Beranda Warta Berita Kepri Sertifikasi Pekerja Tukang dari KSM Kotaku

Kepri Sertifikasi Pekerja Tukang dari KSM Kotaku

Infastruktur Kepulauan Riau Tanjungpinang Batam Sertifikasi Tukang AFTA Pemda sebagai Nakhoda Berita Comments (0) View (1116)

Dalam UU No.2 Tahun 2017 pasal 70 ayat 1 dan 2 tentang Jasa Konstruksi mengamanatkan pekerja bidang konstruksi harus memiliki sertifikat, untuk itu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Jasa Konstruksi (BJK) wilayah 1 Banda Aceh memfasilitasi sertifikasi para pekerja tukang di Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Diklat Kota Batam dan bengkel Praktik SMKN 3 Kota Tanjungpinang, selama 6 - 8 November 2017.

Mengingat pekerja di Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) tidak ada kontraktornya maka BJK, melalui program pemberdayaan, bersedia membiayai sertifikat dengan besaran Rp250.000 per orang. “Harapannya, ke depan mereka memiliki sertifikat, sehingga ketika bekerja di konstruksi sudah sesuai dengan undang-undang jasa konstruksi,” tegas Kabid Bidang Jasa Konstruksi Dinas PUPR Provinsi Kepulauan Riau Wan Efrizal.

Menurutnya, berdasarkan UU Jasa Konstruksi, pemerintah diminta untuk menetapkan upah tenaga kerja bidang konstruksi. Harga standar upah adalah harga upah yang bersertifikat. Jadi akan ada perbedaan antara upah tukang yang bersertifikat dengan yang tidak bersertifikat.

Peserta yang berhak mengikuti uji kompetensi adalah orang yang betul-betul memiliki keterampilan, baik di bidang tukang kayu, tukang batu, pasang bata, tukang keramik, maupun tukang besi. Syaratnya adalah KTP, dan ijazah SD atau SMP atau SMA. Jika tukang tersebut berkompeten, akan terbit sertifikat Kelas III. Sedangkan untuk mandor dan pengawas, harus memiliki minimal ijazah SLTA, dan jika berkompeten akan terbit sertifikat Kelas I. Sertifikat ini berlaku 3 tahun. “Untuk memperpanjang, harus melampirkan daftar pengalaman,” jelas Wan Efrizal. Untuk sementera penerbit sertifikat masih mengacu pada UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi Melalui LPJK.

Dalam kegiatan tersebut, 2 hari digunakan untuk pembekalan materi sesuai yang akan diuji dan uji kompetenesi. Terdata, pada 18-21 Oktober 2017, kegiatan uji kompetensi ini sudah mensertifikasi 150 orang yang dibiayai oleh kontraktor. Sedangkan pelaksanaan uji kompetensi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang dilaksanakan pada 6- 8 November 2017 diikuti oleh pekerja KSM dampingan Program KOTAKU. “Yang menjadi target 100 orang, tapi yang hadir dari Batam dan Tanjungpinang baru 72 orang,” ujar Wan Efrizal.

Pada kesempatan tersebut, Septi Karnawan dari Tim Asesor menjelaskan, uji kompetensi bidang konstruksi yang diadakan di Batam dan Tanjungpinang ini dilaksanakan dengan unit kompetensi pemasangan bata, pemasangan keramik, besi beton, tukang kayu. Yang menjadi indikator penilaian adalah persiapan kerja, penggunaan alat kerja, sistematika kerja, efesiensi bahan, finishing, dan pembersihan lahan kerja. Kemudian, asesor akan merekomendasikan kompeten atau belum kompetennya seorang tukang, sedangkan yang meluluskan atau tidak adalah LPJK. Fasilitas yang disediakan dalam praktik adalah helm, alat peraga, K3, dan alat pelindung diri.

Menurut Septi Karnawan, banyak manfaat yang dapat diperoleh bagi pekerja terkait sertifikasi ini. Di negara-negara luar, standar kompetensi sudah ada semua. Jangan heran jika ada pekerja asing datang ke Indonesia, karena mereka memang berkompeten dan ada sertifikatnya.

Di sisi lain, Indonesia merupakan salah satu negara yang mendatangani kerja sama The ASEAN Free Trade Area (AFTA) atau kawasan perdagangan bebas ASEAN, sebuah persetujuan oleh ASEAN mengenai sektor produksi lokal di seluruh negara ASEAN. Untuk menyambut AFTA, tenaga kerja Indonesia pun harus memiliki kompetensi dan bersertifikat, agar tenaga kerja Indonesia tidak terpinggirkan.

“Terkait kualitas tenaga kerja Indonesia, masalah kemampuan bisa dilatih. Tahun 2018 perusahan-perusahan harus memiliki tenaga kerja bersertifikat. Bagi perusahaan developer wajib memiliki tenaga kerja bersertifikat,” tegas Septi Karnawan. [Kepri]

Dokumentasi lainnya:

 

Penulis: Agus Kurniawan, Sub Prof CB KMW/OC 1 KOTAKU Provinsi Kepulauan Riau

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.