Beranda Praktik Baik PB-PPM Pelatihan Montir Motor, Asa yang jadi Kenyataan

Pelatihan Montir Motor, Asa yang jadi Kenyataan

Comments (0) View (4511)

Oleh:
Yance A. Sela 
Faskel Sosial 
Tim 15 - Kabupaten Tondano
OSP 8 Provinsi Sulawesi Utara  
PNPM Mandiri Perkotaan

Memberikan umpan dan pancing lebih bermakna daripada sekadar memberi ikan tanpa usaha. Hal inilah yang mendorong Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Ma’ Upusan, Kelurahan Wengkol, Kecamatan Tondano Timur, Sulawesi Utara untuk memberikan pelatihan montir motor kepada para pemuda putus sekolah dan penganguran di kelurahan mereka. Melalui pelatihan tersebut, kini berdiri satu unit bengkel motor yang siap memberikan pelayanan servis motor kepada konsumen, sekaligus membuka lapangan usaha baru bagi para pemuda putus sekolah dan penggangguran.

Kegiatan ini diadakan bukan tanpa alasan. Pada tahun 2012, angka kriminalitas di Kelurahan Wengkol meningkat. Mabuk-mabukan dan tawuran antarpemuda, menyebabkan tawuran antarkelurahan yang bertetangga. Ini membuat masyarakat resah. Ternyata latar belakang pelaku kriminalitas ini kebanyakan adalah para pemuda putus sekolah dan pengangguran, yang tidak memiliki kegiatan rutin untuk menyalurkan energi mereka ke hal-hal positif. Belum lagi berbagai permasalahan sosial lainnya di masyarakat, seperti kemiskinan. Kondisi ini mendorong lembaga kemasyarakatan yang ada, bersama-sama mengatasi permasalahan sosial yang ada di kelurahan mereka.

Langkah cepat diambil oleh LKM Ma’ Upusan, Kelurahan Wengkol guna mengatasi permasalahan sosial dengan meningkatkan mobilitas tenaga kerja melalui pelatihan peningkatan keterampilan pemuda putus sekolah dan pengangguran. Selain itu juga memaksimalkan keterampilan mereka dengan membuka usaha sendiri di wilayah Kelurahan Wengkol.

Diawali dengan membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Suka Maju, mulailah LKM dan KSM bentukan ini mencari lembaga yang bisa diajak bekerja sama. Dengan beranggotakan tiga orang pemuda, KSM Suka Maju akhirnya berhasil menggandeng Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Minahasa melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Minahasa.

Kegiatan Pelatihan Perbengkelan Sepeda Motor

Bentuk kerja sama berupa bantuan tenaga instruktur untuk pelatihan. Bahkan pihak BLK siap memberikan pelatihan berkesinambungan kepada pemuda–pemuda  Kelurahan Wengkol ini secara bertahap tiap semester.

Adapun dana stimulan BLM PNPM Mandiri Perkotaan untuk program Pelatihan Montir Motor ini sebesar Rp19,5 juta, dengan rincian Rp4,3 juta untuk paket pelatihan, Rp5 juta untuk oli dan spare part, dan Rp10,2 juta untuk peralatan bengkel. Di samping dana BLM, kegiatan ini juga diswadayai oleh masyarakat setempat sebesar Rp 6.220.000 untuk bangunan fisik bengkel dan konsumsi selama pelatihan.

Sebulan penuh pihak BLK memberikan pelatihan montir motor kepada pemuda-pemuda pengangguran. Materinya meliputi cara memperbaiki sepeda motor serta teknik perbengkelan. Alhasil, pemuda-pemuda Kelurahan Wengkol kini mengelola sebuah bengkel motor yang ramai dan siap membina pemuda-pemuda lain untuk dilatih menjadi montir motor.

“Syukur kepada Tuhan, mereka sudah mandiri dan misi kami mengurangi angka pengangguran terealisasi,” kata koordinator LKM Ma’ Upusan Deifie Rumate, yang setia mendampingi pemuda-pemuda binaan ini sejak pelatihan hingga pengelolaan bengkel. Menurutnya, bengkel ini sudah siap melakukan pelatihan dasar kepada pemuda-pemuda putus sekolah dan pengangguran.

