Beranda Praktik Baik PB-PPM Tambah Pendapatan dengan Budidaya Rosela

Tambah Pendapatan dengan Budidaya Rosela

Comments (0) View (4172)
Oleh: 
Henry, SP 
Senior Faskel Tim 0603
Kota Palangkaraya 
KMW/OSP 6 Provinsi Kalimantan Tengah   
PNPM Mandiri Perkotaan

Salah satu kelurahan di Kecamatan Sabangau yang mempunyai potensi hasil sayuran dan tanaman sebagai pemasok bagi Kota Palangka Raya adalah Kelurahan Kalampangan.

Di kelurahan ini, dapat dikatakan, hampir 80% penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. Jadi, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat terfokus kepada hasil sayuran dan tanaman kebun lainnya.

Melihat fakta ini, masyarakat, melalui Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM/BKM) Kalampangan Jaya binaan PNPM Mandiri Perkotaan mencoba terobosan baru, dengan mengusulkan kegiatan sosial Pelatihan Budidaya Tanaman Rosela dan Hasil Olahannya. Dengan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) yang diajukan sebesar Rp9 juta, ditambah swadaya Rp2,7 juta, pelatihan tersebut terlaksana selama empat hari. Dua hari untuk teori dan dua hari untuk praktik.

Peserta antusias mengikuti Pelatihan Budidaya Rosela dan Hasil Olahannya

Penunjang dari digalakkannya budidaya tanaman Rosela ini, antara lain, adalah semangat yang tinggi dari masyarakat Kalampangan untuk mengolah tanah berpasir dan bergambut menjadi lahan pertanian subur. Modal kerja keras ini tidak saja menumbuh-suburkan Rosela, melainkan semua tanaman kebun dan pertanian lain akhirnya dapat dibudidayakan di Kelurahan Kalampangan ini.Dilihat dari antusiasme peserta kegiatan, pelatihan komoditi ini memang tepat dilaksanakan di Kelurahan Kalampangan. Potensi tanaman Rosela yang tersedia saat ini cukup besar, yakni tidak kurang dari 4 hektare. Seiring dengan semakin meningkatnya permintaan komodidti ini secara perlahan namun pasti, luas penanaman Rosela akan bertambah.

Tanaman Rosela adalah sejenis perdu dan termasuk tanaman yang tidak terlalu sulit dibudidayakan. Dengan pengolahan tanah sederhana plus campuran pupuk kandang secukupnya, komoditi ini akan mulai menghasilkan di bulan ke tiga. Masa produktifnya juga cukup lama, sehingga petani tidak perlu sering menggantinya dengan tanaman baru.

Koordinator BKM Kalampangan Jaya Sukandar menuturkan, di Kalampangan Rosela segar dihargai Rp25.000 per kg, dan untuk yang kering Rp10.000 per 100gr. Sehingga, seorang petani yang memiliki tanah pekarangan seluas 10 meter x 10 meter atau 0,01 hektare, misalnya, akan menghasilkan sekitar 20 kg Rosela segar atau setara dengan 2 kg rosela kering per bulan. “Ya lumayan lah untuk menambah ekonomi keluarga sebesar Rp500.000 per bulan,” jelas Sukandar.

Ternyata mudah membudidayakan tanaman Rosela Bentuk tanaman Rosela 
Pelatihan budidaya tanaman Rosela, bisa diproses  untuk dikeringkan, atau dijadikan sirup dan manisan

Kegiatan pemanfaatan tanaman Rosela ini difasilitasi oleh KSM Rosela, yang saat ini sudah menghasilkan beberapa macam hasil olahan Rosela, yaitu Rosela Kering, Manisan Rosela , Sirup Rosela dan Kopi Biji Rosela.

Tiga produk yang pertama (Rosela Kering, Manisan Rosela , Sirup Rosela), kini sudah layak jual. Hasil dari home industry masyarakat Kalampangan tersebut kini dipasarkan di sekitar Palangkaraya, baik kios-kios kecil maupun toko-toko swalayan. Bahkan, kelompok tani ini sudah pernah mendapat pesanan dari Pulau Jawa maupun Sumatera.

Harga manisan Rosela dibanderol Rp20.000 per kotak (500gr), sedangkan sirup Rp30.000 per botol. Satu KSM yang beranggotakan sepuluh orang dapat menghasilkan 100 kotak manisan dan 50 botol sirup per bulannya. Produksi akan meningkat seiring makin tingginya tingkat permintaan. Jadi, hasil yang bisa diperoleh adalah 100 x Rp20.000 = Rp2 juta, ditambah 50 botol x Rp30.000 = Rp1,5 juta. Totalnya adalah Rp3,5 per bulan. Jika dibagi 10 orang maka rata-rata per orang mendapat Rp350.000. Ditambah dengan penjualan Rosela kering, dimana rata-rata per anggota mampu menghasilkan 25 bungkus yang masing-masingnya seharga Rp10.000. Berarti, 25 bungkus x Rp10.000 = Rp250.000. Jadi, grand total adalah Rp600.000 per anggota, per orang.

Rosela diproses dan dijadikan sirup, 
dibanderol Rp30.000 per botol
Rosela segar dibanderol
Rp25.000 per kilogram
Manisan Rosela, dihargai Rp20.000 per kotak Rosela kering, berharga Rp10.000 per 100 gram

Ke depannya, KSM Rosela akan terus mempromosikan hasil olahan Rosela ini melalui kegiatan pameran dan memperluas jangkauan pemasaran, baik di dalam Kota Palangkaraya maupun di luar kota. Sasaran pertama adalah Kota Sampit dan Pangkalanbun, sehingga kegiatan ini akan menghasilkan nilai tambah yang semakin tinggi bagi para anggotanya. [Kalteng – BP Sosial]

Informasi lebih lanjut silakan hubungi:

  • Yogi S (SF TF 0603), HP: 081250848939
  • Sukandar (BKM Kalampangan Jaya), HP: 081352767797
  • Maryatmi (KSM Rosela), HP: 085252867623

BKM Kalampangan Jaya
Kelurahan Kalampangan, Kota Palangka Raya
Kalimantan Tengah

Editor: Nina Firstavina

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Praktik Baik