PB-Lingkungan

Beranda Praktik Baik PB-Lingkungan Wajah Baru Kelurahan Subaru, Dulu Kumuh Kini Menarik

Wajah Baru Kelurahan Subaru, Dulu Kumuh Kini Menarik

Lampung Bandar Lampung Praktik Baik Lingkungan Comments (0) View (1366)

“Lingkungan sudah bersih dan indah. Alhamdulillah kami tidak sulit air lagi. Anak-anak juga bisa bermain lebih aman.” Begitu diungkapkan Indawan, salah seorang warga Kelurahan Sukamenanti Baru (Subaru). Maklum saja, ternyata ditelisik bahwa sebelum adanya program Penataan Lingkungan Berbasis Komunitas (PLPBK) di kelurahan ini, sebagian besar masyarakat kesulitan air dan minim lahan bermain anak-anak.

Subaru adalah wilayah permukiman di lereng gunung batu yang cukup terjal, dan padat penghuni. Sebagian besar pencarian masyarakat adalah penambang batu. Mereka memecahkan batu gunung (cadas) menjadi batu belah yang siap dijual ke wilayah lain di sekitar Kota Bandar Lampung.

Jika mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2011–2030, permukiman Subaru diperuntukkan sebagai daerah pemukiman perkotaan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Pegunungan Sukamenanti sendiri diperuntukkan sebagai RTH. Namun kondisi saat ini, di pegunungan Sukamenanti ini masih banyak penambangan liar.

Karakteristik wilayah berbatasan langsung dengan kawasan permukiman padat penduduk di pusat kota. Kelurahan Subaru memiliki luas 19 Hektare (Ha) dengan jumlah penduduk sekitar 3.841 jiwa atau 930 KK, berada di 2 lingkungan yang terbagi menjadi 10 RT. Kelurahan Subaru adalah pemekaran dari Kelurahan Sukamenati.

Permasalahan persoalan kumuh di Kelurahan Subaru disebabkan pada masalah bangunan rumah yang tidak memenuhi standar teknis, penyediaan air minum yang belum memadai, jalan lingkungan rusak, rumah yang tidak teratur, belum memadainya pengelolaan air limbah rumah tangga, dan persoalan sanitasi, serta penanganan masalah sampah.

Berdasarkan permasalahan tersebut, pada tahun 2014 melalui PLPBK, masyarakat bersama BKM dan lurah mulai menyusun rencana penataan permukiman yang dituangkan dalam Rencana PLPBK. Perencanaan yang dilaksanakan selama kurun waktu satu tahun ini berbuah hasil dengan direalisasikannya dana PLPBK sebesar Rp1 miliar. Sehingga, tahun 2015 kegiatan yang ada di RPLP sebagian bisa diwujudkan, di antaranya, pembangunan sumur bor yang mampu memenuhi kebutuhan air bersih untuk 100KK. Dilakukan pula perbaikan jalan, dan pembangunan dinding penahan tanah.

Selain itu, guna menangani permasalahan genangan air dilakukan pembangunan drainase, sedangkan penyelesaian masalah rumah kumuh dengan melakukan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dan dalam rangka meningkatkan pembangunan PAUD. Pembiayaan penataan permukiman kumuh di lokasi prioritas ini di perkuat dengan dana APBD Kota Bandar Lampung yang diperuntukkan untuk membangun impian warga sebagai sarana berkumpul dan berinteraksi berupa Balai Warga dan RTH.

Kini, taman bermain yang ada di Kelurahan Subaru menjadi tempat anak-anak bermain. Begitu pula aula pertemuan menjadi tempat layak bagi warga untuk menggelar rembuk, pertemuan dan bermusyawarah. Bahkan, permukiman yang telah selesai ditata ini sekarang menjadi magnet tersendiri bagi pemerintah daerah, sebagai tempat pertemuan atau acara resmi dalam rangka melakukan sosialisasi massal. Bahkan, Kelurahan Subaru menjadi percontohan bagi kelurahan lain, sehingga mendorong pemerintah daerah dan LKM Se-Kota Bandar Lampung untuk bisa melakukan penataan permukiman secara mandiri dengan konsep kolaborasi program.

Kolaborasi penanganan kumuh di Kelurahan Subaru juga terealisasi dengan adanya sharing program dan kegiatan. Salah satunya, program penghijaun di lokasi ini, sehingga permukiman Subaru menjadi asri dan harmonis. Selain PLPBK KOTAKU, perbaikan kualitas permukiman di Bukit Subaru juga dibiayai oleh Pemkot Bandar Lampung melalui APBD, program NUSP-2 tahun 2016, dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2017. Kerja sama dan kolaborasi harmonis berbagai pihak di Bukit Subaru bisa menjadi inspirasi bagi kelurahan lain di Kota Bandar Lampung. [Lampung]

Dokumentasi lainnya:

 

Penulis: Edi Kusmanto, Askot IC Kota Bandar Lampung, KMW/OC 2 KOTAKU Provinsi Lampung 

Editor: Tristiani Susanti/Nina Razad 

0 Komentar

Yang terkait