Beranda Warta Artikel Program Kota Tanpa Kumuh Kalibaru Dulu dan Sekarang

Program Kota Tanpa Kumuh Kalibaru Dulu dan Sekarang

Artikel Feature Kota Bekasi Jawa Barat Satker PIP PPK PKPBM Pemda Comments (0) View (899)

Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) merupakan upaya strategis Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP), Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam rangka meningkatkan peran masyarakat dan memperkuat peran Pemerintah Daerah (Pemda) dalam percepatan penanganan kawasan kumuh, mendukung “Gerakan 100-0-100” di perkotaan pada tahun 2016-2020.

Program KOTAKU menggunakan sinergi platform kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemda dan pemangku kepentingan lainnya di kabupaten/kota, serta pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat guna mempercepat penanganan kumuh perkotaan dan Gerakan 100-0-100 dalam rangka mewujudkan permukiman yang layak huni, produktif dan berkelanjutan. Secara umum, pembangunan permukiman perkotaan menghadapi permasalahan rendahnya kualitas dan kuantitas infrastruktur permukiman yang berakibat pada rendahnya kualitas hidup penghuninya.

Permukiman kumuh masih menjadi tantangan bagi Pemerintah Kota Bekasi. Karena, di sisi lain, permasalahan ini ternyata merupakan salah satu pilar penyangga perekonomian kota. Mengingat sifat pekerjaan dan skala pencapaian, diperlukan kolaborasi beberapa pihak antara pemerintah mulai tingkat pusat sampai dengan tingkat kelurahan, swasta, bahkan pihak terkait lainnya.

Sebagai perwujudan komitmen untuk menangani kawasan permukiman kumuh di perkotaan, dalam RPJMN 2015-2019 telah ditetapkan sasaran penyelenggaraan permukiman di kota (kawasan perkotaan), yaitu mewujudkan kota tanpa permukiman kumuh. Penanganan kawasan permukiman kumuh di wilayah Kota Bekasi juga tidak terlepas dari permasalahan kawasan permukiman kumuh tersebut. Situasi terkini di lapangan menunjukkan, terdapat 443 Hektare (Ha) kawasan kumuh di Kota Bekasi yang tersebar di 56 kelurahan, sesuai SK Wali Kota Tahun 2016.

Pada tahun 2017, Pemerintah Kota Bekasi telah melakukan usaha penanganan kawasan permukiman kumuh dengan berbagai program, antara lain, Rencana Pembangunan Kawasan Perumahan dan Permukiman (RPKPP) pada 55 kelurahan, Program Pembangunan Partisipatif Berbasis Komunitas (P3BK), serta kegiatan pada SKPD terkait lainnya.

Kalibaru adalah salah satu kelurahan dengan total luasan kumuh terbesar di Kecamatan Medan Satria, yaitu 43 Ha. Untuk itu, masyarakat Kalibaru menyambut antusias penanganan Program KOTAKU. Ini dibuktikan dengan peran serta secara aktif masyarakat, terutama dalam mempercantik infrstruktur yang dibangun di lokasi mereka. Tak hanya itu, kegiatan lainnya juga turut mengambil peranan, seperti bank sampah, dan senam, guna menyemarakkan program-program yang sudah ada.

Peran Pemda dalam pelaksanaan penanganan permukiman kumuh perkotaan tentunya harus didukung oleh pihak-pihak lain. Sehingga, penanganan kumuh dapat terintegrasi dan menjadi suatu gerakan bersama.

Pada pelaksanaan Program KOTAKU, peran relawan permukiman sangat strategis dan penting sebagai agen perubahan di wilayahnya, antara lain, pertama, sebagai agen sosialisasi program di tingkat masyarakat, akan pentingnya pencegahan kumuh dan penanganan permukiman kumuh di wilayahnya. Kedua, sebagai agen perubahan sikap dan perilaku dalam upaya menciptakan permukiman layak huni dan bebas permukiman kumuh skala lingkungan di wilayahnya. Ketiga, membangun kolaborasi antarpelaku program, dalam upaya percepatan penanganan kumuh perkotaan yang dilakukan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi, pemanfaatan, pemeliharaan serta keberlanjutan di wilayahnya. Keempat, mampu mengembangkan media warga dalam upaya pencegahan dan penanganan permukiman kumuh di wilayahnya.

Dukungan dari masyarakat didapat dari keterlibatan dan peran aktif masyarakat, relawan dan BKM dalam usaha pencegahan dan penanganan permukiman kumuh di Kota Bekasi. [PL-Jabar]

 

Penulis: Imas Asiah (Kasatker PIP) dan Lutfi Hanafiah (PPK PKPBM) Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat

Editor: Nina Razad 

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.