Beranda Praktik Baik PB-PPM Seratus Satu Juta Rupiah Terselamatkan Kekompakan Pahlawan

Seratus Satu Juta Rupiah Terselamatkan Kekompakan Pahlawan

Comments (0) View (3894)
  Oleh:
Gunawan, SH

Faskel Sosial
TF 05 Korkot 1 Palembang
KMW/OC 2 Provinsi Sumatera Selatan
PNPM Mandiri Perkotaan

Dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) PNPM Mandiri Perkotaan untuk ekonomi bergulir sekira Rp101 juta nyaris raib disalahgunakan. Namun akhirnya dana tersebut terselamatkan berkat kekompakan masyarakat Kelurahan Pahlawan, Tim Fasilitator dan aparat pemerintahan Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Kemuning, Kota Palembang. Kelurahan ini memang menjadi salah satu dampingan PNPM Mandiri Perkotaan yang memfasilitasi program ekonomi bergulir.

Alokasi dana bergulir seharusnya menjawab harapan masyarakat yang sangat membutuhkan dalam penambahan modal. Sayangnya, di periode 2006-2009 dana PNPM Mandiri Perkotaan, yang saat itu dikenal dengan sebutan P2KP, disalahgunakan. Bahkan, menjadi sasaran empuk untuk menutupi kebutuhan pribadi Koordinator LKM Pahlawan sendiri. AS, sebut saja begitu namanya.

Alasan terdesak dan memenuhi kebutuhan hidup membuat AS menghalalkan berbagai cara. Halal haram tak jadi penting, malah nilai-nilai luhur universal yang seharusnya ada di setiap sanubari pelaku PNPM Mandiri Perkotaan pun terkikis sudah.

Unit Pengelola Keuangan (UPK), yang dalam hal ini mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagai pengaman sekaligus pengawas dalam proses pengelolaan dana bergulir, tak mampu berbuat banyak dalam hal pengendalian. Pembukuan ekonomi bergulir, yang seharusnya menjadi tanggung jawab UPK, pada periode bulan berjalan dikelola oleh LKM Pahlawan.

Penyimpangan/anomali data aliran kas, dimana jumlah peminjam tidak sebanding dengan jumlah pada aliran buku kas, pun menoreh kejanggalan. Tim Fasilitator memverifikasi pembukuan. Ternyata diketahui bahwa dana pengembalian yang dibayarkan oleh KSM-KSM disalahgunakan oleh Koordinator LKM Pahlawan untuk keperluan pribadi.

Identifikasi proses tindak lanjut penyelesaian masalah pun dilakukan. Diawali dalam lingkup internal, Tim Fasilitator menyusun dan merumuskan data-data yang ada untuk dibahas ke dalam rapat internal LKM. Dari hasil perumusan dan penelusuran data ditemukan sekira Rp101 juta tak diketahui ujung rimbanya.

Guna memastikan berapa jumlah dana tersedia dan berapa KSM yang melakukan pinjaman, Tim Fasilitator melakukan audit internal dengan memverifikasi aliran kas yang terjadi di LKM Pahlawan. Dengan mensinkronkan antara buku rekening LKM, dirunutkan ke buku “Kesekretariatan” dengan turunan pembukuannya ke “Buku Kas Harian”, “Catatan Uang Keluar”, “Buku Besar Neraca Saldo”, “Buku Neraca”, dan yang terakhir, verifikasi “Buku Laba Rugi”. Diketahui detil transaksi pemasukan dan pengeluaran.

Setelah mendapatkan titik terang, Tim Fasilitator langsung melakukan pertemuan, melibatkan dari beberapa unsur, di antaranya PK LKM Pahlawan. Juga, beberapa unsur penerima manfaat dan pihak aparat kelurahan, sebagai penanggung jawab program di tingkat kelurahan.

