Beranda Warta Berita Perlu Pembelajaran Terus Menerus di P2KP

Perlu Pembelajaran Terus Menerus di P2KP

Comments (0) View (976)

DALAM perjalanannya P2KP banyak perubahan dan perkembangan yang sangat dinamis, sehingga perlu pembelajaran terus menerus, ungkap Kepala PMU P2KP Ir. Danny Sutjiono CES pada saat memberikan pengarahan mengenai Arah Kebijakan P2KP pada Pembukaan Pelatihan KMW dan Manajemen di Cisarua, Bogor. Danny mengemukakan bahwa selain Faskel yang harus terus melakukan pembelajaran, di dalam tubuh KMW pun juga harus melakukan proses pembelajaran. Danny berharap Manajemen bisa memfasilitasi hal tersebut. “Korkot yang difasilitasi untuk mengadakan kegiatan pembelajaran, maka hasil kegiatan dilapangan akan semakin baik”, jelas Danny.

 

Dilain pihak, Pimpro P2KP Ir. Arianto DipL SE, MT mengemukakan bahwa dalam menanggulangi kemiskinan kita harus mengetahui akar kemiskinan, sedangkan akar kemiskinan karena faktor single dimensi (faktor internal manusia). Untuk itu kita pertu merumuskan bagaimana menanggulangi akar kemiskinan, jelas Arianto. Penyelesaiannya tidak lain dengan pembelajaran/edukasi, ungkapnya. Siklus P2KP ditakukan semata-mata untuk edukasi, imbuhnya. Kemudian Arianto menjelaskan apa tujuan dan makna pembelajaran dan masing-masing siklus. Sebelum mengakhiri pemaparannya, Arianto berkata bahwa semua tahapan siklus ada makna pembelajarannya.

 

Adanya pertanyaan mengenai perbandingan prosentase penggunaan BLM di P2KP 1/1, berapa untuk sosial, berapa untuk lingkungan dan berapa untuk ekonomi, menyiratkan adanya ketidakpahaman tentang makna penggunaan BLM. Arianto sendiri mengungkapkan bahwa penggunaan BLM pada P2KP 1/1, ternyata tidak untuk pembelajaran, sehingga yang mendapat bantuan bukan orang miskin. Mestinya pencairan BLM digunakan sebagai pembelajaran masyarakat, imbuhnya.

 

Mengenai hal tersebut Danny mengemukakan bahwa BLM adalah bagaimana untuk meningkatkan nilai tambah keberdayaan masyarakat. Nurani kita harus mengatakari bahwa ini (P2KP) bukan tugas kita sebagal konsultan tetapi merupakan bagian kewajiban kita selaku anak bangsa, pesannya.

 

Dilain hal, Kepala PMU mengungkapkan bahwa P2KP tidak harus menggunakan BKM/Lembaga yang baru. Banyak lembaga-lembaga di kelurahan, seperti LKMD, BPD, LPMD, dan sebagainya. Kalau lembaga tersebut mampu melakukan revitalisasi, maka tidak perlu dibentuk lembaga baru, jelasnya. Perlu dilakukan identifikasi dan verifikasi oleh masyarakat tentang lembaga-lembaga yang ada.

 

Menanggapi pernyataan Kepala PMU, TL KMW 11 P2KP 2/2 Sujahri menyatakan bahwa sejak awal Pelaku P2KP pahami bahwa P2KP tidak harus membentuk kelembagaan baru. Persoalannya adalah pernyataan tersebut apakah hanya sebatas revitalisasi nilai2. lembaga lain ada strukturnya. Disamping itu suatu kelembagaan harus merupakan suatu lembaga milik masyarakat, bisa bersinergi dan merasa dimiliki masyarakat. Masyarakatlah yang memutuskan apakah lembaga tersebut bisa digunakan apa tidak.

 

Berkaitan dengan hat tersebut Pimpro menyatakan bahwa P2KP mempunyai makna kelembagaan seperti apa, kalau tidak ada di masyarakat lembaga seperti kriteria tersebut , maka tidak usah diperdebatkan. Tidak aneh jika akhirnya, kecenderungan masyarakat sebesar 100% akan membentuk lembaga baru. Representasi masyarakat strukturnya seperti DPR, yaitu pembuat kebijakan. Tentunya bukan organisasi eksekutif, tapi legislatif atas dasar forum bukan instruksi.

 

Dilain pihak Kepala PMU mengharapkan agar dilakukan penjajakan tertebih dahulu terhadap lembaga yang ada. “Jangan langsung membuat lembaga baru”, Danny berujar. Masyarakat harus membuktikan dahulu apakah lembaga yang ada bisa digunakan. “Yang terpenting kelembagaan tersebut bisa mencerminkan representasi masyarakat”, jelasnya. Mengenai struktur, di LPMK ada seksi-seksi, bisa dilebur menjadi unit-unit seperti unit di BKM. Disamping itu, Kepala PMU berharap TL KMW dapat menjelaskan pada Bupati atau Walikota agar memahami dan mau menggunakan BKM tersebut untuk bermitra.

 

Peserta Pelatihan KMW dan Manajemen antara Lain TL KMW P2KP 2/2, Korkot P2KP 2/2, TA KMW P2KP 2/2 dan TA KMW P2KP 2/1 yang belum pernah mendapatkan pelatihan (baru), serta perwakilan Manajemen seluruh KMW P2KP. ide untuk mengikutsertakan Manajemen KMW, agar mereka bisa memahami pelaksanaan P2KP, sehingga bisa lebih mendukung kegiatan lapang.

Pembukaan Pelatihan KMW dan Manajemen dilakukan oleh Kepala PMU dengan memberikan pemaparan Arah kebijakan P2KP, dilanjutkan dengan Pemaparan materi oleh Pimpro P2KP tentang Pemahaman Kemiskinan menurut P2KP. Sebelum diakhiri, acara dilanjutkan dengan dialog antara peserta dengan Kepala PMU P2KP dan Pimpro P2KP. (Nita)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.