Beranda Praktik Baik PB-PPM Bisa, Budidaya Gurame di Kawasan Banjir Kota Pekanbaru

Bisa, Budidaya Gurame di Kawasan Banjir Kota Pekanbaru

Comments (0) View (5732)

Oleh:
Jaja Somantri
TA Sosialisasi
OC 2 Prov. Riau
PNPM Mandiri Perkotaan   

email:

“Semua orang mengatakan, ‘Mana bisa budidaya gurame di kawasan banjir?’ Tapi kami yakin bisa. Makanya kami mencoba membuktikannya kepada masyarakat,” kata seorang anggota LKM Meranti Sejahtera Suci Oktavia. Maklum, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, memang daerah “langganan” banjir setiap tahun, mengingat letak kelurahan berada di pinggir Sungai Siak, sungai terbesar di Kota Pekanbaru. Pemerintah kota (Pemkot) telah berupaya terus untuk mengatasi banjir di kelurahan yang masuk ke dalam Lokasi PNPM Mandiri Perkotaan Tahun 2009 ini. Termasuk membuat konsep Water Front City guna mengembangkan kawasan wisata di daerah aliran Sungai Siak. Namun hingga kini kondisi yang direncanakan belum berjalan. Sampai sekarangpun masalah banjir belum bisa diatasi.

Untuk itu, LKM Meranti Sejahtera paham betul permasalahan yang ada di Kelurahan Meranti Pandak. Hal tersebut menjadi pemicu LKM untuk berpikir keras, apa kegiatan-kegiatan yang harus dikembangkan agar mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan baik. Berdasar evaluasi kegiatan-kegiatan sosial, khususnya yang sudah dilaksanakan, seperti pelatihan las, menjahit, dan lain-lain, ternyata tidak berkelanjutan. LKM pun reorientasi dan akhirnya menemukan salah satu peluang, yaitu mengembangkan Pelatihan Budidaya Gurame.

Awalnya, banyak masyarakat menentang. Hampir sebagian meragukan kegiatan bisa dilakukan di tengah kawasan banjir. Namun, salah satu tokoh masyarakat, yang kebetulan pernah melakukan budidaya ikan, yaitu Iswandi dan anggota LKM Rr. Suci Oktavia meyakinkan masyarakat untuk mencobanya.

Anggota LKM Meranti Sejahtera Rr.Suci Oktavia (kemeja kuning), salah satu penggagas mengubah image
Kelurahan Meranti Pandak dari kawasan banjir menjadi kawasan Budidaya Gurame

Kegiatan peternakan gurame pun menjadi prioritas untuk dilaksankan, memanfaatkan BLM Kegiatan Sosial TA.2011, dengan beberapa aspek pertimbangan sebagai berikut. (1) Kegiatan-kegiatan pelatihan, seperti las, menjahit, dan lain-lain ternyata tidak menangkap pasar yang cenderung sudah dikuasai kapital murni, yang menjadi lawan social capital yang dibangun oleh PNPM Mandiri Perkotaan. (2) Kebutuhan Kota Pekanbaru akan konsumsi ikan gurame per harinya minimal 5 ton. Dan kebutuhan ikan untuk Provinsi Riau didatangkan dari Provinsi Sumatera Barat, mengingat tingkat konsumsi dan kegemaran masyarakat makan di luar rumah tinggi. (3) Membuktikan, masalah banjir bisa menjadi peluang mengembangkan budidaya gurame dengan potensi yang ada tanpa merusak kontur tanah. Mengingat dekat dengan sungai maka kebutuhan air bisa terpenuhi. (4) Membuat Kelurahan Maranti Pandak, yang biasanya dikenal sebagai kawasan banjir, menjadi kawasan budidaya ikan dan kawasan langka di Kota Pekanbaru. (5) Meningkatkan sumberdaya manusia di bidang peternakan dan pertanian, mengingat selama ini orientasi kerja masyarakat hanya terbatas pada usaha las, menjahit, dan lain-lain, tetapi tidak menangkap peluang yang sebetulnya sangat dibutuhkan pasar di Kota Pekanbaru.

Kegiatan Budidaya Gurame dimanfaatkan sepenuhnya oleh KSM Gurami Lestari, dengan Ketuanya Iswandi—yang kebetulan berpengalaman dalam budidaya ikan. KSM ini dengan beranggotakan 10 laki-laki dan 10 perempuan, dan 90% anggotanya adalah warga miskin PS-2, di RT 12/RW 04.

