PB-PPM

Beranda Praktik Baik PB-PPM Membangun Kontrol Sosial Melalui Media PPM

Membangun Kontrol Sosial Melalui Media PPM

Comments (0) View (2640)
  Oleh: 
Muh. Ikhwan 
Fasilitator Teknik 
Kabupaten Majene
OSP 8 Provinsi Sulawesi Barat
PNPM Mandiri Perkotaan

Kemiskinan merupakan persoalan yang begitu kompleks dan kronis, maka cara penanggulangannya pun membutuhkan penanganan yang komprehensif dan melibatkan semua pihak. Selain itu, diperlukan strategi penanganan yang tepat, berkelanjutan dan tidak bersifat temporer. Upaya penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan melalui program penyediaan sarana sosial dasar, penyediaan sarana ekonomi serta penyediaan lapangan kerja guna memberikan dampak yang positif bagi masyarakat miskin.

Penyediaan layanan  sosial bagi rakyat miskin baik oleh sektor pemerintah ataupun sektor swasta, merupakan  kunci dalam menyikapi dimensi realita  kemiskinan di Indonesia. Dimana Indikator Pembangunan Manusia (IPM) yang kurang baik, misalnya angka kematian  ibu dan anak yang tinggi, harus diatasi dengan memperbaiki kualitas layanan yang tersedia. Hal ini, tidak hanya sekedar persoalan  itu, berkaitan dengan perbaikan sistem pertanggungjawaban, mekanisme penyediaan layanan, dan bahkan proses  pemerintahan pun harus selaras.

Ciri keragaman antardaerah kebanyakan dicerminkan oleh  perbedaan dalam akses terhadap layanan, yang pada akhirnya mengakibatkan adanya perbedaan dalam pencapaian indikator pembangunan manusia di berbagai  daerah. Dengan demikian, membuat layanan masyarakat bermanfaat bagi rakyat  miskin merupakan kunci dalam menangani masalah kemiskinan dalam konteks  keragaman antardaerah.

Adalah Lingkungan Camba Kelurahan Baru Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene yang mendapatkan bantuan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan Tahun Anggaran 2014. Bangunan Gedung Posyandu di Kelurahan Baru Kecamatan Banggae merupakan kegiatan yang dibiayai dari dana BLM PNPM Mandiri Perkotaan Tahun Anggaran 2014, dengan biaya yang sangat terbatas yaitu Rp19.750.000, dan luasan bangunan 24 m2 (4 meter x 6 meter)  ini sangat bermanfaat dan memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat Lingkungan Camba selain sebagai wadah layanan kesehatan.

Namun dalam perjalanan pembangunan Posyandu ini tidaklah mudah, BKM Siasayangngi Kelurahan Baru harus memutar otak lebih keras untuk merealisasikannya, karena banyaknya persoalan yang dihadapi, mulai dari pembebasan tanah, kecemburaan sosial masyarakat sampai kenaikan harga material bangunan pasca kenaikan harga BBM nasional. Persoalan-persoalan yang muncul, semuanya terekam di Pengelolaan Pengaduan Masyarakat (PPM).

Berdasarkan pengaduan yang masuk, masalah pembangunan posyandu ini masuk ke dalam data SIM (Sistem Informasi Manajemen) PPM bulan Mei 2014, persoalan yang sungguh rumit terkait mengenai pembebasan lahan posyandu, dimana BKM dan KSM dihadapkan pada situasi kemendesakan pembangunan Posyandu di Lingkungan Camba, sementara lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan belum juga terselesaikan.

Dengan dukungan Pemerintah Kelurahan yang memang sangat peduli terhadap persoalan-persoalan di masyarakat, Kepala Lingkungan Camba, BKM Siasayangngi dan KSM pelaksana kegiatan serta fasilitator senantiasa intens melakukan pertemuan untuk mencari jalan keluar demi pembebasan lahan ini. Dialog dan diskusi dengan masyarakat terus ditingkatkan, demi mencari akar dan solusi pemecahan dari persoalan yang ada.

