Beranda Praktik Baik PB-PPM Jaga Generasi Bangsa dengan Tingkatkan Gizi Balita dan Bumil

Jaga Generasi Bangsa dengan Tingkatkan Gizi Balita dan Bumil

Comments (0) View (5384)
Oleh: 
Nanie  Andrianty 
Senior Faskel
Tim 218 Kota Pekalongan 
OSP 5 Provinsi Jawa Tengah    
PNPM Mandiri Perkotaan

Kondisi masyarakat miskin Kelurahan Kuripan Lor hingga kini masih memerlukan perhatian dalam hal perkembangan kesehatannya. Fasilitasi kesehatan bagi keluarga miskin saat ini menjadi kebutuhan mendasar, terutama bagi Ibu Hamil (Bumil) dan Anak di Bawah Lima Tahun (Balita), karena mereka adalah generasi penerus bangsa. Oleh karena itu maka para generasi penerus bangsa haruslah mempunyai kesehatan yang baik.

Masih terdapatnya balita yang berada di Bawah Garis Merah (BGM)/Balita di Bawah Garis Tengah (BGT) merupakan hal penting yang memerlukan perhatian khusus Pemerintah dan masyarakat. Untuk itu, masyarakat dan Tim Review mengusulkan kegiatan Peningkatan Gizi Balita dan Bumil dalam Review Partisipatif tahun 2011 lalu di Kelurahan Kuripan Lor, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan.

Program Peningkatan Gizi Balita dan Bumil ini merupakan rangkaian kegiatan sosial sebagai upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Acara terlaksana berkat rapat keputusan prioritas BKM Kahuripan, Kelurahan Kuripan Lor dalam mengalokasikan dana BLM Program Daerah Pemberdayaan Masyarakat (PDPM) Mandiri tahun 2012 tahap 2. Artinya, program tersebut bersinergi dengan Kota Pekalongan yang sedang menggalakkan Program Penurunan jumlah Balita Kurang Gizi, Balita BGM/BGT serta Penurunan jumlah Bumil Kekurangan Energi Kronis (KEK)/Risiko Tinggi (Resti).

Salah satu dari rangkaian Peningkatan Gizi Balita BGM/BGT
dan Penyuluhan serta PMT bagi Bumil KEK/Resti 

Dengan dana PDPM Mandiri yang diberikan oleh Pemerintah Kota Pekalongan melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) di Kota Pekalongan sejak tahun 2010 ini diharapkan dapat menurunkan kematian angka Bumil serta menurunkan balita kurang gizi. Tak lupa, kerjasama Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), yang merupakan kader Posyandu dengan dinas kesehatan (Puskesmas) setempat, diharapkan kegiatan dapat tepat sasaran berkelanjutan dan berjalan dengan semestinya.

Kegiatan Peningkatan Gizi Balita BGM/BGT difasilitasi oleh KSM Sehat Ceria, sedangkan Peningkatan Gizi Bumil KEK/Resti difasilitasi oleh KSM Ibu Sehat. Kedua kegiatan akan menyelenggarakan kegiatan peningkatan gizi melalui Penyuluhan dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) serta susu kepada penerima manfaat. Dengan dana Rp25 juta, program PMT Balita BGM/BGT diperuntukkan bagi 43 balita BGM/BGT Warmis, dan akan berjalan selama 7 bulan. Adapun untuk program PMT Bumil KEK/Resti bagi 16 Bumil, dengan dana Rp10.160.000, program KEK/Resti akan berjalan selama 4 bulan.

Konsep peningkatan gizi ini diberikan dengan memberikan kegiatan parenting (penyuluhan) kepada ibu-ibu balita dan Bumil serta pemberian PMT (susu). Dalam penyuluhan ini diharapkan para penerima manfaat dapat berkonsultasi langsung dengan ahli gizi dari Puskesmas. Diharapkan pula, dengan penyuluhan, kreativitas kaum ibu bisa meningkat dalam mengatasi gizi anak yang kurang.

Antusiasme para ibu cukup baik, ditandai banyaknya pertanyaan yang terlontar. Terutama ibu-ibu yang kesulitan memberikan susu kepada balitanya. Selain itu, ibu-ibu muda juga turut mengajukan pertanyaan seputar bagaimana menjaga kehamilan, utamanya mengatasi mual-mual di semester pertama.

Semua pertanyaan dari peserta dijawab secara terperinci oleh Ratna Kemi, selaku Penyuluh Ahli Gizi dari Puskesmas Kuripan Lor. Ia memberikan cara-cara dan tips, sesuai dengan kondisi peserta. Ratna juga menunjukkan cara agar anak mau minum susu, serta memberi tips menambah berat badan balita dengan menu yang sehat dan murah. Bahkan, Penyuluh memberikan contoh mengenai cara membuat menu hidangan yang sehat dan terjangkau ekonomi peserta.

Kegiatan yang berjalan beberapa bulan itu dikemas KSM secara bergilir, baik di Aula Kelurahan maupun di Posyandu RW. Tujuannya adalah sebagai sosialisasi kegiatan KSM dan menggugah kesadaran warga mengenai pentingnya Posyandu. Selain itu, masyarakat diharapkan dapat menyadari siapa saja warga mereka yang berhak mendapatkan bantuan dari BKM. Pasalnya, selama ini masih banyak ibu-ibu yang tidak berpartisipasi di kegiatan Posyandu, sehingga balita atau Bumil kurang gizi menjadi sulit terdeteksi. Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat akan sasaran kegiatan BKM (yaitu warga miskin) ditunjukkan dengan masih adanya ibu-ibu yang meminta PMT, padahal mereka adalah warga berkecukupan.

Kegiatan ini belum selesai saat ini dan masih berlangsung 50% dari waktu yang direncanakan.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pekalongan Balgis Diab memberikan arahan dalam acara Peningkatan Gizi Balita dan Bumil KEK/Resti

Guna lebih menggugah semangat ibu-ibu dan kader Posyandu (KSM panitia pelaksana), kegiatan yang digelar pada 20 Februari 2013 diwarnai dengan kehadiran Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pekalongan Balgis Diab—istri dari Wali Kota Pekalongan Basyir Ahmad Syawie, guna mendukung dan memberi pengarahan kepada ibu-ibu balita dan Bumil. Hadir pula istri Camat Pekalongan Selatan, Tim Penggerak PKK Kelurahan Kuripan Lor beserta Kader Posyandu, dan Fasilitator Kelurahan PNPM Mandiri Perkotaan Kota Pekalongan.

Dalam pengarahannya, Balgis Diab menyampaikan pentingnya kesehatan Bumil serta balita, karena merekalah generasi penerus bangsa ini, generasi penerus warisan budaya leluhur bangsa. “Oleh karena itu para ibu perlu menumbuhkembangkan putra-putrinya dengan baik,” ujar dia.

Selain memberikan motivasi, arahan serta tips cara menyiasati pemberian susu kepada balita, Balgis Diab membagi-bagikan vitamin. Ia juga berjanji akan memberikan hadiah kepada balita dengan perkembangan berat badan yang baik di April ini, bersamaan dengan Harlah Kota Pekalongan ke 107 tahun. Selanjutnya ia memberikan susu PMT secara simbolis kepada perwakilan peserta.

Balgis Diab juga berpesan agar kegiatan Posyandu terus dilakukan agar kondisi perkembangan kesehatan warga, khususnya balita dan Bumil, terawasi dan mendapat perhatian yang lebih. Guna mendukung perkembangan anak, kegiatan Pos PAUD, yang juga sudah digalakkan diharapkan dapat berkembang baik agar anak-anak mendapatkan ilmu dan pendidikan yang baik di usia dini sebagai persiapan memasuki masa sekolah.

Semoga dengan adanya program peningkatan gizi ini dapat diterima dan memberikan dampak yang baik bagi kesehatan masyarakat di Kelurahan Kuripan Lor, khususnya balita dan Bumil. [Jateng]

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pekalongan
Balgis Diab memberikan vitamin kepada salah seorang
balita peserta kegiatan
Balgis Diab memberikan susu PMT secara simbolis
kepada perwakilan peserta Bumil 

Informasi lebih lanjut silakan hubungi:

BKM Kahuripan
Jl. HOS Cokroaminoto No. 265, Kelurahan Kuripan Lor
Kec. Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan

Contact Person:

  • Irijanto, SIP (Koordinator BKM)
  • Nur Chasanah (Ketua KSM Sehat Ceria)
  • Riskiyah (Ketua KSM Ibu Sehat)
  • Nanie Andrianty, SP (Senior Faskel)
  • Tim 218, Kota Pekalongan, email: 

Editor: Nina Firstavina

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Praktik Baik