PB-Lingkungan

Beranda Praktik Baik PB-Lingkungan Sukaramai Sulap Jalan Lingkungan Jadi Halaman Bermain dan Belajar

Sukaramai Sulap Jalan Lingkungan Jadi Halaman Bermain dan Belajar

Riau Pekanbaru Sungai Sago Lingkungan Infrastruktur Praktik Baik Comments (0) View (1842)

Perkembangan suatu kota tidak terlepas dari berbagai permasalahan yang muncul, baik itu sosial, ekonomi, maupun infrastruktur. Pekanbaru sebagai ibu kota Provinsi Riau menjadi tolok ukur perkembangan sebuah kota bagi Provinsi Riau. Kota Pekanbaru dengan 58 kelurahan dan 12 kecamatan merupakan kota terbesar se-Provinsi Riau. Dan, Kelurahan Sukaramai adalah salah satu kelurahan di Kota Pekanbaru yang merupakan lokasi prioritas penanganan kumuh. Awal melihat permukiman kumuh di Sukaramai, hampir tidak percaya bahwa Kota Pekanbaru memiliki kawasan permukiman seperti ini.

Kelurahan Sukaramai memiliki pasar dan pusat perbelanjaan modern yang cukup besar dan sering dikunjungi masyarakat kota dan sekitarnya. Namun, ternyata di belakangnya terdapat permukiman padat penduduk, yang pola hidupnya terbilang jauh dari kata layak. Kondisi bangunan di sana pun tidak memenuhi standar teknis. Beberapa hunian yang ada di kelurahan ini bahkan tidak memiliki halaman rumah. Kelurahan Sukaramai berbatasan dengan Kelurahan Pekanbaru Kota yang dibatasi Sungai Sago. Kondisi ini diperparah dengan kebiasan masyarakat membuang sampah langsung ke Sungai Sago. Kondisi jalan eksisting selebar 1,5 meter rusak, tapi semua aktivitas harian, seperti memasak, dilakukan di pinggir jalan di depan rumah masing-masing.

Laju perkembangan penduduk serta urbanisasi penduduk Kelurahan Sukaramai tidak diimbangi dengan kondisi permukiman. Jalan yang ada dan bantaran sungai, dijadikan hunian penduduk. Tak ayal, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Pekanbaru Kota, termasuk ke dalam kawasan kumuh Sungai Sago.

Penanganan kumuh di Kelurahan Sukaramai dimulai sejak tahun 2015. Pada tahun 2015 dan 2016, penanganan dimulai dengan pemenuhan kebutuhan air minum, yaitu membangun sumur dalam dan pipa saluran rumah tangga. Sedangkan pada tahun 2017, melalui kegiatan Bantuan Dana Investasi (BDI) skala lingkungan, dilakukan peningkatan jalan dan penataan kawasan pinggir Sungai Sago.

Kegiatan penanganan kumuh ini menangani pembangunan infrastruktur dan pendekatan sosial yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk dapat berperilaku sehat, serta menyadari aturan-aturan tentang rumah dan tempat tinggal yang layak. Dilakukan pula pendekatan terkait peningkatan ekonomi melalui Peningkatan Penghidupan Masyarakat Berbasis Komunitas (PPMK). Harapannya, masyarakat dapat mengidentifikasi dan mengakses potensi ekonomi lokal di lokasi desa/kelurahan tempat tinggal mereka. Dan, Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang bertempat tinggal di lokasi kumuh itu dapat keluar dari permasalahan yang mereka hadapi.

Pada kesempatan itu Kepala Satker PKP Provinsi Riau Robinson Ferly Pamusu mengajak semua pihak bersatu padu melakukan peningkatan jalan dan penataan kawasannya melalui KOTAKU. “Jalannya dibeton, dilengkapi saluran air, dipercantik dengan koral sikat,” ungkapnya.

Wakil Wali Kota Ayat Cahyadi melaksanakan penanaman sejumlah pohon, dan meninjau hasil pembangunan yang berbasis pemberdayaan masyarakat. Ia juga sesekali berhenti dan berbincang-bincang dengan masyarakat setempat.Pada kegiatan Hari Bhakti ke-72 PU, Pemerintah Kota Pekanbaru bersama Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) dan stakeholder lainnya melaksanakan kegiatan penanaman pohon di lokasi bantaran Sungai Sago, Kelurahan Sukaramai.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi bersama Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Puji Daryanto, Camat Pekanbaru Kota Norpendike, Lurah Sukaramai A. Murti, para kepala dinas di lingkungan Kota Pekanbaru, Kepala Bappeda Kota Pekanbaru Yusrizal, Kepala Dinas PKPP Kota Pekanbaru Mulyasman, Kepala Satker PIP Kota Pekanbaru Yanti, PPK Program KOTAKU Suryana dan Yogi, Kepala Satker Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Riau Robinson Ferly Pamusu dan PPK Randal PIP Riau Ikrar Setiaty, serta PPK PKP Indra Setiadi juga menghadiri acara.

Disediakan pula tong sampah di berbagai titik, agar warga tidak sembarangan membuang sampah. Hal ini menjadi motivasi warga untuk melakukan swadaya dengan sukarela. Mereka mengecat rumah berwarna-warni dan meletakan pot-pot pohon mangga cangkok. Bahkan anak-anak di kawasan itu menjadikan jalan lingkungan sebagai halaman. “Mereka bermain, belajar, berlari tanpa menggunakan sandal. Karena jalannya memang bersih,” jelas Robinson kepada Wakil Wali Kota Pekanbaru saat mendampingi kunjungan di Kelurahan Sukaramai.

Infrastruktur yang baik belum cukup menjadikan lingkungan sehat dan nyaman jika tidak didukung dengan pemeliharaan yang baik, penghijauan dan kebersihan dari lingkungan itu sendiri. “Tolong, ya, ibu-ibu, pohon yang ditanam ini dijaga sampai tumbuh besar dan berbuah. Jangan lupa tetap jaga kebersihan lingkungan kita,” seru Ayat lantang di sela-sela dialog dengan warga Sukaramai. Imbauan itu disambut riuh jawaban “Insyaa Allah” yang saling bersahutan.

Di tepi Sungai Sago juga ada spot cantik yang terkenal dengan nama “Taman Nilam City”. Di sini, dinding bangunan dan jalan dilukis. Dan semuanya masih dalam proses penyelesaian. Kini, kawasan yang dahulunya terkenal padat penduduk, terlihat lebih rapi dan tidak kumuh. Salah satu bukti telah terlaksananya kolaborasi di Sukaramai adalah seluruh program yang ada berjanji untuk fokus menangani permasalahan.

Bicara kemitraan, kegiatan KOTAKU yang berupa pembangunan air bersih TA. 2016 dimanfaatkan oleh 95 KK . Dilakukan pula peningkatan jalan serta penataan kawasan TA. 2017 Sago dengan pemanfaat 95 KK. Juga ada kegiatan Sanimas TA 2017 berupa pembangunan IPAL Komunal dengan pemanfaat sebanyak 70 KK. Pembangunan Rumah sehat layak Huni (RSLH) sejumlah 2 KK tepatnya RT 04 RW 02, serta Fasilitas City Gas dari Kementerian Migas dan SDM yang penerima manfaatnya merupakan MBR di Kelurahan Sukaramai. Ini semua merupakan kegiatan dalam rangka mewujudkan Sukaramai bebas kumuh dan gerakan 100-0-100. [Riau]

Dokumentasi lainnya:

 

Penulis: Danu Umbara/Nurul Padillah, S. Kom, KMW/OC 2 KOTAKU Provinsi Riau

Editor: Tristiani Susanti/Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait