Artikel

Beranda Warta Artikel Membangun Kreativitas dan Inovasi (Bagian 2)

Membangun Kreativitas dan Inovasi (Bagian 2)

Papua Barat Manokwari Artikel Opini Etos Kerja Peningkatan Kapasitas Comments (0) View (275)

Bagaimana etos kerja bagi bangsa Indonesia? Jansen Sinamo menyajikan 8 Etos Kerja Profesional dengan ciri-ciri sebagai berikut. Pertama, kerja adalah rahmat (Bekerja Tulus Penuh Syukur). Rahmat adalah kebaikan yang kita terima tanpa kualifikasi, tanpa syarat. Sinonimnya: anugrah, berkat, kasih karunia, yaitu kebaikan yang kita terima karena kasih sayang dari yang memberi.

Kedua, kerja adalah Amanah (Bekerja Benar Penuh Tanggung Jawab) Dari amanah ini lahirlah tanggung jawab, sehingga Kepercayaan (trust) menjadi modal sosial tertinggi. Cara menumbuhkannya dengan moment of truth, pencerahan batin ke tingkat lebih tinggi.

Ketiga, kerja adalah Panggilan (Bekerja Tuntas Penuh Integritas). Setiap orang terlahir kedunia dengan panggilan hidup. Panggilan itu jalani melalui pekerjaanya (profesinya). Lewat pekerjaan atau profesi tersebut kita menjawab panggilan dari Sang pemanggil Agung. Dan Panggilan itu sebagai darma, atau tugas suci.

Keempat, kerja adalah Aktualisasi (Bekerja Keras Penuh Semangat). Aktualisasi diri atau pengembangan potensi insani ini terlaksana melalui pekerjaan, karena bekerja adalah pengerahan energi biologis, psikologis, dan spiritual untuk membuat diri kita berkompeten, sehat, dan kuat lahir batin.

Kelima, kerja adalah Ibadah (Bekerja Serius Penuh Kecintaan). Ibadah adalah persembahan diri, penyerahan diri, yang didasari kesadaran mendalam kepada Dia yang kita abdi. Jadi kerja itu ibadah, intinya adalah tindakan memberi atau membaktikan harta, waktu, hati dan pikiran kita kepada Dia yang kita abdi, melalui pekerjaan kita.

Keenam, kerja adalah Seni (Bekerja Cerdas Penuh Kreativitas). Seni adalah segala bentuk keindahan yang datang dari dorongan perasaan dalam jiwa manusia. Bekerja adalah seni merupakan sarana ekspresi jiwa manusia yang merefleksikan realita hidup dan ditangkapnya sebagai pengalaman batin.

Ketujuh, kerja adalah Kehormatan (Bekerja tekun Penuh Keunggulan). Kita wajib menjaga kehormatan dengan menampilkan kinerja yang unggul (excellent performance), dengan cara membangun rasa bangga; bangga berprestasi, bangga tepat waktu, bangga hidup bersih, bangga bekerja keras, bangga hidup bersahaja, bangga jujur, dan lain-lain.

Kedelapan, kerja adalah Pelayanan (Bekerja Sempurna Penuh Kerendahan Hati). Karena kerja adalah pekerjaan mulia, dan kemuliaan datng dari pelayanan. Orang bekerja untuk diri sendiri memang hal yang normal, Tetapi orang melalui pekerjaanya mengabdi pada sesuatu yang lebih besar untuk orang lain adalah pekerjaan mulia. Derajat pelayanan kita bertambah mulia bila dengan tulus, rendah hati, ramah dan hormat.

Finlandia, salah satu negara di kawasan Skandinavia, merupakan Negara yang perlu dicontoh etos kerjanya. Angka kriminal hampir nol, begitu pula dengan tindak pidana korupsi. Para pendatang itu berusaha mengetahui kiat antikorupsi yang dikembangkan Finlandia. Akan tetapi, dalam kenyataannya, sangat sedikit yang mampu seperti Finlandia karena yang diambil dari negara ini adalah undang-undang dan kiatnya, bukan spirit hidup bersih dan kulturnya.

Walaupun perdagangan berlangsung dalam ritme lamban, namun, membuat banyak negara lain terkagum-kagum, di balik sepinya suasana, penduduk negara itu bekerja, dan di balik tidak variatifnya sumber daya alam, pendapatan per kapita Finlandia mencapai 28.500 dollar AS, atau salah satu yang terbaik di dunia. Spirit hidup tidak berlebihan, tidak suka banyak kebutuhan, dan tidak menyukai barang bukan miliknya, inilah yang memberi makna pada negara Finlandia.

Setiap orang punya kenginan dan tujuan yang perlu diperjuangkan melalui : kerja keras (iktiyar), karena kerja keras adalah Ibadah dan berada dijalan Allah (Fisabilillah), bekerja secara keras (mujahadah), tekun dan terus menerus (istiqomah), teliti (muhasabah), berserah diri (tawakkal’alalahi), dan selalu berdoa.

