Cerita

Beranda Warta Cerita Sepuluh Pertemuan Menuju Perubahan Desa Ciwangi

Sepuluh Pertemuan Menuju Perubahan Desa Ciwangi

Jawa Barat Garut CSR Cerita Kolaborasi Comments (0) View (627)

Tulisan ini disampaikan sebagai sebuah pembelajaran dari tahapan penyiapan masyarakat untuk menerima dan menjalankan Program Lumbung Desa yang digagas oleh lembaga Ziswaf di Bandung, yaitu Sinergi Foundation. Tahapan persiapan melibatkan unsur dari aparat desa, pengurus RW, kepala Dusun, PKK, dan petani sebagai penerima manfaat program. Tahapan persiapan diramu dari pembelajaran PNPM/Kotaku. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Pertengahan Agustus 2016, koran lokal Bandung, mengabarkan tentang informasi Program Lumbung Desa. Ada peluang bagi 10 desa untuk dapat mengikuti program tersebut. Tersisa waktu 3 hari (13-15 Agustus 2016), hingga pendaftaran dan pengajuan proposal. Sabtu pagi hingga sore, dioptimalkan dengan pengumpulan data, pengamatan berbagai potensi lokal melalui wawancara singkat dan pengambilan gambar di beberapa titik. Malamnya diskusi dengan kepala desa beserta perangkatnya. Disampaikan dokumen draf untuk pengajuan Program Lumbung Desa—hasil kebut semalam pada hari Jumat. Ahad pagi hingga siang, dilanjutkan kembali pengamatan kondisi dan potensi lokal. Hari berikutnya, 14 Agustus 2016, dokumen selesai dan diterima oleh pihak Sinergi Foundation.

Penghujung Agustus 2016, pihak Sinergi Foundation mengundang 30 orang perwakilan dari setiap desa untuk mengikuti Seminar dan Visiting selama 3 hari. Peserta sebagian besar dari Jawa Barat. Peserta lainnya dari Jawa Tengah, Yogya, Jawa Timur, Riau dan Sulawesi. Kegiatan seminar selama dua hari diisi beberapa narasumber, yaitu Ahmad Erani Mustika dari Kemendes, Pendiri Sinergi Foundation Erie Sudewo, Ina Cookies Ina Wiyandini, Penggerak Lumbung Desa di Cianjur Jodi Iswanto, Praktisi/Kelompok Tani dari Tasikmalaya M. Yayan Royan, Pimpinan Sinergi Foundation Sepriyanto, Hastjarjo dari Desain Tata Ruang, dan Pendiri Yatim Online Baban Sarbana. Hari ketiga seluruh peserta mengikuti visiting ke Lumbung Desa Cigalontang di Kabupaten Tasikmalaya. Kunjungan untuk melihat capaian/kegiatan Lumbung Desa Cigalontang, yang mulai berdiri sejak tahun 2015.

Hasil seminar dan visiting, selanjutnya disampaikan dalam pertemuan dengan kepala desa dan beberapa tokoh masyarakat (Kepala Dusun, dan Ketua RW) pada 7 September 2016. Disambung dengan sosialisasi di aula desa kepada ibu-ibu kader kesehatan yang mewakili 12 kampung yang ada di Desa Ciwangi. Dari dua pertemuan tersebut, dihasilkan perbaikan terhadap dokumen pengajuan Program Lumbung Desa dan komitmen serta dukungan dari kepala desa beserta tokoh masyarakat untuk menerima dan siap menjalankan Program Lumbung Desa.

Pada 1 November 2016, pihak Sinergi Foundation melakukan survei ke Desa Ciwangi. Diterima oleh Sekdes dan Kepala Dusun, kunjungan dilanjutkan ke kampung Poronggol RW 7 untuk menggali berbagai informasi tentang kegiatan kelompok tani. Jelang sore, tim dari Sinergi Foundation kembali ke Bandung. Dua minggu kemudian, informasi dari tim survei menyatakan bahwa Desa Ciwangi tidak siap untuk menjalankan Program Lumbung Desa. Sementara waktu, hasil itu diterima. Tapi beberapa hari kemudian, muncul sebuah keyakinan bahwa masyarakat Desa Ciwangi akan berada di suatu titik dengan kondisi yang siap untuk menerima dan menjalankan Program Lumbung Desa.

Berikutnya dilakukan lobi ke pihak Sinergi Foundation. Lobi dilakukan dengan mengajukan skema tahapan penyiapan masyarakat untuk menjalankan Program Lumbung Desa. Penyiapan masyarakat direncanakan dalam 8 kali pertemuan/kegiatan yang kemudian berkembang menjadi 10 kali pertemuan, yaitu: 1. Sosialisasi, 2. Membangun Visi, 3. Membentuk Kelompok, 4. Pemetaan, 6. Survai Kampung Sendiri, 6. Kajian dan Analisa 5 Aset, 7. Lesson Learn Lumbung Desa Cigalontang, 8. Perumusan Program, 9. Prioritasi dan Rencana Aksi, 10. Musyawarah Desa dan Pembentukan Lumbung Desa. Pihak Sinergi Foundation memfasilitasi pembiayaan untuk tahapan penyiapan tersebut. Pembiayaan dikelola dialokasikan untuk konsumsi, ATK, kaos peserta, stiker dan spanduk Kelompok Tani (Poktan).

Pertemuan dilaksanakan setiap minggu di akhir pekan, hari Sabtu atau Ahad. Pertemuan dimulai awal Januari hingga akhir Maret 2017. Pertemuan sempat tertunda tiga kali karena ada kegiatan di masyarakat, antara lain ulang tahun Kabupaten Garut. Pertemuan diikuti oleh dua hingga 4 orang perwakilan dari setiap kampung. Pertemuan umumnya dilaksanakan di madrasah yang berdekatan dengan masjid, dan dilaksanakan bergilir di setiap kampung yang terdapat di 3 dusun. Pertemuan diisi materi sesuai tema, diselingi tayangan film motivasi, game, nyanyian, aksi bersih-bersih di sekitar tempat pertemuan dengan Gerakan Pungut Sampah (GPS), penanaman pohon, makan siang bersama, sholat berjamaah dan doa. Dalam beberapa kali pertemuan, peserta yang rajin dan disiplin mendapat hadiah berupa kalender, buku, pulpen, atau makanan/minuman. Dalam pertemuan ke-10, dipilih dua peserta yang paling rajin dan mendapat hadiah berupa dana pembinaan.

Pada pertemuan pertama, seluruh peserta menyatakan deklarasi, berkomitmen untuk menjalankan Program Lumbung Desa sebagai satu upaya untuk mengubah dan memajukan Desa Ciwangi. Dalam pertemuan berikutnya dikuatkan kembali bahwa pertemuan yang sedang dan akan dijalani hingga tuntas, tidak semata dipandang dan dinilai sebagai persiapan untuk mendapatkan Program Lumbung Desa. Di akhir pertemuan, setiap peserta mendapat tugas atau PR yang harus dikerjakan oleh peserta beserta Poktan di kampungnya. Dalam pertemuan ke-9, peserta diberi amanah untuk menyampaikan titipan dari donasi berupa bantuan pengadaan Al-Qur’an, buku Iqro, buku Doa, buku cerita dan majalah anak-anak untuk disampaikan ke pengurus masjid. Sementara di pertemuan ke-10, setiap peserta diberi amanah berupa bantuan bibit tanaman dan pupuk serta spanduk Poktan.

Dalam rentang Januari hingga Maret 2017, setiap peserta menyampaikan hasil pertemuan di tingkat desa kepada Poktan di kampungnya dalam sebuah pertemuan yang juga dihadiri pengurus RT/RW setempat. Dalam pertemuan tersebut, muncul beberapa gagasan yang kemudian direalisasikan bersama masyarakat. Beberapa kegiatan yang sudah dan sedang dilaksanakan saat ini, antara lain: mengaktifkan kembali penghimpunan bantuan sosial untuk warga berupa beras di RW 3, 5, dan 11, gotong royong bersih-bersih kampung di semua RW, pembuatan nama jalan/gang di RW 2,3 dan 11, pemasangan lampu jalan/gang di RW 8, pengecatan dinding rumah di RW 5, kegiatan pra bank sampah di RW 1 dan 8, membersihkan jalur dan sumber mata air di RW 1 dan 5. Kemudian juga, membantu mengolah sawah di RW 3 dan 5, pembibitan di RW 1 dan 3, penghijauan di RW 3 dan 5, rehab rumah di RW 1, 2, 3, 5 dan 8, pendirian SD/MA di RW 7. Pembuatan Saung Poktan di RW 1 dan 5. Penghimpunan pembayaran listrik di RW 2, 5 dan 8, memeriahkan Pawai Agustusan di alun-alun kecamatan, rehab masjid di RW 1, 3, 5, dan 10. Kini sedang dirintis rehab masjid di RW 4 dan 8, serta perbaikan saluran air di RW 5.