Sekilas tentang lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan posyandu. Lahan merupakan milik pemerintah, namun disisi lain diklaim oleh beberapa oknum masyarakat. Setelah melalui proses pertemuan-pertemuan dengan pihak-pihak terkait, maka muncul sebuah kesepakatan untuk dibicarakan dengan Bupati Majene Kalman Katta, dimana pertemuan tersebut menghadirkan aparat pemerintah kecamatan, kelurahan, BKM, dan beberapa anggota masyarakat serta tim fasilitator.

Setelah mendengar masukan dan solusi yang disampaikan oleh Bupati Majene, tidak mengulur-ulur waktu lagi maka pertemuan tingkat kecamatan pun dilakukan, sempat terjadi debat kusir diantara yang hadir, namun pada akhirnya terjadi kesepakatan dari semua pihak. Alhamdulillah setelah dialog bersama pihak pemerintah Kecamatan Banggae, BKM, KSM serta pihak yang mengklaim, persoalan pembebasan tanah ini dapat terselesaikan dan dilengkapi dengan berita acara yang berkekuatan hukum.

Setelah tercapainya kesepakatan bersama, maka dengan semangat yang ada pembangunan Posyandu pun dilaksanakan tanpa ada lagi persoalan yang muncul. Di atas tanah pemerintah kabupaten Majene dengan masa hak guna bangun 10 tahun inilah, Posyandu dengan luas bangunan 4 x 6 meter dengan biaya pembangunan Rp. 19.750.000,- (sembilan belas juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) dapat diselesaikan dengan baik.

Posyandu yang telah terbangun di Lingkungan Camba setiap bulannya digunakan sebagai sarana layanan pusat kesehatan masyarakat terutama masyarakat yang tidak mampu. Warga dan Kader Posyandu bersyukur dan bangga karena dengan adanya Posyandu ini, mereka kini bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dari sebelumnya. Petugas dari Puskesmas pun merasa senang karena pelayanan kesehatan kepada warga menjadi lebih mudah dan bisa lebih baik dari sebelumnya. Warga yang memanfaatkan Posyandu ini pada umumnya adalah bayi, balita dan ibu hamil. Lokasi yang strategis dan lahan yang memadai menjadi nilai plus dan memudahkan akses menuju lokasi Posyandu.

Mengingat pentingnya peranan posyandu bagi masyarakat, maka dapat kita bayangkan hal apa yang akan terjadi apabila pada satu lingkungan atau dusun tidak tersedia sarana layanan kesehatan ini. Kegiatan Posyandu yang ada di Lingkungan Camba ini dilaksanakan pada setiap tanggal 6 setiap bulannya dan pemanfaatnya cukup banyak. Jumlah bayi dan balita disetiap kegiatan Posyandu yang dijadwalkan dan dilakukan terdiri dari 56 orang bayi dan balita. Walaupun untuk kondisi sekarang yang terbatas warga pun bersyukur karena masih bisa mendapatkan layanan kesehatan yang sangat mereka perlukan. 

Dengan adanya program pemerintah PNPM-Mandiri Perkotaan, masyarakat bisa terbantu dengan dibangunnya Posyandu ataupun Puskesdes di lingkungan mereka. Dengan berdirinya bangunan Posyandu di lingkungan, warga berharap rutinitas pelayanan kesehatan terhadap ibu-ibu dan balita maupun warga secara umum bisa berjalan lancar. Dan dampaknya adalah bisa meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Lingkungan.

Informasi lebih lanjut silakan hubungi:

LKM Siasayangngi
Kelurahan Baru - Kecamatan Banggae
Kabupaten Majene, Sulawesi Barat

Posko PNPM Mandiri Perkotaan (Kab. Majene)

Jl. K. H. Daeng No. 51, Kel. Labuang,
Kec. Banggae Timur Kab. Majene
Sulawesi Barat

Contact Person:  

  • Sundin, S.Pd (Koord. LKM), HP: 081241496863
  • Muh. Ikhwan (Fastek), HP. 085 397 771 001

Editor: Jihad Dienullah/Nina Firstavina

0 Komentar

Yang terkait