Guna mencari jalan terbaik sebagai solusi dalam menyelesaikan permasalahan maka pihak Kelurahan pun mengundang AS, selaku Koordinator LKM bersangkutan, membicarakan dan memastikan kembali kebenaran tentang permasalahan yang terjadi pada kegiatan ekonomi bergulir di Kelurahan Pahlawan. Pembicaraan dan pembahasan berlangsung alot. Semua hal diuraikan, mulai dari menerima dana BLM sampai akhir pemanfaatan yang diterima oleh KSM-KSM penerima manfaat, tertera berikut jumlah nominal yang harus dipertanggungjawabkan.

Tim Fasilitator, yang berperan sebagai mediasi, memberikan pemahaman kembali tentang substansi kegiatan ekonomi bergulir. Seperti, kenapa ekonomi bergulir difasilitasi di kelurahan? Siapa yang berhak menerima? Bagaimana mekanisme pengelolaannya. Dan, yang paling penting, dijelaskan pula bagaimana akhir yang diharapkan dari program? Pemahaman ini diberikan, selain untuk melakukan penyadaran kritis kepada pelaku, juga untuk memperkaya pengetahuan bersama akan substansi program.

Kesadaran bersama bahwa kegiatan ekonomi bergulir bertujuan menyediakan akses layanan keuangan kepada rumah tangga miskin yang tidak memiliki akses ke sumber pinjaman lainnya. Bila kegiatan ekonomi bergulir tidak dilakukan, selain berdampak langsung pada tertutupnya akses masyarakat miskin dalam mengembangkan usaha, juga berdampak terhadap keberhasilan dalam lingkup kelurahan secara luas. Karena, pengelolaan dana bergulir merupakan salah satu aspek penilaian yang mencerminkan keberhasilan kelurahan dalam melakukan program.

Namun, untuk membayar secara tunai sejumlah nilai yang sudah disalahgunakan ini terlalu berat, berdasarkan hasil musyawarah bersama, AS diberi keringanan untuk melunasinya dengan mekanisme pembayaran menyicil. Dan, ini disanggupi oleh AS.

Mekanisme yang disepakati dan disanggupi dalam pelunasan tersebut diangsur secara bertahap selama empat kali pembayaran, yaitu:

Pembayaran pertama dilakukan pada 2 Mei 2010 senilai Rp50 juta. Pembayaran kedua dilakukan pada 7 Februari 2011 senilai Rp15 juta. Pembayaran ketiga dilakukan pada 21 Desember 2013, senilai Rp30 juta. Dan, pelunasan terakhir dilakukan pada 19 Februari 2014, senilai Rp6 juta.

Total pengembalian yang diangsur secara bertahap senilai Rp101 juta ini akhirnya berhasil terfasilitasi oleh Tim Fasilitator, PK LKM Pahlawan dan dibantu penuh oleh aparat Kelurahan Pahlawan.

Hingga kini, agar bisa kembali melakukan keberlanjutan pengelolaan ekonomi bergulir, Tim Fasilitator sedang melakukan proses identifikasi keberlanjutan serta pembenahan pembukuan. PK-LKM Pahlawan merasa optimis untuk melakukan perguliran kembali kepada pihak-pihak yang seharusnya diperuntukan, yakni hasil dari Pemetaan Swadaya (PS-2).

Dalam penyelesaian permasalahan, kasus ini menjadi pengalaman terpahit sekaligus terindah yang dirasakan oleh Tim Korkot 1 Palembang. Peristiwa tak terduga, dimana uang dengan nilai fantastis itu disalahgunakan oleh LKM, yang seharusnya menjadi pemimpin amanah, jujur, adil serta bijaksana. Ini menjadi tantangan program kemiskinan, yakni ketika fitrah kemanusiaan meluntur dan pudar oleh nilai-nilai finansial. [Sumsel]

Informasi lebih lanjut mengenai kronologi peristiwa ini dapat menghubungi:
LKM Pahlawan, Kelurahan Pahlawan
Kecamatan Kemuning, Kota Palembang
Provinsi Sumatera Selatan

Contact person:

  • Abu Hasan (Koordinator PK-LKM), HP. 0812 7821 588

(Catatan: Sumber data direka ulang oleh Tim Fasilitaor 05 Korkot 1 Palembang)

Editor: amibae/Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait