Beranda Warta Cerita Ketika Sukolilo Baru “Berdandan”

Ketika Sukolilo Baru “Berdandan”

Sukolilo Surabaya Jawa Timur Comments (0) View (1320)

Cerita tumpukan sampah di saluran air pembuangan, kini cuma kisah isapan jempol di RT 1, 2, dan RT 3 RW 3, Kelurahan Sukolilo Baru, Kota Surabaya, Jawa Timur. Aktivitas tikus-tikus yang lalu lalang di gang pemisah dua kelurahan—Sukolilo Baru dan Kenjeran—yang acap kebanjiran itu pun tak terlihat lagi. Semua potret kumuh tadi sekarang tinggal kenangan usai gelar “dandan”. Dan kini, areal permukiman di gang sepanjang 160 meter sudah beranjak tak kumuh lagi.

Awalnya, setiap hujan mengguyur, luapan air yang menggenangi hingga ke dalam rumah warga adalah kepastian di lokasi perbatasan Kelurahan Sukolilo Baru dan Kenjeran. Maklum saja, saluran terbuka di gang di wilayah itu selalu dipenuhi sampah yang bertumpuk dan menghambat aliran air. Kehadiran tikus-tikus pun seolah pemandangan yang biasa di permukiman ini. Pipa air buangan dari kamar mandi warga menghiasi di sisi kiri kanan saluran. Bahkan, banyak penduduk setempat yang menjadikan bibir saluran sebagai tempat aktivitas memasak dan cuci piring. Semrawut dan kumuh, pastinya.

Untunglah masyarakat tidak bergeming, berdiam diri. Melalui Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) yang dibiayai alokasi Bantuan Dana Investasi (BDI) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), sekarang sudah terbangun saluran buangan air lingkungan menggunakan konstruksi U-Ditch (beton bertulang). Merujuk syarat perhitungan teknis dimensi, saluran dengan kedalaman 80 sentimeter dan lebar 60 cm dinilai mampu menampung air hujan dan debit air yang melalui wilayah tersebut.

Saluran dengan model tertutup tadi belakangan berfungsi sebagai ruas jalan tembus dari wilayah permukiman warga Sukolilo Baru dan Kenjeran menuju jalan raya utama. Tak cuma itu. Sekarang tak ada lagi sampah berserakan lantaran masyarakat dilarang keras membuang sampah di saluran itu.

Berawal dari perbaikan saluran buangan air, masyarakat setempat terinspirasi buat memperindah lingkungan. Berbekal pertemuan intensif bersama Tim Koordinator Kota Surabaya dan fasilitator, Badan Keswadayaan Masyarakat dan Kelompok Keswadayaan Masyarakat, warga berinisiatif membangun taman-taman di sepanjang saluran dengan menanami beragam jenis tumbuhan. Sementara penutup saluran pun tak lepas dari hiasan cat warna-warni. Sepanjang ruas saluran jadi arena bermain dan bercengkerama warga.

Pemerintah Kota Surabaya berkeinginan menjadikan gang saluran ini sebagai destinasi wisata, yang notabene bakal menambah pendapatan warga sekitar. B Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya, Satuan Kerja Pembangunan Infrastruktur Permukiman Kota Surabaya, Pemkot Surabaya berencana menambahkan di antaranya vertical garden plus penanaman sayur mayur dan integrasi persampahan. Kebetulan, lokasi ini berdekatan dengan Kampung Pelangi dan Air Mancur Menari Jembatan Surabaya.

Kawasan permukiman Kelurahan Sukolilo Baru meliputi RW 01, 02, dan 03 di seluruh rukun tetangga. Berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Surabaya Nomor: 188.45/143/436.1.2/2015 tentang Kawasan Prioritas Peningkatan Kualitas Perumahan dan Permukiman di Kota Surabaya, areal kumuh di wilayah ini mencapai seluas 11,42 hektare. Tipologi permukiman kumuh Kelurahan Sukolilo Baru adalah permukiman dan kawasan pesisir utara Kota Surabaya. Arahan Tata Pola Ruang Sukolilo Baru adalah gabungan antara permukiman nelayan dengan perdagangan jasa dan penunjang pariwisata.

Wajah Sukolilo Baru tentu jauh bisa lebih baik, sesuai visi permukimannya untuk mewujudkan kawasan permukiman yang berkarakter dan bersahabat yaitu Bersih, Sehat, Asri, dan Bermartabat. Tentu saja, untuk mewujudkannya dibutuhkan kolaborasi semua. Sepakat? [Jatim]

Dokumentasi lainnya:

Penulis: Eddy Iwantoro, Korkot Surabaya & TF 59 Surabaya, OSP/KMP Kotaku Provinsi Jawa Timur

Editor: Epn

 

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.