Beranda Warta Cerita Warga Kelurahan Rawa Makmur Mulai Tersenyum

Warga Kelurahan Rawa Makmur Mulai Tersenyum

Comments (0) View (535)

Genangan air, banjir, bau selokan akibat limbah rumah tangga, hingga jalan berlubang adalah fakta keseharian buat warga Rukun Tetangga 21 Kelurahan Rawa Makmur, Kota Bengkulu. Tapi, itu dulu. Masa silam potret kumuh tadi kini berangsur hilang perlahan. Usai menanti perubahan sejak puluhan tahun, warga yang bermukim di sepanjang jalan tanggul Sungai Muara Bangkahulu ini sekarang boleh tersenyum lebar.

Pasalnya jelas. Kondisi jalan mulus, udara segar, serta bebas banjir yang acap dimimpikan penduduk RT 21 kini jadi kenyataan. “Kalau dulu, jalan ni banyak lobang. Sering tegenang. Alhamdulillah lah mulai dibangun sekarang. Kan anak-anak jadi pacak maen sepeda jugo kalu sore-sore cak ini,” kata seorang ibu, warga setempat.

Ruas jalan di sepanjang tanggul Sungai Muara Bangkahulu memang sedang dibenahi. Proses penyempurnaan itu pun sudah lumayan buat warga, khususnya di lingkungan RT 21. Saban sore, sebagian ibu-ibu bertandang di muka rumah sambil mengawasi anak-anaknya bermain di jalanan yang sedang dibangun. Pembangunan tersebut dilakukan melalui pemanfaatan Bantuan Dana Investasi (BDI) dari Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) National Slum Upgrading Program (NSUP) – Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kota Bengkulu.

Kelurahan Rawa Makmur memang teridentifikasi memenuhi tujuh indikator lokasi kumuh. Mulai dari keteraturan bangunan, aksesibilitas lingkungan, drainase lingkungan, pelayanan air minum, pengolahan limbah, pengolahan sampah, proteksi terhadap bahaya kebakaran, serta keberadaan ruang terbuka yang terbatas. Parameter yang sama juga berlaku bagi RT lainnya di Kelurahan Rawa Makmur untuk memetakan areal kumuh yang bakal ditangani.

Dampak intervensi Program Kotaku mengubah drastis Kelurahan Rawa Makmur, khususnya RT 21 dari angka kumuh 27 menjadi 24. Walau belum signifikan terbebas dari kumuh, bagian penting dari indikator kumuh mulai teratasi: tak ada genangan air, tak lagi tercium selokan yang bau, infrastruktur jalan pun mulai diperkokoh dan indah dipandang. Sementara persoalan kumuh lainnya di kawasan ini seperti kondisi bangunan, tata kelola sampah, air minum, dan sanitasi masih belum tertangani. Pekerjaan rumah Program Kotaku masih dinanti. [Bengkulu]

Dokumentasi lainnya:

 

 

Penulis: Paryani, ST. (Askot Infra Korkot Kota Bengkulu) & Kartini R, SP (Subprof CB) KMW/OC 2 Kotaku Provinsi Bengkulu

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.