Beranda Warta Berita “Berbagi” Sehari di Subulussalam

“Berbagi” Sehari di Subulussalam

Aceh Subulussalam KBIK Comments (0) View (1100)

Ada yang penting di Kota Subulussalam, pertengahan Februari silam. Koordinator Kota (Korkot) Subulussalam Wijaya Setyadi menggelar pertemuan krusial bertajuk Kelompok Belajar Internal Konsultan (KBIK) bersama 37 Fasilitator Kelurahan (Faskel) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), sejak pagi hari. Perhelatannya diselenggarakan di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Subussalam. Pembahasan KBIK kali ini adalah Penyepakatan Target Pengurangan Kumuh 2018 berdasarkan Simulasi Pengurangan Kumuh dari Bantuan Dana Investasi (BDI) 2018 untuk Skala Lingkungan dan Skala Kota.

Ketua Panitia Penyelenggara KBIK Agus Sep menambahkan, agenda lainnya adalah pembahasan rencana Kolaborasi 2018, serta strategi dan rencana pencapaian Indekator Kinerja Utama (Key Performance Indicator) 2018. Narasumber yang hadir adalah Asisten Infrastruktur Andi Putra dan Asisten Fachrul Rozi. “Kegiatan ini masuk dalam Siklus Program Kotaku 2018 yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan menguatkan kapasitas pengentasan kumuh bagi semua fasilitator Kota Subulussalam,” kata Agus.

Aksi saling berbagi ala KBIK kali ini memang sejalan dengan harapan Wijaya Setyadi, sebagai pemangku jabatan Korkot Subulussalam yang baru. Dia berharap, perencanaan program pengurangan kumuh di Subulussalam mesti memiliki konsep dan tema yang baik, tak sekadar pelaksanaan program yang harus berjalan. Target pencapaian di tahun mendatang, fakta kumuh di Kota Subulussalam harus menjadi 0 hektare.

Wijaya membuka fakta bahwa selama ini Kota Subulussala—pemekaran dari Kabupaten Aceh Singkil—selalu masuk dalam peringkat tiga besar pelaksanaan Program Kotaku di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Lantaran itulah dia berharap, lewat momentum KBIK yang dilaksanakan hingga sore hari itulah, seluruh faskel mampu berinovasi meningkatkan kinerja demi merebut posisi teratas buat permukiman layak huni, produktif, dan berkelanjutan di wilayah Serambi Mekah. [Aceh]

Dokumentasi lainnya:

 

Penulis: Satria Tumangger, Faskel Sosial Tim 42 Kota Subulussalam, KMW/OC 1 KOTAKU Provinsi Aceh

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.