Beranda Warta Berita Musdar Amin, SE, M.Si: P2KP adalah Upaya Pembelajaran Buat Masyarakat

Musdar Amin, SE, M.Si: P2KP adalah Upaya Pembelajaran Buat Masyarakat

Comments (0) View (1228)
Radio Setia Nada Luwuk, pada 31 Juli kemarin, menggelar Dialog Interaktif dengan topik seputar pelaksanaan P2KP di kabupaten Banggai. Tiga narasumber dihadirkan, satu diantaranya adalah Ketua Bappeda Kabupaten Banggai, Musdar Amin, SE,M.Si. Dialog dipandu langsung oleh Muhlis Pambawa dari Radio Setia Nada, berikut ini kutipan wawancara yang telah disunting. Apakah yang membedakan P2KP dengan proyek sejenis. Nampaknya P2KP terlalu rumit kita saksikan ada pendamping-pendamping, sementara proyek-proyek lain tidak seperti itu. Barangkali Bapak ketua Bappeda bisa menjelaskan lebih jauh agar masyarat mungkin bisa mengetahui. Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan, atau P2KP memang ada beberapa perbedaan-perbedaan antara program P2KP ini dengan proyek-proyek yang lain. Dalam konsep penanggulangan kemiskinan, perlu saya jelaskan bahwa program P2KP ini merupakan suatu program yang fokus atau diarahkan dalam upaya penanggulangan kemiskinan perkotaan. Kedua, adalah yang berkaitan dengan bagaimana melalui P2KP ini bisa memberikan pembelajaran pada masyarakat untuk bisa melaksanakan program yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat itu sendiri, kemudian di sini juga P2KP ini diharapkan akan menumbuhkan partispasi dan kebersamaan dari pada pelaksanaan P2KP ini, dan yang tidak kalah pentingnya adalah, khususnya berkaitan dengan P2KP ini, kita membangun kembali nilai-nilai universal yang selama ini mungkin cenderung semakin menghilang karena berbagai program yang begitu banyak. Yang kadang-kadang bisa mengabaikan tingkat atau nilai-nilai universal itu. Apakah memang pemerintah kabupaten sudah merencanakan satu strategi yang mungkin bisa mengurangi angka kemiskinan, Apakah hanya dengan proyek P2KP itu masyarakat Banggai bisa berkurang dari 55% persen menjadi lebih kecil lagi atau bagaimana? Diharapkan dengan program P2KP ini akan bisa memberikan share atau upaya pemerintah untuk bisa menurunkan tingkat kemiskinan di kabupaten Banggai. Beberapa waktu yang lalu telah dilakukan semacam semacam rapat orientasi yang diikuti oleh beberapa kecamatan. Apakah proyek seperti ini juga akan digulirkan ke Kecamatan- kecamatam lain atau bagaimana upaya pemerintah yang dilakukan untuk kabupaten. Memang di dalam program penanggulangan kemiskinan, kalau P2KP ini sasarannya adalah perkotaan. Kita maklumi bahwa aspek kemiskinan ini bukan hanya di perkotaan tapi juga di pedesaan. Oleh karena itu pemerintah daerah akan senantiasa mengusulkan ke pemerintah pusat agar penanggulangan kemiskinan seperti program-program model P2KP dan program penanggulangan kemiskinan lain tidak hanya di arahkan pada masyarakat perkotaan. Juga dipedesaan. Kedepan kita akan konsisten dan senantiasa melihat bagaimana penanggulangan kemiskinan di pedesaan. Oleh karena itu, di kecamatan-kecamatan lain atau di desa yang lain, bukan hanya di kecamatan Luwuk akan kita coba programkan, tetapi ini merupakan atau mungkin “kelinci percobaan” di kota/kecamatan Luwuk, sehingga kedepan kalau kinerjanya baik dalam penanggulangan kemiskinan dengan program P2KP, mungkin kita perluas dan ekspansi ke wilayah kecamatan lain. Apakah ada kerjasama antara pemerintah pusat dengan pemerintah kabupaten ? Yang jelas, tentu ada kerjasama, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan juga tentu tidak terlepas dari pihak–pihak yang mungkin bisa memberikan sharing dan dorongan terhadap pelaksanaan program-program penanggulangan ke miskinan. Karena kita ketahui bahwa aspek kemiskinan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi ini merupakan tanggung jawab semua masyarakat. Saya kira ini merupakan sesuatu yang bias dilakukan oleh semua pihak. Apa tanggapan bapak tentang relawan, apa mereka mendapat fasilitas khusus ? Jadi sangat menarik sekali memang tentang relawan ini karena sebenarnya relawan yang ada sebenarnya merupakan potensi yang patut kita hargai, kita tumbuh kembangkan di tengah-tengah masyarakat. Tanpa konsekuensi pembiayaan yang diberikan, tetapi hanya karena atas militansi atau kemauan yang tinggi dari masyarakat itu sendiri. Yang patut kita pikirkan adalah agar relawan ini senantiasa semakin bertambah adalah program itu sendiri yang sesungguhnya kita rancang sedemikian rupa agar benar-benar menyentuh kepentingan yang dapat dirasakan oleh masyarakat itu sendiri, sehingga relawan ini memang merasakan atau merasa ada kepuasan terhadap orang banyak. Dan menurut saya bahwa yang patut kita pikirkan terhadap relawan ini adalah fasilitas-fasilitas yang mungkin dapat dimanfaatkan oleh para relawan penanggulangan kemiskinan, untuk bisa mempermudah atau memperlancar aktivitas mereka untuk membantu masyarakat di dalam memberikan atau mendukung kegiatan penanggulangan kemiskinan. Masalah relawan tadi memang cukup membantu pelaksanaan kesuksesan pelaksanaan proyek ini. Apakah pemerintah kabupaten itu membentuk sebuah lembaga yang di dalamnya bisa merekrut dari kalangan pers, LSM barangkali sebagai alat komunikasi sekalian input kepada pemerintah terhadap realisasi pelaksanaan proyek P2KP itu. Saya pikir ke depan ada forum atau lembaga yang secara formal dari pemerintah daerah tetapi yang kita perlu ciptakan agar ditengah-tengah masyarakat itu akan tumbuh lembaga dari masyarakat itu sendiri dan dibentuk oleh masyarakat dan untuk dimanfaatkan dalam rangka pencapaian kinerja daripada program-program yang ada di tengah-tengah masyarakat, hanya memang pemerintah daerah perlu memberikan support atau mendorong agar bisa dilaksanakan di tengah-tengah masyarakat. (KMW 6,P2KP II-1)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.