Berita

Beranda Warta Berita Solo Bersatu Demi 100-0-100

Solo Bersatu Demi 100-0-100

Jawa Tengah Kota Solo Surakarta Comments (0) View (705)

Mider projo poro pamengku projo, nyawiji kawulo dasih. Arti secara umum adalah, aparatur pemerintah yang bersama-sama berkeliling perkampungan untuk berbaur dengan masyarakat. Itulah yang tampak di akhir Januari silam di wilayah RT 02 RT 04, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah. Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo bersama jajaran petinggi Pemerintah Kota Solo, anggota DPRD, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat, pejabat Badan Usaha Milik Daerah, dan para pengusaha swasta terlihat dalam rombongan yang hadir di acara rutin saban Jumat yang diselenggarakan pemkot setempat.

Kali ini, kehadiran para pemangku kebijakan setempat itu adalah untuk meresmikan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal dari Bantuan Dana Investasi (BDI) Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) 2017 Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), Direktorat Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Menurut Koordinator Lembaga Keswadayaan Masyarakat Mawar Puri Mandiri Untung Fathony, pembangunan IPAL di Solo ini dilaksanakan secara partisipatif, mulai dari proses pelaksanaannya. Berdasarkan Pendataan Baseline 100-0-100, terdapat 48 rumah tangga di RT 02 RW 04, Kelurahan Purwosari, yang belum memiliki mandi, cuci, kakus (MCK) dengan standar kualitas layak. Bahkan, sebagian lainnya—di wilayah yang sama—masih memanfaatkan MCK Umum dengan kondisi kurang layak.

Areal tersebut memang membutuhkan perhatian khusus. Maklum, letak pembangunan tangki septik terdeteksi berdekatan dengan sumber air minum. Tak pelak lagi, lantaran permukiman yang super padat, kualitas air minum wilayah setempat pun jauh dari standar baik untuk dikonsumsi. Berdasarkan hasil uji laboratorium, kadar E.Coli dalam air tanah tersebut mencapai lebih dari 50 untuk setiap 100 mililiter air. Padahal idealnya, kadar tersebut mesti nol.

Atas dasar itulah, Tim Inti Perencanaan Partisipatif bersama Lembaga Keswadayaan Masyarakat serta masyarakat memutuskan prioritas awal dari pemanfaatan BDI lewat pembangunan IPAL untuk areal permukiman seluas 1.373 hektare di wilayah RT 02 RW 14. Harapannya, luasan kumuh berdasarkan aspek sanitasi dan pemenuhan pelayanan air minum yang layak bisa diatasi. Walau begitu, Untung Fathony menambahkan, pembangunan IPAL tersebut baru bisa melayani 32 sambungan rumah tangga dan masih 16 sambungan rumah tangga lainnya yang belum bisa diakses.

Kekurangan anggaran ini langsung disambut Hadi Rudyatmo dengan meminta perhatian pihak swasta dari rencana alokasi dana tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) di Solo. Dia meyakini, sinergi masyarakat, DPRD, OPD, BUMD, dan swasta bisa menciptakan 0 persen kawasan kumuh pada 2019. Perusahaan Daerah Air Minum setempat pun diharapkan mampu mengupayakan sambungan air minum gratis untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

Khusus soal air, Wali Kota Solo menegaskan bahwa pembangunan IPAL Komunal dan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu berkonsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle) justru menyelamatkan air tanah bagi generasi mendatang. Lantaran itulah, sinergi perusahaan swasta, anggota DPRD, OPD, BUMD serta masyarakat setempat dapat diimplementasikan dengan membangun 5 Budhaya (Budhaya Hidup Gotong Royong, Budhaya Memiliki, Budhaya Merawat, Budhaya Menjaga, dan Budhaya Mengamankan Kota Solo dan isinya).  [Jateng]

 

Oleh: Lynda Prima, Fasilitator Sosial Kota Surakarta, OSP 5 Kotaku Provinsi Jawa Tengah

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.