Beranda Progres Kegiatan Pendampingan KSM Pengembangan Kapasitas KSM

Pengembangan Kapasitas KSM

View (1645)

 

KEGIATAN PILOT PENDAMPINGAN KSM

Bappenas menyiapkan strategi penanggulangan kemiskinan secara lebih komprehensif yang berbasis pada pengembangan penghidupan berkelanjutan/P2B (Sustainable Livelihoods Approach). Menindaklanjuti hal tersebut PNPM Mandiri Perkotaan mengembangkan Peningkatan Penghidupan Masyarakat berbasis Komunitas (PPMK) yang dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu:

Tahap I   : Kegiatan Pilot Pendampingan KSM, melalui:

  1. Membangun modal sosial dan komitmen kelompok
  2. Melaksanakan lima aturan dasar kelompok

Tahap II   : Program Dana Bergulir, melalui:

  1. Rencana pengembangan usaha
  2. Penambahan modal sesuai aturan UPK

Tahap III   : Usaha Ekonomi Produktif , melalui:

  1. Menjalin kemitraan
  2. Penambahan modal sesuai dengan ketentuan PPMK

Keberlanjutan peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin dalam PNPM Mandiri Perkotaan dilakukan melalui proses pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan dengan pelembagaan perencanaan partisipatif dan pengokohan kelembagaan masyarakat tingkat basis, yaitu Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

-- Download Data Quick Status (QS) Kegiatan Pilot Pendampingan KSM --

 

 

Pengembangan Kapasitas KSM

PNPM Mandiri Perkotaan pada saat ini sudah memasuki usia yang ke 6, seiring dengan berjalannya waktu tersebut maka sudah barang tentu sudah banyak perkembangan baik dari sisi pemahaman maupun karakter dari masyarakat lokasi sasaran. Untuk itu dituntut strategi dan teknis pendampingan yang dinamis pula.

Demikian juga terkait dengan fokus bidang pendampingan sudah bergeser, yang dulu terletak pada persoalan bagaimana masyarakat dapat mengakses pinjaman dana bergulir yang dikelola oleh UPK BKM akan tetapi pada saat sekarang fokus pada persoalan bagaimana anggota KSM ekonomi yang sudah melakukan usaha dapat mempertahankan usahanya dan bahkan dapat mengembangkan usahanya sesuai dengan kemampuan dan kreativitasnya masing-masing. Serta dapat mengatasi persoalan usahanya dengan cara melakukan optimalisasi peluang di sekitarnya.

Berkaitan dengan hal tersebut maka mulai dua tahun terkahir sudah dibentuk posisi khusus yang dapat memberikan pendampingan dan memberikan penguatan terhadap pendampingan dan penguatan kapasitas KSM ekonomi yang kemudian disebut dengan nama Small and Micro Enterprise (SMEs). Posisi SMEs ini karena berkaitan dengan persoalan capacity building (CB) maka berada di bawah bidang Pelatihan sebagai Sub Specialist SMEs.

SMEs mempunyai tugas dan peran dalam peningkatan kapasitas terhadap KSM Unggulan yang berkaitan dengan hal-hal sebagai berikut:

  1. Kelompok mandiri adalah kelompok-kelompok yang sudah matang, keanggotaannya diikat secara sukarela oleh kesamaan kepentingan dan aktivitas tertentu,
  2. Memiliki kegiatan yang jelas dan berkelanjutan,
  3. Memiliki aturan-aturan kelompok yang berfungsi efektif dan memiliki budaya demokratis dalam pengambilan keputusan. Agar KSM bertransformasi dan menjadi mandiri, diperlukan adanya pendampingan.
  4. Pendampingan dimaksudkan sebagai upaya memberdayakan masyarakat, melalui KSM, agar dapat mencapai keswadayaan (kemandirian), KSM mampu mewujudkan kelompok yang menjadi wahana proses pembelajaran bagi anggotanya dan mempertajam perumusan masalah yang di hadapi anggotanya.
  5. KSM menjadi wadah pengambilan keputusan untuk menentukan strategi pemecahan masalah bersama.
  6. KSM juga menjadi wadah mobilisasi sumberdaya anggota maupun luar anggota, serta media penghubung dengan lembaga pelayanan dan kerjasama dengan pihak lain. Pada akhirnya, diharapkan KSM mampu mempengaruhi komunitas dilingkungan sekitarnya dan menjadi agen perubahan.
Nama File/Folder Type
Tahun 2017 Folder
Tahun 2016 Folder