Hadiri! Pameran Hari Habitat Dunia 2017

Berita Hari Habitat Dunia Hari Kota Dunia 2017 Pameran Comments (0) View (1544)

Sebagai program yang mengusung misi membangun kota layak huni, aman, dan berkelanjutan, Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) turut berpartisipasi dalam pameran Hari Habitat Dunia tahun 2017, di kompleks perkantoran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jalan Pattimura No. 20, Kebayoran Baru, Jakarta, pada 6 - 7 November 2017.

Untuk itu, mari hadiri pameran Hari Habitat Dunia 2017. Gali informasi terkini tentang sejauh mana upaya pemerintah Indonesia, melalui Direktorat Cipta Karya, Kementerian PUPR, memenuhi target RPJMN 2014-2019 dengan “Gerakan 100-0-100”-nya. Yakni 100% akses air bersih, 0% kumuh, dan 100% akses sanitasi layak.

Ikuti pula lomba menarik, utamanya yang digelar oleh Program KOTAKU di booth KOTAKU. Dapatkan hadiah dan merchandise menarik edisi terbatas dan eksluksif yang hanya dirilis dalam pameran ini.

Bagi rekan-rekan KOTAKU yang berada di luar Jakarta dan tak dapat menghadiri, jangan berkecil hati. Silakan ikuti rangkaian acaranya di media sosial kami. Silakan follow Facebook, FB Page, Instagram, dan Twitter kami, dengan tagar #KotakuNasional dan #HariHabitatDunia2017.

Apa sih Hari Habitat Dunia?

Hari Habitat Dunia merupakan respon dari adanya tantangan pemenuhan kebutuhan perumahan dan permukiman layak huni yang dihadapi dunia saat ini. Untuk itu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan setiap hari Senin pertama di bulan Oktober sebagai Hari Habitat Dunia. Untuk Hari Habitat Dunia tahun 2017 ini Indonesia mengangkat tema “Menuju Terwujudnya Kota Cerdas di Indonesia”.

Tema tersebut sejalan dengan upaya Kementerian PUPR untuk mendorong terwujudnya 100 Kota Cerdas di Tahun 2030, menanggapi laju urbanisasi yang tinggi di Indonesia sebagai suatu fenomena yang pasti akan terjadi dan tidak dapat dihindari. Untuk itu, diperlukan tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan adapatif guna mengelola tantangan, peluang, dan dampak yang ditimbulkan, terutama dalam hal membangun kota sebagai tempat hunian bagi penduduknya agar lebih nyaman, aman, layak huni, dan berkelanjutan.

Pemerintah telah memulai perencanaan konsep pengembangan kota cerdas (smart city). Dalam Strategi dan Kebijakan Pembangunan Perkotaan Nasional 2015-2045 yang disusun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas),  Kota Cerdas yang Berdaya Saing dan Berbasis Teknologi merupakan salah satu unsur dalamnya. Kota Cerdas yang Berdaya Saing dan Berbasis Teknologi ini memliki 6 indikator, yaitu Smart Economy, Smart People, Smart Governance, Smart Mobility, Smart Environment dan Smart Living. Guna mewujudkan kota cerdas tersebut, diperlukan sinergi pembangunan infrastruktur permukiman di perkotaan dari berbagai pemangku kepentingan. [Redaksi]

0 Komentar