Cerita

Beranda Warta Cerita Tiada Lagi Rutinitas Melelahkan, Terima Kasih KOTAKU

Tiada Lagi Rutinitas Melelahkan, Terima Kasih KOTAKU

Cerita Feature Aceh Akses Air Minum Subulussalam Comments (0) View (573)

Air minum merupakan kebutuhan dasar bagi makhluk hidup. Terlebih manusia, kebutuhan air seringkali menjadi masalah ketika air bersih sulit didapatkan atau akses menuju sumber air bersih sangat jauh dari permukiman masyarakat. Seperti di Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam. Desa yang terletak di pinggir Aceh dan berbatasan langsung dengan Sumatera Utara ini juga sulit mendapatkan air bersih untuk minum, masak, mandi dan kakus. Pasalnya, permukiman yang dibangun oleh Pemda Aceh di atas gunung itu tidak dilengkapi dengan fasilitas air minum memadai.

Masyarakat Desa Lae Ikan harus mengeluarkan tenaga, waktu, bahkan uang untuk bisa mendapatkan air bersih. Caranya adalah melangsir air bersih dari sungai, yang letaknya sekitar 1 kilometer dari permukiman warga desa dengan menggunakan jerigen, ember, dan wadah lain yang bisa digunakan untuk menampung air. Untuk warga yang memiliki kendaraan mungkin lebih mudah menjalani rutinitas tersebut, tapi bagaimana dengan warga desa lain yang tak memiliki kendaraan.

Kondisi geografis Desa Lae Ikan yang terjal dan pegunungan membuat sebagian warga tidak bisa mendapatkan air bersih, sehingga tidak sedikit warga terpaksa menggunakan air tadah hujan, yang tak perlu khawatir saat musim hujan. Namun, ketika musim kemarau tiba, warga terpaksa membayar orang dengan upah Rp5.000 per jerigen, untuk mengambil air bersih dari sungai. Warga desa yang rutin berbondong-bondong ke sungai untuk mendapatkan air bersih, sambil kelelahan, sudah menjadi pemandangan yang biasa terlihat di pagi dan sore hari. Terlebih saat musim kemarau. Tentunya ini pemandangan yang tidak seharusnya ada.

Hingga akhirnya Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) dari Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hadi di Desa Lae Ikan. Saat itu Fasilitator Kelurahan (Faskel) Program KOTAKU mengenalkan siklus program. Dan, salah satu indikator kumuh dalam Program KOTAKU adalah penanganan air bersih/minum. Mendengar ini, warga Desa Lae Ikan, melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Sada Roka menggantungkan harapan kepada Program KOTAKU. Warga melakukan rembuk-rembuk dan membuat usulan-usulan kegiatan, khususnya bagaimana agar kebutuhan akan air minum di Desa Lae Ikan bisa terpenuhi, sehingga tidak ada lagi “rutinitas yang melelahkan”.

Semua unsur masyarakat bersatu. Semua kebutuhan demi melancarkan Program KOTAKU dipenuhi. Semua bekerja sama dan sama-sama bekerja, hingga akhirnya program pembangunan perpipaan untuk pemenuhan kebutuhan air bersih/minum sistem gravitasi rampung dikerjakan. Air bersih berlimpah ruah masuk langsung ke rumah-rumah warga desa. Air minum/bersih Desa Lae Ikan terpenuhi, minimum memadai, dan tidak ada lagi rutinitas yang melelahkan warga.

“Alhamdulillah, terima kasih, Program KOTAKU. Terima kasih, Tim 42. Terima kasih, Tim Korkot 07 Kota Subulussalam. Terima kasih, Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR. Terima kasih buat semua unsur yang turut berpartisipasi. Selain itu, jalan kami juga sudah bagus. Tidak ada lagi becek yang mengganggu aktivitas kami. Sekali lagi, terima kasih, KOTAKU. Jasamu yang telah menghilangkan kumuh di desa kami akan kami kenang selalu,” ungkap warga Desa Lae Ikan. [Aceh]

 

Penulis: Satria Tumangger, SH, Faskel Sosial Tim 42 Kota Subulussalam, KMW/OC 1 KOTAKU Provinsi Aceh

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.