Beranda Praktik Baik PB-PPM Bermula Coba-coba, Hasilnya Terasa

Bermula Coba-coba, Hasilnya Terasa

Comments (0) View (2208)

Oleh:
Mustar Aries
Askot Community Development
Kabupatan Bangkalan
OSP 6 Provinsi Jawa Timur
PNPM Mandiri Perkotaan

Bermula dari coba-coba, usaha pembuatan kerupuk yang ditekuni Hotimah (48 tahun) mulai dirasakan hasilnya. Kebutuhan modal untuk pengembangan usaha terfasilitasi berkat pinjaman bergulir dari PNPM Mandiri Perkotaan.

Pilihan Hotimah membuat kerupuk bermula dari pengamatan sehari-harinya. Menurut ibu empat orang anak ini, kerupuk merupakan makanan wajib saat makan sekaligus cemilan yang disukai semua umur. Dari situlah, Ima – demikian Hotimah biasa dipanggil – menekuni pembuatan kerupuk sejak 2008 lalu.

“Saya mulai membuat kerupuk dengan satu rasa saja. Wilayah pemasarannya juga hanya sekitar Kampung Pangeranan. Modal saya saat itu sangat terbatas,” kenang Ima.

Modal awal Ima untuk menjalankan usaha pembuatan kerupuknya didapat dari rentenir. Di kampung Pangeranan, rentenir ini biasa disebut dengan bank keliling. Bunga pinjamannya dirasa besar dan memberatkan. Akibatnya, usaha Hotimah dirasa sulit berkembang. Hotimah terpaksa meminjam ke rentenir karena saat itu PNPM Mandiri Perkotaan belum dilaksanakan di Kelurahan Pangeranan.

Harapan Ima untuk mendapatkan tambahan modal usaha mulai terbuka pada 2009. Ini seiring dilaksanakannya PNPM Mandiri Perkotaan di Kelurahan Pangeranan Kecamatan Bangkalan Kabupaten Bangkalan Jawa Timur pada 2009 lalu. Dengan terbentuknya Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Pangeranan Sentosa, dibentuk pula Unit Pengelola Keuangan (UPK) yang melayani pinjaman bergulir bagi warga miskin untuk pengembangan usaha. Ima lantas bergabung dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Dahlia agar bisa mendapatkan pinjaman.

Sesuai peraturan, Ima mendapatkan pinjaman awal sebesar Rp500.000. Pinjaman ini diterimanya padatanggal 20 Desember 2009 Usaha kerupuknya terus berkembang hingga akhirnya Ima berhak mendapatkan pinjaman sebesar Rp3 juta.

“Awalnya saya bekerja sendiri. Alhamdulillah sekarang sudah mempunyai enam orang pekerja. Kerupuknya tadi satu rasa saja yaitu rasa bawang. Sekarang ini ada dua rasa yang dikembangkan, rasa bawang dan pedas,” paparnya.

Pemasaran kerupuk buatan Ima kini semakin luas. Kerupuknya tak hanya dijual di sekitaran kampung Pangeranan, namun sudah merambah hingga se-Kecamatan Bangkalan. Ima juga memasok kerupuk ke sejumlah toko di Kota Bangkalan. Di ajang bazar atau pameran, kerupuk produksi Hotimah juga ikut dijual.

Pengembangan Usaha

Upaya Ima mengembangkan usaha kerupuknya juga membuahkan bantuan dari Dinas Sosial Kota Bangkalan. Pada Maret 2011, Hotimah menerima bantuan berupa peralatan produksi. Bantuan itu didapatkan Ima setelah difasilitasi oleh tokoh masyarakat setempat bersama LKM Pangeranan Sentosa. Saat itu, Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan tengah melaksanakan program bantuan bagi masyarakat miskin yang hendak mendirikan dan mengembangkan usaha. Hotimah pun mendapatkan bantuan peralatan guna mendukung pengembangan usahanya.

Guna mendukung usahanya, Ima membentuk kelompok yang beranggotakan enam orang. Keenam orang inilah yang membantu Ima untuk menggoreng, mengepak, dan memasarkan kerupuk yang diproduksinya. Aktivitas penjualan kerupuk juga sudah dibukukan meski masih dalam taraf sederhana. Terhitung, pendapatan bersih Ima per bulan dari usaha pembuatan kerupuknya ini sebesar Rp1,5 juta. Dari pendapatan itulah, Ima bisa membiayai pendidikan anak-anaknya hingga ke jenjang perguruan tinggi.

Ima berharap, usaha pembuatan kerupuknya makin berkembang dengan wilayah penjualan yang semakin luas. Untuk mewujudkan harapan tersebut, sejumlah cara telah dilakukan. Ia ingin ada banyak toko di Bangkalan yang bisa menjual kerupuknya sembari terus menjajakan produknya dengan cara berkeliling.

Selain Hotimah, anggota KSM Dahlia lainnya yakni Suhartini juga terbilang berhasil menjalankan usahanya. Suhartini juga menggeluti usaha pembuatan kerupuk. Bedanya, Suhartini belum memiliki karyawan seperti Hotimah. Suhartini menjalankan usaha bersama anaknya dan menjual kerupuknya di wilayah Kelurahan Pangeranan saja. [Jatim]

Dokumentasi lainnya:

Informasi lebih lanjut silakan hubungi contact person:

  • Mustar Aries (Askot CD Kabupatan Bangkalan), HP. 082331028099

Editor: Wildan Hakim/Nina Firstavina

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Praktik Baik