Melalui BLM dengan alokasi dana sebesar Rp45,2 juta, terdiri atas Rp40 juta dana PNPM Mandiri Perkotaan dan Rp5,2 juta swadaya masyarakat, rincian pemanfaatan dana adalah sebagai berikut:

  • Dana BLM PNPM Mandiri Perkotaan sebesar Rp40 juta dipergunakan untuk membeli 8.000 bibit ikan gurame yang didatangkan dari Jawa dan disebarkan di empat lokal kolam: Kolam Terpal  (1 lokal) sebanyak 2.500 bibit dan Kolam Tanah (3 lokal) sebanyak 5.500 bibit. Selain bibit gurame, dana itu juga dipergunakan untuk membeli pakan dan vitamin ternak gurame. KSM juga menanam kebutuhan pakan dari tanaman, seperti kangkung dan daun talas, yang terintegrasi di lokasi budidaya.
  • Swadaya masyarakat sebesar Rp5,2 juta dipergunakan untuk membeli terpal dan jaring agar ikan gurame tidak lepas karena banjir yang datang setiap saat.

April kemarin merupakan masa panen ikan gurame, mengingat sudah hitungan bulan ke-7 dan KSM tengah memikirkan untuk melakukan panen di saat yang tepat dengan memperhitungakan orientasi panen berikut. (1) LKM Meranti Sejahtera berencana mengundang Walikota Pekanbaru guna memberi kesan bahwa Kelurahan Meranti Pandak yang terkenal sebagai kawasan banjir ternyata bisa dioptimalkan menjadi kawasan budidaya ikan. (2) Ikan gurame yang dipanen, dibagikan kepada masyarakat sekitar lokasi budidaya, mengingat sebagian besar masyarakat Kelurahan Meranti Pandak kurang asupan ikan berkualitas dan gurih seperti gurame. Ini membuktikan dedikasi LKM dan KSM mendorong masyarakat untuk hidup sehat dengan asupan bergizi. (3) Memberikan pemahaman bahwa dengan budidaya ikan di tengah-tengah kawasan banjir bisa dilakukan dengan kesungguhan hati.

Salah satu lokal dari empat lokal budidaya gurame yang mengoptimalkan pekarangan rumah.
Rumah didesain "ramah banjir" dengan menggunakan terpal dikelilingi jaring dan papan yang memungkinkan ikan
tetap berada di lokal budidaya dan tidak terbawa oleh aliran banjir

Untuk pengembangan pasar LKM dan KSM sudah bekerja sama dengan Ikatan Pemuda Semarang yang membawahi usaha rumah makan dari ikan gurame. Dan mereka kerap menanyakan kapan gurame akan panen. Selain itu pasar juga akan dikembangkan ke luar Kota Pekanbaru seperti Tembilahan dan Selat Panjang yang sudah siap pembeli.

Atas pengembangan gagasan dan ide ini LKM dan KSM tengah memikirkan beberapa kebutuhan ke depan guna menopang budidaya gurame bisa terus berkembang, yakni, pertama, untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat dan meningkatkan sumberdaya terhadap budidaya ikan, dibutuhkan dorongan dari Pemkot Pekanbaru, dalam hal ini bantuan penyuluhan dari Dinas Peternakan, mengembangkan budidaya dari sisi kualitas dan kuantitas varian ikan yang dapat dibudidayakan.

Kedua, jika budidaya berhasil, maka harus dipikirkan penopang kebutuhan pakan. Karena, bisa saja harga pakan ini naik setiap saat. Untuk itu LKM dan KSM merancang usaha pakan ternak yang akan dikelola penuh oleh KSM, sehingga putaran ekonomi akan lebih tinggi.

Semua pihak tentu sangat merasa bahwa dengan keyakinan masyarakat yang tengah ditumbuhkan oleh LKM Meranti Sejahtera dan KSM Gurami Lestari tersebut akan menjadi model percontohan yang bagus. Apalagi mengingat baik Kota Pekanbaru maupun kota/kabupaten lainnya, seperti Kota Dumai, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi dan Kabupaten Bengkalis, masih jarang ditemui KSM yang mengembangkan potensi bidang perikanan sebagai basis usaha dengan memanfaatkan potensi ekonomi lokal.

Konsultan sendiri berharap ini menjadi inspirasi, tak hanya bagi masyarakat tetapi juga pemerintah yang ada di Provinsi Riau. Bahwa selama ini kebutuhan bahan makanan selalu disuplai dari luar provinsi. Dengan sifat konsumtif dan kegemaran masyarakat untuk makan di luar, jelas ini menjadi peluang yang sangat besar bagi PNPM Mandiri Perkotaan untuk memperkuat orientasi kegiatan-kegiatan berbasis potensi agrikultur seperti pertanian, peternakan, dan perikanan ini. [Riau]

Informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

KMW Provinsi Riau
Jl. Letkol Hasan Basri No.16/39, Kelurahan Cinta Raja
Kecamatan Sail - Kota Pekanbaru
Provinsi Riau

Contact Person: 

  • Rr. SUCI OKTAVIANI (Anggota LKM Meranti Sejahtera), HP. 082173323777
  • ISWANDI (Ketua KSM Gurame Lestari), HP. 081371366244
  • JAJA SOMANTRI (TA.Sosialisasi KMW Riau), HP. 081324196622

Editor: Nina Firstavina 

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Praktik Baik