Kreativitas dan inovasi sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, pertama, kecerdasan intelektual. Yaitu, kecerdasan yang muncul dari pemikiran seseorang, yang ditandai dari sifat-sifat seperti pandai, pintar, cerdas, kreatif, inovatif, inisiatif, dan tekun. Kedua, kecerdasan emosional, yaitu kecerdasan yang muncul dari seseorang yang memiliki integritas (Amanah), jujur (shiddiq), Komitmen yang tinggi (istiqomah, tangguh dan tahan ujian (sabar), adil, tidak menipu, menepati janji, murah hati, serta tidak melupak akhirat. Ketiga, kecerdasan spiritual, yaitu kecerdasan yang muncul dari hati nurani (bathiniah) seseorang, ditandai dari kemampuan menyelesaikan masalah dirinya, keluarganya dan lingkungannya.

Setiap orang menginginkan dalam hidupnya mampu menggali pikiran, potensi dan bakatnya serta mampu mengorganisir waktu (timely), kecakapan (capability), keterampilan (talently), tanaga fisiknya (inner power), membuka peluang dan kesempatan (opportunity) untuk kepentingan jangka panjang secara maksimal.

Untuk selalu mengembangkan ide-ide cemerlang bagi setiap individu, maka perlu memelihara dan mengembangkan pikiran, agar senantiasa terjaga dari pikiran-pikiran yang kurang konstruktif. Pikiran-pikiran dapat dikelompok menjadi dua hal yaitu, (1) Pikiran-pikiran yang membangun yaitu memperbesar ketabahan, semangat dan ketegasan. Dan, (2) Pikiran-pikiran negatif pikiran-pikiran yang menguras tenaga yang akan menimbulkan kegelisahan, kecemasan, keraguan, keputusasaan.

Tindakan kreatif tumbuh subur dalam lingkungan saling mendorong, umpan balik dan kritik konstruktif-dalamkomunitas kreativitas (William T Brady). Kata Orang bijak seseorang yang kreatif itu karena menjalankan falsafah out of the box, arti berani keluar dari zona yang tidak biasanya.

Istilah kreativitas menunjukkan kemampuan dalam menciptakan hasil karya baru yang merupakan produk-produk kreasi. Ada beberapa perbedaan pandangan mengenai definisi kreativitas.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka kreativitas dapat dirumuskan sebagai suatu proses aktivitas kognitif seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa karya baru maupun karya kombinasi yang semuanya itu relatif berbeda dengan apa yang ada sebelumnya.

Ada 2 sumber kreativitas, di antaranya, pertama, imajinasi dan ide. Berdasarkan fungsinya, kapasitas mental manusia dapat di kelompokkan menjadi empat bagian, yaitu absortive, retentive, reasoning, creative. Imajinasi yang kreatif merupakan kekuatan yang tidak terbatas, misalnya meskipun seseorang yang hampir tidak pernah keluar rumah tetapi dengan menggunakan imajinasinya ia dapat melalang buana ke dunia sekitar. Imajinasi jauh lebih penting dari pada ilmu pengetahuan dan kekuatan murni dari pikiran manusia.

Kedua, sifat proses kreatif. Kreativitas adalah suatu proses yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan. Setiap orang Kreatif pada tingkat tertentu. Orang mempunyai kemampuan dan bakat dalam bidang tertentu dapat lebih kreatif dari pada orang lain. Hal yang sama juga dialami oleh orang yang dilatih dan dikembangkan dalam suatu lingkungan yang mendukung pengembangan kreativitas, mereka diajari untuk berfikir dan bertindak secara kreatif . Bagi pihak lain proses kreatif lebih sukar karena tidak dikembangkan secara positif dan jika mereka ingin menjadi kreatif, mereka harus belajar cara mengimplementasikan proses kreatif.

Sedangkan inovasi merupakan ide, praktik, atau objek yang dianggap baru oleh manusia atau unit adopsi lainnya. Teori ini meyakini bahwa sebuah inovasi terdifusi ke seluruh masyarakat dalam pola yang bisa diprediksi. Beberapa kelompok orang akan mengadopsi sebuah inovasi segera setelah mereka mendengar inovasi tersebut. Sedangkan beberapa kelompok masyarakat lainnya membutuhkan waktu lama untuk kemudian mengadopsi inovasi tersebut. Ketika sebuah inovasi banyak diadopsi oleh sejumlah orang, hal itu dikatakan atau meledak.

Everett M. Rogers Mendefisisikan bahwa inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktik atau objek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. Bersambung.. [Pabar]

 

Penulis: Muhammad Rusli, MSi., Training Specialist OSP 9 KOTAKU Provinsi Papua Barat.

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.