Pernyataan senada juga diungkap oleh Ketua KSM Farco Kaligis. “Kami sangat bersyukur dengan adanya program PNPM Mandiri Perkotaan di kelurahan kami. Selain diberikan pelatihan bersertifikasi, kami juga diberikan modal berupa peralatan bengkel motor, sehingga kami benar-benar siap saat selesai pelatihan, langsung membuka usaha sendiri,” kata Farco Kaligis yang juga merupakan penerima manfaat untuk program tersebut.

Usaha Bengkel Suka Maju ini terbilang ramai, dengan rata-rata pemasukkan bersih Rp100.000. Menurut dia, rata-rata setiap harinya ada empat unit motor yang diservis ringan ataupun berat. Ini merupakan angka yang fantastis untuk kategori bengkel baru. “Sebelum mendirikan bengkel motor, kami mengkaji peluang usaha di lokasi. Syukurlah lokasi bengkel berada di tempat yang strategis, di tepi jalan raya dan dekat pusat Kota Tondano,” kata Farco Kaligis. Di samping itu, banyaknya sepeda motor di seputaran bengkel yang membutuhkan servis yang membuat mereka memilih bengkel terdekat, memungkinkan bengkel tersebut untuk terus beroperasi.

Bengkel Motor Suka Maju setiap harinya menangani sekira 4 unit motor

Hingga kini, konsumen Bengkel Motor Suka Maju sudah tersebar di pelosok Tondano. Terbukti dengan adanya beberapa unit motor yang dirawat inap di bengkel tersebut, berasal dari kampung-kampung di luar Kota Tondano, seperti di daerah pantai timur Tondano (Kecamatan Kombi).

Namun demikian, usaha bengkel ini juga bukan tanpa masalah. Kurang lengkapnya spare part dan kondisi fisik bengkel yang belum mampu menampung motor konsumen, kadang menghambat kinerja bengkel ini. Tetapi demi memberikan pelayanan yang prima, montir bengkel seringkali melayani konsumen di bagian luar bengkel, dengan risiko panas terik atau hujan.

Torang ini jual skill. Yang penting bagus tu pelayanan, pasti konsumen mo cari.” (Kami ini menjual skill. Asalkan pelayanan baik, konsumen pasti akan datang dengan sendirinya).

Dan guna menjaga keberlanjutan kegiatan ini, selain pelatihan montir yang berkesinambungan, saat ini pihak KSM juga menjajaki kerja sama dengan pihak dealer sepeda motor guna memasok spare part resmi ke Bengkel Motor Suka Maju. Bahkan, rencana perluasan bengkel sudah mulai dibangun dengan mengajukan penambahan modal lewat kegiatan ekonomi bergulir. “Ke depannya, untuk tahun 2013, spare part sudah tersedia lengkap, bengkel diperluas, dan teknisi berkualitas juga tersedia. Semua ini demi pelayanan yang prima” tutur Farco Kaligis.

Selain itu, guna menjaga kesinambungan kegiatan, LKM bekerja sama dengan KSM melakukan proses perekrutan pemuda-pemuda kampung untuk mengikuti pelatihan montir motor dengan memperhatikan minat dan bakat, serta kemauan kerja mereka. Sementara itu, LKM juga terus menjalin kerja sama dengan BLK Kabupaten Minahasa.

Ada asa baru yang membuncah dalam diri pemuda-pemuda ini agar tidak terus terperangkap dalam budaya pengganguran. Asa yang kini menjadi kenyataan. Memiliki keterampilan sendiri, menjalankan usaha sendiri, dan siap membimbing pemuda-pemuda lain. Tak ada lagi permasalahan sosial pemuda. Bravo PNPM Mandiri Perkotaan. [Sulut]

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini silakan hubungi:

LKM Ma Upusan Kelurahan Wengkol
Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Tondano
Sulawesi Utara

Contact Person:
Farco Kaligis (Ketua KSM Suka Maju), HP. 085256525111

Editor: Nina Firstavina

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Praktik Baik