Berita

Beranda Warta Berita Satker PKPBM: Kualitas Infrastruktur adalah “Harga Mati”

Satker PKPBM: Kualitas Infrastruktur adalah “Harga Mati”

KMP-2 Infrastruktur Pelatihan Comments (0) View (662)

Persyaratan yang diabaikan tampaknya tak pernah berkesudahan. Paling tidak, itulah yang tergambar dari sejumlah pelaksanaan kegiatan pembangunan infrastruktur Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Menurut Kepala Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Berbasis Masyarakat (PKPBM) Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mita D. Aprini, masih banyak kaidah teknis dasar yang tidak terpenuhi. Padahal seharusnya, melalui Program Kotaku-lah kualitas pembangunan infrastruktur semakin meningkat. “Kualitas teknis infrastruktur menjadi kewajiban yang harus dipenuhi,” kata Mita di Rapat Persiapan Pendampingan Kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Jasa Konstruksi Program Kotaku di Ruang Rapat Sunan Kalijaga, Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (2/3).

Harapan Mita tampaknya tak berlebihan. Hasil analisa pelaksanaan kegiatan infrastruktur memang tampak tak senada di sejumlah wilayah. Kondisi itulah yang akhirnya menginisiasi Kota Pekalongan untuk menyelenggarakan ajang urun rembuk menyempurnakan melalui rencana pelatihan dan sertifikasi tenaga konstruksi. Tujuannya jelas, supaya kualitas pembangunan infrastruktur Program Kotaku meningkat dan terjaga.

Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan Wilayah 2 Bina Konstruksi Kementerian PUPR Agus Muryanto, perwakilan Sub Direktorat Kerja Sama Ditjen Bina Konstruksi, Kepala Satker PKPBM Mita D. Aprini, Tim Satker Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Provinsi Jawa Tengah, anggota DPRD Kota Pekalongan, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah Perumahan dan Permukiman Kota Pekalongan, perwakilan Forum Lembaga Keswadayaan Masyarakat Kota dan Kecamatan di Pekalongan, Tim Koordinator Kota National Slum Upgrading Program (NSUP) dan Neighborhood Upgrading and Shelter Project (NUSP)-2 Program Kotaku, serta tenaga ahli pelatihan dari Konsultan Manajemen Pusat (KMP) dan Konsultan Manajemen Wilayah (KMW).

Perencanaan pelatihan dan sertifikasi tenaga konstruksi ini sudah merujuk ketentuan yang berlaku. Agus Muryanto memaparkan, setiap tenaga kerja yang bekerja di bidang jasa konstruksi wajib memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja seperti yang tercantum dalam Undang-undang Jasa Konstruksi Nomor 2 Tahun 2017, pasal 70 ayat 1. “Satu kegiatan yang digalakkan menyentuh masyarakat kecil melalui padat karya, dan di Kementerian PUPR melalui infrastruktur berbasis masyarakat,” kata dia.

Kepala Seksi Penjamin Mutu Direktorat Kerja Sama dan Pemberdayaan Ditjen Bina Konstruksi Aditya Anwar merinci, tenaga kerja konstruksi yang wajib memiliki sertifikat kompetensi adalah tenaga kerja yang memiliki jabatan kerja sebagai operator, teknisi, atau analis atau ahli. Tahapannya dimulai dari perumusan jenis pekerjaan, sinkronisasi kompetensi dengan jenis pekerjaan, keahlian yang dibutuhkan berdasarkan kompetensi yang ada, dan modul yang akan dipakai dalam pekerjaan yang dimaksud.

Peserta sertifikasi kompetensi mesti memenuhi sejumlah syarat baku. Yakni, terdaftar sebagai masyarakat penerima bantuan Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat, memiliki Kartu Tanda Penduduk, belum pernah mengikuti pelatihan sejenis, dapat membaca dan menulis, serta pernah memiliki pengalaman bekerja di sektor konstruksi.

Sementara untuk menentukan jumlah peserta tenaga konstruksi yang bakal dilatih, pelaksanaan pembangunan infrastruktur Program Kotaku mesti merinci data kebutuhan. Mulai dari jenis kegiatan konstruksi yang akan dibangun, jumlah pekerja yang dibutuhkan, bahan material yang akan digunakan, serta tahapan pelaksanaan konstruksi. Dari keseluruhan data tersebut akan terlihat jelas, jenis pelatihan konstruksi yang dibutuhkan untuk jumlah peserta tertentu.

Berdasarkan fakta di lapangan, memang masih banyak pembangunan infrastruktur yang tidak mematuhi kaidah teknis. Akhirnya, hasil pembangunan dari sisi usia bangunan, keselamatan, dan sisi keberfungsian tidak sesuai dengan yang diharapkan: bangunan berusia satu tahun sudah rusak. Dan hanya merujuk pada rambu-rambu yang dipatuhi serta memahami bahan yang cocok dengan kondisi wilayah, pemilihan material seperti pasir, semen, paving block yang tidak tepat sasaran bisa dihindari.

Berbekal analisa itulah, Kota Pekalongan didaulat sebagai daerah target awal upaya pengembangan dan peningkatan kualitas infrastruktur melalui kegiatan pelatihan dan sertifikasi tenaga konstruksi. “Pelatihan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki masyarakat untuk menjamin keberlanjutan pelaksanaan program,” kata Kepala Satker Pengembangan Infrastruktur Permukiman Berbasis Masyarakat (PIPBM) Kota Pekalongan Andrianto.

Mita menambahkan, bila hasil pelatihan dan sertifikasi tenaga konstruksi yang diterapkan di Kota Pekalongan dinilai baik, maka pola yang sama akan diterapkan di seluruh wilayah Program Kotaku. Kualitas infrastruktur ini sangat penting dan tidak bisa ditawar lagi, sehingga hasil dari pembangunan dapat dirasakan dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat secara berkelanjutan. Kualitas infrastruktur memang “harga mati”. [KMP-2]

 

Penulis: Imanudin, Training NMC-2 NSUP Kotaku

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.