Beranda Praktik Baik PB-PPM Mimpi Harum KSM Tanjung yang Jadi Nyata

Mimpi Harum KSM Tanjung yang Jadi Nyata

Comments (0) View (4072)
Oleh:
Mardiyah
Ketua KSM Tanjung
Kelurahan Karang Berombak
Kota Medan, Sumatera Utara

Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tanjung, Kelurahan Karang Berombak, Kota Medan dibentuk oleh 5 orang wanita pada tanggal 15 Juli 2013, dengan maksud dan tujuan sebagai wadah bersama dan berbagi dalam pengembangan usaha. Kata "Tanjung" dipilih sebagai nama KSM, dengan harapan kelompok ini bisa semerbak seperti bunga tanjung, yang sering digunakan untuk membuat wangi pakaian. Dengan Mardiyah Lubis sebagai ketua, Lindawati sebagai bendahara, Rahmaniar sebagai sekretaris serta Yunaini dan Sasriana sebagai anggotanya, KSM Tanjung terus meningkatkan kiprahnya dalam pengembangan usaha. Berbagai pelatihan dan seminar diikuti guna mendapatkan berbagai informasi terkait dengan usaha, baik itu pelatihan yang diadakan oleh PNPM Mandiri Perkotaan maupun pelatihan dari pihak lain.

Hasilnya, KSM Tanjung menjadi salah satu KSM terbaik di Kelurahan Karang Berombak, Kota Medan, Sumatera Utara. Karena KSM sangat tertib membayar angsuran pinjaman, bahkan sebelum tanggal jatuh tempo. “Saya melakukan pengutipan terhadap pinjaman anggota saya dengan cara door to door. Dengan begitu KSM tidak telat membayar pinjaman BLM dari UPK BKM Rose, Kelurahan Karang Berombak,” ujar Mardiyah Lubis. Ini menunjukkan KSM Tanjung memang berkomitmen, memiliki kesadaran tinggi serta keinginan yang kuat untuk melakukan perubahan.

KSM Tanjung melakoni aneka usaha pembuatan kue cokelat, serabi, keripik, warung miesop dan sayur masak. Omzet awal KSM sebelum mendapatkan PPMK adalah sebesar Rp9,7 juta, yang kemudian berkembang menjadi Rp20 juta per Desember 2014.

"Mahkota Coklat" menjadi usaha yang dirintis dan dikelola oleh Mardiyah dan anak-anaknya, sepeninggal suami tercinta. Usaha inilah yang menjadi penopang utama kebutuhan keluarga Mardiyah. Guna meningkatkan omzet penjualannya, pemasarannya dilakukan secara offline maupun online. Omzet awal usaha ini sebelum mendapatkan PPMK sebesar Rp4 juta, dan kini menjadi Rp7,5 juta.

Sementara itu, Linda menjadi pengusaha serabi selama 2 tahun terakhir. Namun, usahanya belum berkembang, sampai ia mendapatkan pinjaman PPMK. Setelah itu ia mampu mengembangkan usahanya, bahkan menambah variasi dengan membuat roti jala, yang rasanya mampu membuat lidah menari. Serabi buatannya juga bisa dibilang "numero uno", dan sedapnya terkenal sampai ke Pulau Jawa. Kuah serabi yang dibuat Linda ada tiga rasa: rasa original, rasa nangka dan rasa durian. Dari segi harga, serabi dan kuah buatan Linda adalah Rp65.000 per kg. Omzet penjualan awal sebelum mendapatkan PPMK sebesar Rp2,5 juta per bulan, kini meningkat menjadi Rp5,5 juta per bulannya.

Selain Mardiyah dan Linda, masih ada Rahmaniar yang melakoni usaha penjualan makanan (miesop), dengan omzet Rp1,3 juta per bulan, dan kini meningkat jadi Rp2,5 juta per bulan. Sedangkan Yunaini, dengan usaha penjualan sayur masak meraih omzet Rp1.050.000 per bulan (sebelum PPMK) dan menjadi Rp2,2 juta per bulan setelah mendapat PPMK. Adapun Sasriana, dengan usaha keripik upi, omzet awalnya sebesar Rp850.000 per bulan meningkat menjadi Rp2,3 juta per bulan setelah mendapat PPMK.

Peningkatan omzet penjualan anggota KSM Tanjung tentunya berdampak pada keuntungan serta kemampuan masing-masing anggotanya untuk menabung. Sadar akan tingginya kebutuhan hidup di masa mendatang, masing-masing anggotanya bertekad terus menabung guna persiapan masa depan dan menambah modal usaha. Tabungan awal KSM sebesar Rp6,6 juta meningkat menjadi Rp7.350.000. Tabungan tersebut dilakukan setiap sebulan sekali pada saat pertemuan rutin bulanan. KSM Tanjung juga sudah memiliki pembukuan yang sederhana. Dampingan masih terus  dilakukan oleh team fasilitator sehingga KSM dapat menjadi KSM yang mandiri.

Harapan KSM Tanjung untuk tumbuh, berkembang dan semerbak mewangi seperti bunga tanjung pun bukan lagi hanya mimpi. Sedikit demi sedikit mimpi itu menjadi kenyataan. Dengan menggandeng lembaga inkubasi bisnis "Cikal" dan "Program ILO Mampu" sebagai mitra, kini sebagian anggota KSM telah memiliki izin usaha dan siap mengepakkan sayap dalam dunia bisnis yang lebih luas. Bravo KSM Tanjung.

Informasi lebih lanjut, silakan hubungi:  

KSM Tanjung
Kelurahan Karang Berombak, Kota Medan
Provinsi Sumatera Utara

Contact Person:

  • Mardiyah (Ketua KSM), HP : 082161353579

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Praktik Baik