Selepas terbentuknya pengurus Lumbung Desa, pihak Sinergi Foundation melanjutkan pendampingan dengan kunjungan secara berkala. Hasil dari beberapa kunjungan yang dimulai di awal April, akhirnya di bulan Juli disepakati 3 kelompok tani yang mendapatkan bantuan pertama dari Sinergi Foundation, yaitu Poktan Saluyu (RW 1 dusun 1) senilai 32 juta, Sejahtera (RW 5 dusun 2) senilai Rp25 juta dan Poktan Kerta Rahayu (RW 7 dusun 3) senilai 14 juta. Ketiga Poktan tersebut dinilai dari Tiga A, yaitu Absen, Akses dan Aksi. Absen berkaitan dengan tingkat kehadiran Poktan dalam setiap pertemuan, Akses berhubungan dengan komunikasi di internal Poktan dan tingkat desa, serta Aksi berkaitan dengan kegiatan yang dilaksanakan Poktan (pertemuan rutin, tabungan, peduli lingkungan, sedekah, dan lain-lain).

Bantuan dana digunakan untuk pengadaan sarana dan peralatan pertanian, benih padi dan pupuk. Bantuan tersebut harus bergulir dan dikembangkan untuk masyarakat di RW masing-masing. Bantuan diterapkan secara syar’i. Poktan memberikan pelayanan terhadap anggota Poktan dan petani di luar Poktan. Tidak ada bunga atas pinjaman berupa benih atau pupuk. Sementara untuk penjualan, diberikan harga yang lebih rendah dari harga pasar atau minimal sama dengan toko di desa. Laba yang dihasilkan, dialokasikan untuk operasional, tambahan modal dan sedekah.

Pendampingan terus dilakukan oleh Sinergi Foundation dengan tahapan Persiapan, Pra Lumbung Desa, Lumbung Desa, Pengembangan Lumbung Desa, Desa Mandiri, Desa Wisata. Pendampingan antara lain dilakukan dalam kunjungan secara periodik dan menetap 1-2 hari di lokasi Poktan. Pihak Sinergi Foundation pun turut menyalurkan bantuan Bingkisan Lebaran untuk Petani dan Bantuan Kambing Kurban yang dikerjasamakan dengan pengurus Lumbung Desa dan Poktan.

Meski ada persoalan di kepengurusan di tingkat desa (kesibukan pengurus, tidak ada dana operasional, jangkauan desa yang luas), Poktan di beberapa RW terus bergerak merealisasikan rencana aksi yang sudah mereka buat dan melanjutkan kegiatan yang sudah mereka rintis. Sementara 3 Poktan yang sudah mendapat bantuan, menjadi tumpuan dan harapan bagi kampung lainnya, berjuang keras agar bantuan yang sudah mereka raih, dapat berkembang dengan baik.

Dari Jakarta, sejak Juli, saya hanya memantau melalui grup WA. Sesekali memicu diskusi. Di lain waktu menyapa dan menyemangati. Di hari lain, beberapa kali chat saling bertukar pikiran. Terkadang di akhir pekan, sengaja berkunjung menjumpai mereka. Semoga 10 kali pertemuan itu dapat mengantar terjadinya perubahan di Desa Ciwangi. Perubahan untuk menjadi desa yang maju, amanah dan penuh berkah. [PL-Jabar]

Alur Lumbung Desa Ciwangi: 

 

Penulis: Maryana Ahmad, Mantan Korkot Bogor/KME KOTAKU wilayah 1, Jawa Barat

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.