Beranda Warta Cerita Kebon Manggis Jadi Tempat Baru untuk Ber-swafoto

Kebon Manggis Jadi Tempat Baru untuk Ber-swafoto

Jawa Barat Bogor Paledang Kebon Manggis Infrastruktur Comments (0) View (1931)

Kota Bogor di pagi hari, yang biasanya diguyur hujan, ternyata bercuaca cerah bersahabat pada Kamis, 21 Desember 2017 kemarin. Warga Kelurahan Paledang, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat hari itu penuh antusias menyambut kedatangan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar yang berkunjung guna meresmikan pemanfaatan Bantuan Dana Investasi (BDI) kegiatan Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) Program Kota Tanpa Kumuh (KTOAKU) di Kawasan Kebon Manggis RT 01/04 dan RT 05/07.

Warga tampak bangga dan bahagia atas hasil kerja keras yang sudah dilakukan oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dan masyarakat dalam menata kawasan, yang tadinya kumuh menjadi kawasan bersih dan indah. Kreativitas warga juga dimunculkan melalui ragam warna-warni lukisan dinding, menambah keindahan Kawasan Kebon Manggis. Apalagi, seorang seniman lokal, pelukis jalanan bernama Eki Salim Bawazir, turut berpartisipasi memperindah kawasan Kebon Manggis dengan melukis dinding lingkungan Kebon Manggis. Hasilnya, berbagai mural indah beraneka warna tergambar di dinding.

Kini warga yang gemar mengambil foto, tak perlu jauh-jauh ke Kebun Raya Bogor untuk ber-swafoto (selfie). Cukup ke Kawasan Kebon Manggis, warga bisa ber-swafoto dengan latar gambar Kebun Raya dan Tepas Salapan Lawang.

Selain dari Program KOTAKU, kegiatan pembangunan fisik di Kebon Manggis Kelurahan Paledang juga melingkupi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang merupakan stimulan dari Gubernur Jawa Barat, serta penyediaan bak sampah dari Pemerintah Kota Bogor. Pembiayaan dari KOTAKU dialokasikan untuk kegiatan perbaikan jalan tangga batu alam dan kelengkapannya, juga jalan beton, sarana, dan IPAL. Selain penataan kawasan, RT 01/04 juga diintervensi menjadi Kampung Keluarga Berencana (KB), yang juga berfokus pada kegiatan sosial dan ekonomi.

Kota Bogor masih memiliki 17 kelurahan kawasan kumuh. Berkat bantuan dari pusat, Provinsi Jawa Barat secara bertahap mencoba melakukan upaya perbaikan kawasan kumuh lewat Program KOTAKU. Begitu juga dari provinsi dengan bantuan sosial untuk Rutilahu. Dan, karena keterbatasan dana daerah, Kota Bogor sangat berharap bantuan dari Provinsi Jawa Barat lebih ditingkatkan, agar 17 kawasan kumuh di Kota Bogor bisa segera terselesaikan, dan bisa dinikmati untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat.

Seperti dikatakan Wali Kota Bogor Bima Arya, yang disampaikan Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat, Pemerintah Kota Bogor berkomitmen dengan sekuat tenaga, bersama semua BKM di Kota Bogor, akan mewujudkan mimpi-mimpi Gubernur Jawa Barat, dan Wali Kota Bogor. Yakni, masyarakat Kota Bogor bisa segera meraih kesejahteraannya lewat Program KOTAKU.

Hal senada diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar. “Bagaimana seharusnya membangun Kota Bogor yang sangat padat ini. Karena itulah Program KOTAKU dan pembenahan Rutilahu menjadi sangat penting. Kebutuhan rumah tidak bisa dihindari. Perumahan seperti apa yang layak huni. Lingkungan seperti apa yang harus kita bangun supaya bersih, agar menjadi manusia yang berjati diri, mandiri dan produktif. Ini merupakan perintah UUD 45. Sehingga, akan diusahakan dan bersinergi bersama-sama,” tegas dia.

Pada kesempatan yang sama, Deddy menyatakan dirinya mengapresiasi BKM. Menurutnya, fungsi BKM menjadi sangat penting dan sangat strategis. Tanpa BKM, akan sulit mencapai hasil maksimal. Dalam hal ini, menurutnya, KOTAKU berhasil membuat permukiman yang cukup nyaman untuk masyarakat. Tak lupa, ia juga mengapresiasi kaum ibu yang ada di Kebon Manggis.

Ia mengungkapkan, di Provinsi Jawa Barat tahun 2017, ada 10.000 Rutilahu yang dibangun dari APBD—8.000 unit di perdesaan dan 2.000 unit di perkotaan. Di Kota Bogor ada 222 unit Rutilahu yang dibangun. Sedangkan di Kebon Manggis ada 30 unit Rutilahu yang dibangun. “Ini hanya stimulus,” tegas Deddy.

Menurut dia, di Jawa Barat ada dua sifat yang menjadi keunggulan, yaitu pertama, sifat gotong-royong paling tinggi dibandingkan seluruh provinsi se-Indonesia. Kedua, sifat kepatuhan tertinggi kepada pemimpin agama dan masyarakat religius. Karena sifat religius maka ada kesadaran kebersihan, sehingga warga Jawa Barat lebih mudah dimotivasi dalam membangun kota tanpa kumuh.

Lebih lanjut, Deddy memuji drainase yang sudah dibangun melewati sungai. Ia sempat bertanya, apakah jika hujan banjir? Warga menjawab, sudah tidak banjir. “Luar biasa pengendalian airnya,” ia berdecak kagum. Mengingat masih ada satu Rutilahu yang harus diperbaiki, Deddy meminta BKM segera mengajukannya. Karena, di tahun 2017, dana untuk perbaikan Rutilahu dari APBD Provinsi sebesar Rp108 miliar, APBD Kota Bogor sebesar Rp30 miliar, atau total Rp138 miliar untuk Rutilahu.

Di Kota Bogor sudah terbangun kegiatan seperti jalan lingkungan, drainase, Rutilahu, gerobak sampah TPS, MCK, IPAL komunal dan hydrant yang diberikan oleh APBD Provinsi Jawa Barat, dan itu akan terus berlanjut. Sementara target untuk Rutilahu setiap tahun sebanyak 20.000 unit Rutilahu dari APBD Provinsi Jawa Barat.

Di Kelurahan Paledang juga ada 1 IPAL komunal yang sudah terbangun, tetapi kecil. Jika ada lahannya Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membangunkan IPAL dan pipanisasi bagi mereka yang memiliki MCK dekat sumurnya. Akan disalurkan ke IPAL komunal agar air bersih yang diminum tidak tercemar.

Dan, tidak mungkin semua itu tercapai optimal kalau tidak bersinergi dengan semua pihak. Pemerintah saja tidak bisa tanpa ada komunitas seperti BKM, tanpa ada akademisi yang mengkaji penelitian masalah-masalah sosial dan ekonomi, tanpa ada usaha dan CSR.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menutup sambutannya dengan membacakan puisi “Cuma Emak yang Tahu” bagi kaum ibu Kebon Manggis. Salam buat seluruh emak-emak di manapun berada. [Jabar]

 

Penulis: Ratna Rengganis, Askot Kelembagaan dan Kolaborasi Kota Bogor, KMW/OC 4 KOTAKU Provinsi Jawa Barat

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.