Beranda Praktik Baik PB-PPM Dua Srikandi Berjuang Bangun UPK Tangguh

Dua Srikandi Berjuang Bangun UPK Tangguh

Comments (0) View (3121)

Oleh:
Errik Ilmiawan
Fasilitator CD Kecamatan Sukaraja
OC 4 Provinsi Jawa Barat
PNPM Mandiri Perkotaan

Keberadaan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Karya Mandiri Desa Selaawi, sejak tahun 2007 hingga kini menarik minat seorang ibu rumah tangga untuk berkarya dan mengabdikan diri demi kepentingan masyarakat. Bunda Lulu, begitulah nama sapaan ibu berusia 64 tahun ini. Ia telah lama dikenal oleh warga masyarakat Desa Selaawi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Bermula dari sosialisasi PNPM Mandiri Perkotaan, Bunda Lulu merasa tertarik untuk mengembangkan kegiatan ekonomi pinjaman bergulir kepada masyarakat. Sejak saat itulah, Fasilitator Kelurahan (Faskel) mulai mendampingi Bunda Lulu terkait subtansi dana bergulir. Pendampingan dilakukan dengan coaching intensif kepada pengurus Unit Pengelola Keuangan (UPK).

Tahun 2009 UPK BKM Karya Mandiri Desa Selaawi mendapatkan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) sebesar Rp29,35 juta, dengan kesepakatan jasa pinjaman sebesar 2%. Pengalokasian jasa pinjaman yang didapat setiap bulan tersebut dialokasikan untuk insentif UPK, administrasi kantor (ATK), biaya transportasi, biaya rapat UPK dan cadangan risiko seluruhnya 1%. Sedangkan 1% jasa digulirkan kembali sebagai modal pinjaman bergulir.

BLM PNPM Mandiri Perkotaan tadi kemudian digulirkan untuk 10 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang beranggotakan 65 orang, terdiri atas 40 laki-laki dan 25 perempuan. Usaha para anggota KSM umumnya adalah pedagang kecil, seperti jualan makanan, gorengan, cilok, atau bubur ayam. Selain itu juga home industry simping, topi payet, dan bertani. Kala itu penghasilan mereka rata-rata masih dibawah Rp1 juta setiap bulannya.

Dari kegiataan pinjaman bergulir yang dikelola oleh UPK BKM Karya Mandiri selama satu tahun ternyata tingkat pengembalian pinjaman dari masyarakat mencapai 100%. Atas dasar itu pada tahun 2011 UPK BKM Karya Mandiri mendapatkan reward replikasi tambahan modal dari APBD sebesar Rp10 juta, tahun 2012 kembali mendapatkan dana replikasi sebesar Rp13 juta; sedangkan tahun 2013 BKM mendapatkan dana sebesar Rp93 juta.

Penghargaan ini dijawab oleh UPK BKM Mandiri dengan mempertahankan tingkat pengembalian pinjamannya. Nilai saldo pinjaman Rp161 juta per Desember 2014, semuanya termasuk kategori lancar, alias tunggakan Rp0, atau dengan kata lain, rasio pembiayaan bermasalah atau NPL (Non Performing Loan) sebesar 0%.

Manfaat dana bergulir diakui sangat terasa bagi anggota KSM. Umumnya setelah mendapatkan pinjaman bergulir, rata-rata mereka mengalami peningkatan pendapatan. Dari penghasilan sekitar Rp1 juta kini bisa mencapai Rp2 juta sampai Rp3 juta per bulan.

Hingga Desember 2014, UPK telah menggulirkan dana Rp706.100.000 kepada 149 KSM, dengan jumlah anggota sebanyak 567 orang dengan 55% di antaranya adalah perempuan. Sebanyak 139 dari total 149 KSM tersebut, telah menerima perguliran kedua. Sekarang jumlah KSM aktif mencapai 21 KSM dengan anggota 118 orang. Setiap bulan UPK mengulirkan pinjaman antara Rp20 juta – Rp 30 juta untuk 1 - 2 KSM.

