Cerita

Beranda Warta Cerita Dharma Wanita Inisiasi Penanganan Sampah dalam Gerakan Peduli Mitigasi Bencana

Dharma Wanita Inisiasi Penanganan Sampah dalam Gerakan Peduli Mitigasi Bencana

Cerita Feature NTT Oesapa Kupang Hari Bakti PU Gerakan Peduli Mitigasi Bencana Dirjen Cipta Karya Comments (0) View (665)

Tak salah jika Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dijuluki sebagai “Kota Karang”. Pasalnya, daratan Kota Kupang beserta permukimannya, berada di atas hamparan batu karang, sampai ke setiap sudutnya. Di kota ini pula, tepatnya di Kelurahan Oesapa, terpilih menjadi tuan rumah kegiatan rangkaian Hari Bakti ke-72 tahun Pekerjaan Umum (PU), pada 27-28 November 2017, dengan mengusung tema “Gerakan Peduli Mitigasi Bencana”.

Kelurahan Oesapa sendiri merupakan kelurahan yang terletak tak jauh dari bibir pantai Oesapa. Secara umum, kelurahan seluas 4,37 km2 ini dihuni oleh sekitar 26.838 jiwa, atau tingkat kepadatan penduduk 6.141 jiwa per km2. Kelurahan ini memiliki masalah permukiman kumuh mencapai 14,21 Hektare (Ha) dengan problem utama penanganan sampah dan akses air bersih. Sebagai simbol komitmen penanganan masalah sampah dan kawasan kumuh, pihak pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat sekitar diajak melakukan penanaman pohon di area bendungan Raknamo, Kabupaten Kupang.

Adapun acara Gerakan Peduli Mitigasi Bencana dalam Hari Bakti PU ini dihadiri oleh sekitar 250 undangan, antara lain, Direktur Jenderal Cipta Karya Sri Hartoyo mewakili Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktur PKP Ditjen Cipta Karya Rina Farida, Kepala Subdit Kawasan Permukiman Perkotaan Boby Ali Azhari, Satker PKPBM Mita Dwi Aprini, PPK-2 NSUP Mohamad Fakhrur Rifqie, dan anggota Dharma Wanita Kementerian PUPR. Hadir pula Wali Kota Kupang, OPD-OPD se-Kota Kupang beserta Dharmawati, perwakilan BKM, konsultan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), serta masyarakat umum.

Inisiasi Ibu-ibu Dharma Wanita

Menurut Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo, acara Gerakan Peduli Mitigasi Bencana, terutama penanganan sampah, merupakan inisiatif dari ibu-ibu Dharma Wanita Kementerian PUPR. Tentang penanganan sampah, Sri Hartoyo mengimbau agar melakukan 3R—Reuse, Reduce, dan Recycle. Makna Reuse berarti menggunakan ulang sampah yang masih dapat digunakan kembali. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Sedangkan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah.

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore sendiri mengaku menyambut positif aksi yang dilakukan Kementerian PUPR ini.

Acara hari itu dirangkaikan dengan talkshow, yang menghadirkan berbagai narasumber, di antaranya Putri Pariwisata Provinsi NTT Irena Alexandria, yang sekaligus merupakan Duta Penanganan Sampah NTT dengan misi Go To School. Ia mengajak bersih sampah dan gerakan bebas sampah di obyek wisata. Narasumber lainnya adalah Kasatker PSPLP Provinsi NTT I Wayan Krisna Wardana, dan binaan Kasatker PSPLP sekaligus aktivis persampahan Rony Nalle, yang sudah menciptakan bahan olahan sampah seperti pupuk organik dan bibit pupuk cair.

Sesi selanjutnya adalah pembelajaran dari lapangan, yang menghadirkan Joseph Leonard Kale, seorang anggota POKJA PKP Kota Kupang dari unsur Bappeda, Koordinator BKM Kelurahan Air Mata Hasma, dan Koordinator BKM Kelurahan Oesapa Ina Koloh, dipandu oleh Tenaga Ahli Mass Communication & PR KMP-2 KOTAKU Iroh Rohayati Fatah. Di sesi tersebut, Koordinator BKM Air Mata Hasma mengungkapkan tentang tantangan dalam pelaksanaan program KOTAKU. Menurutnya, masyarakat menganggap bahwa program ini dianggap proyek, padahal ini program, sehingga perlu ada kesadaran masyarakat, termasuk keswadayaan.

Hal senada diungkapkan Koordinator BKM Kelurahan Oesapa Ina Koloh. Namun demikian, ia mengatakan, meski sekarang Pemda sebagai “nakhoda” dalam Program KOTAKU, pihaknya akan tetap berperan aktif di masyarakat. Bicara tentang penanganan sampah di Kelurahan Oesapa, menurut Ina, masyarakat harus berani mengubah perilaku dan menjaga kebersihan lingkungan.

Menegaskan soal itu, perwakilan dari Pokja PKP Joseph Leonard Kale mengungkapkan tentang kolaborasi. “Perlu ada komitmen dari semua pihak, dan perlu adanya penganggaran serta dukungan dari CSR,” tandasnya.

Bekerja keras, bergerak cepat, bertindak tepat merupakan motto dari Kementerian PUPR yang diserukan oleh host acara Gerakan Peduli Mitigasi Bencana. Dengan motto tersebut maka penanganan sampah, dan umumnya permasalahan permukiman kumuh, diharapkan cepat tertangani, sehingga terwujud permukiman yang layak huni dan berkelanjutan.

Acara lebih menarik dengan adanya doorprize berupa sepeda dan hadiah bermanfaat lainnya. Selain itu, di akhir acara istri Dirjen Cipta Karya menyerahkan unit tong sampah secara simbolis kepada perwakilan masyarakat, menandai komitmen bersama dalam penanganan sampah. [KMP-2]

Dokumentasi lainnya:

 

Penulis: Mohamad Jihad Dienullah, Sub TA Mass Communication & PR KMP KOTAKU Wilayah 2

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.