayakan Perempuan

Rintis Integrasi PNPM dengan Pemda dan Memberdayakan Perempuan

Comments (0) View (3986)
Oleh:
Galih Charita W. 
Faskel Sosial
Kabupaten Pacitan
OC/KMW 6 Prov. Jawa Timur  .
PNPM Mandiri Perkotaan

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang didirikan melalui PNPM Mandiri Perkotaan Desa Kembang merupakan respon masyarakat setempat terhadap minimnya prasarana yang dimiliki, terutama prasarana yang menunjang pendidikan. PAUD desa tersebut jumlahnya tidak seimbang dengan jumlah pemanfaat yang ada, yaitu 37 siswa, yang hanya menggunakan ruangan berukuran 4 meter x 4,5 meter.

Sebelumnya, kegiatan belajar mengajar PAUD bertempat di bangunan Balai Desa. Hal ini tentu saja belum mampu mencapai tingkat ideal proses belajar mengajar. Permasalahan yang cukup signifikan adalah seringnya ruang PAUD yang ada di balai desa tersebut digunakan untuk rapat koordinasi program-program desa. Acara semacam itu cukup padat.

Melalui integrasi program PNPM Mandiri Perkotaan dengan pemerintah desa, maka disepakati pembangunan PAUD ini menjadi prioritas pembangunan desa. Kegiatan ini diprakarsai oleh kelompok swadaya masyarakat (KSM) Sumbing Koro 1. Berdirinya PAUD di desa ini juga mengindikasikan bahwa masyarakat Desa Kembang sudah sangat peduli terhadap pendidikan pada usia dini.

Menurut pengakuan Siti Zulaika, salah satu wali murid PAUD, pembangunan PAUD baru merupakan kabar yang menggembirakan, karena bangunan tersebut akan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih kondusif.

Pemilihan lokasi pembangunan PAUD yang berdampingan dengan Madrasah Tsanawiyah merupakan upaya mewujudkan integrasi pola ruang pendidikan yang terpadu. Berdiri di atas lahan desa seluas  7 meter x 17 meter, bangunan ini merepresentasikan jerih payah banyak pihak.


Kondisi 0%

Kondisi 50%

Kondisi 100%

Ruangan kelas di dalam bangunan, bersih dan apik

Bersumber dari BLM PNPM Mandiri Perkotaan tahun anggaran 2011 termin 1 sebesar Rp49 juta dan di-support oleh pemerintah desa serta swadaya masyarakat sebesar Rp40.180.000 anggaran untuk kegiatan pembangunan PAUD tersebut mencapai Rp89.180.000. Kongkritnya kebutuhan kayu dicukupi oleh pemerintah desa sedangkan untuk tenaga, batu dan material lainnya dibiayai dari swadaya masyarakat sedangkan organisasi Operasional dan Pemeliharaan (O dan P), sudah dibentuk sejak 17 Juni 2011, yang dinamakan Panitia Sumbing Koro.

Mereka juga mewajibkan orangtua murid sebagai bagian dari Tim O dan P. Mekanisme kerja operasional harian dilakukan oleh pengelola PAUD, sementara untuk perawatan berskala besar dilakukan oleh Pemerintah Desa Kembang.

Integrasi PNPM Mandiri Perkotaan dan pemerintah desa dapat digambarkan sebagai transformasi dari program pemerintah menjadi program dari, oleh, dan untuk masyarakat. Selain itu, proses ini adalah salah satu upaya untuk memulihkan kapital sosial dan pengorganisasian relawan demi meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya perempuan.

Selain konsentrasi pada integrasi program khusus pendidikan anak usia dini, kegiatan ini juga mengandung muatan pemberdayaan perempuan. Terlebih lagi, pola PAUD Desa Kembang sebagai program pendidikan pada anak usia 0 - 4 tahun sudah dimulai dengan pola asuh parenting, posyandu hingga kelompok bermain (playgroup).

PAUD dengan sistem terintegrasi tersebut dikenal dengan satuan PAUD sejenis (SPS). Hingga kini terdapat 37 anak didik yang tergabung dalam PAUD ini. Mereka tidak hanya berasal dari Desa Kembang, tetapi juga berasal dari desa-desa di sekitarnya seperti desa Sukoharjo dan Sirnoboyo.

Para ibu dari murid PAUD diberdayakan lebih lanjut dengan menyortir kedelai hitam, sekaligus menambah pendapatan

Menurut Tumaji, selaku perintis, aktivitas PAUD tersebut bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu, sebagai orangtua murid, yang terdaftar di PS-2 agar mendapatkan penghasilan tambahan. Saat para ibu mengantar dan menunggui anak-anak, mereka diajak untuk menyortir kedelai hitam.

Setiap minggu, para ibu ini mampu mengerjakan 2-3 ton kedelai dengan upah Rp300 per kilogram melalui program kemitraan dengan Gapoktan, PT. Unilever, dan program PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Semua ini tentu menjadi nilai tambah bagi para ibu rumah tangga di Desa Kembang. Anak mendapatkan pendidikan dengan baik dan di saat yang sama para ibu memperoleh pendapatan tambahan.

Bravo KSM Sumbing Koro 1!

Informasi lebih lanjut, silakan hubungi contact person:
Galih Charita W (Faskel Sosial), HP. 081802986353

Editor: Nina K. Wijaya

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Praktik Baik