Pada awal berdiri, plafon pinjaman pertama anggota KSM Rp500.000, sekarang bisa mendapat Rp1 juta, dengan catatan usaha sudah berjalan paling sedikit 3 bulan. Paling besar pinjaman anggota KSM sebesar Rp3 juta. Umumnya pinjaman Rp1,5 juta - Rp2 juta bagi yang perguliran kedua. Alhamdulillah, per Desember 2014, UPK mendapatkan pencairan pertama dana Peningkatan Penghidupan Masyarakat Berbasis Komunitas (PPMK) sebesar Rp60 juta, sehingga dana di bank mencapai Rp120,7 juta, karena dana tersebut belum dicairkan ke anggota KSM.

Berdasarkan data pinjaman bergulir di atas, jelaslah bahwa keberadaan dan kepengurusan UPK BKM Karya Mandiri Desa Selaawi sudah sangat baik kinerjanya. Laporan keuangan ini setiap bulan ditempel di kantor UPK yang masih menumpang di rumah Bunda Lulu, serta di kantor Desa. Transparansi keuangan dan kegiatan memang merupakan salah satu yang menunjang kinerja UPK. Keanggotaan UPK sendiri ada dua orang, yaitu Bunda Lulu dan Tini. Bunda Lulu bertindak sebagai manager merangkap pembukuan, sementara Tini sebagai petugas pinjaman.

Kiat menjaga kelancaran pinjaman adalah kesepakatan antara UPK dan KSM untuk pembayaran angsuran yaitu masing-masing KSM akan menyetorkan secara langsung pembayaran angsuran ke UPK di bawah 10 setiap bulannya. Apabila masih belum membayar, maka pengurus UPK akan mendatangi KSM bersangkutan.

Selain itu, sebelum dilaksanakan pencairan kepada KSM, anggota KSM wajib mengikuti “Pelatihan Wajib KSM” selama 6 hari, dan setiap harinya dilaksanakan minimal selama 1 jam dengan waktu disesuaikan dengan kondisi para anggota KSM.

Kegiatan “Pelatihan Wajib KSM” ini dilaksanakan atas arahan Korkot-Askot MK. Dalam pelatihan ini fasilitator menyampaikan substansi ekonomi bergulir kepada para calon peminjam (KSM), di antaranya materi dinamika kelompok, aturan kelompok, manajemen organisasi, pertemuan rutin, pengelolaan ekonomi rumah tangga, tabungan, pembukuan KSM, tanggung renteng, rencana usaha, pinjaman dan angsuran. UPK pun memberikan penghargaan kepada Anggota KSM yang membayar tepat waktu dengan cara memberikan Insentif Pembayaran Tepat Waktu (IPTW) yang dialokasikan dari laba UPK.

Salah satu cara untuk menjaga trasnparansi di masyarakat UPK berusaha semaksimal mungkin memberikan informasi tentang laporan keuangan, termasuk nama-nama KSM peminjam di lima tempat stategis melalui papan informasi, yakni di Balai Desa, Kantor RW 3, 4, 5, 6 dan 8.

Keberadaan UPK BKM sangat mendapat respon dari Kepala Desa (Kades) Selaawi Zaenal Muttaqien. Secara nyata Kades Selaawi ini berpartisipasi aktif hampir di setiap kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan. Tahun 2015, pemerintah desa memberikan fasilitas salah satu ruangannya untuk ditempati oleh BKM sebagai sekretariat.

Lima tahun sudah UPK Karya Mandiri berjalan, tentu tidak mudah menjaga kinerja UPK selama ini. Atas kerja keras, keuletan dan kepedulian tinggi dari pengurus UPK, BKM dan Faskel PNPM maka kinerja UPK ini bisa dipertahankan. Semoga pengalaman UPK ini bisa menggugah dan memberikan rangsangan kepada UPK-UPK BKM yang berada di wilayah lainya untuk senantiasa bisa memberikan yang terbaik untuk warga dalam pemberdayaan masyarakat guna menuju tatanan kehidupan masyarakat mandiri dan madani serta keberadaan UPK yang tangguh. [Jabar]

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini silakan hubungi:

  • Errik Ilmiawan (Fasilitator CD Kec. Sukaraja), HP. 081322011520

Editor: Nina Firstavina

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Praktik Baik