Cerita

Beranda Warta Cerita Yang "Rancak" dari Kelurahan Tanjung Paku

Yang "Rancak" dari Kelurahan Tanjung Paku

Sumatra Barat Solok Kaum Ibu Partisipasi Perempuan Comments (0) View (901)

Rancak bantuak kito tagantuang rancak pakarangan kito. Kalimat bermakna cantik penampilan tergantung cantiknya lingkungan kita, agaknya dicamkan betul kaum ibu-ibu di Kelurahan Tanjung Paku, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Provinsi Sumatra Barat. Pasalnya, semangat itulah yang akhirnya ikut menyukseskan perubahan prosentase status kumuh 27,58 hektare menjadi 14,81 Ha di wilayah tersebut. Inisiatif dan partisipasi para perempuan di sana boleh disebut menjadi motor perubahan lingkungan setempat bersama para pemuka adat dalam penanganan kumuh.

Status kumuh Kelurahan Tanjung Paku yang termaktub dalam Surat Keputusan Wali Kota Nomor 185/45/653 Tahun 2014 sebagai Kawasan Kumuh dengan Kategori Kumuh Berat boleh jadi menjadi beban tak berkesudahan para ibu-ibu. Dari luas total kelurahan sebesar 235 Ha, terdapat 37,58 Ha lokasi kumuh yang tersebar di tujuh rukun tetangga dan tiga rukun warga. Untunglah, areal dengan populasi 5.610 jiwa tersebut akhirnya menjadi target alokasi Bantuan Dana Investasi (BDI) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) periode 2017.

Para perempuan penggerak ekonomi rumah tangga Tanjung Paku memang tak mau berpangku tangan. Barisan kaum wanita yang tergabung dalam organisasi Pembinaan Kesejahteraan Keluarga dan Dasawisma—dengan usaha industri makanan perumahan dan menjahit—bersemangat bergotong royong mengubah wajah lingkungan menjadi lebih indah, sehat, dan nyaman.

Para Bundo Kanduang ini ikut serta pula dalam penyusunan perencanaan Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) selama lima tahun, hingga musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) di tingkat kecamatan. Anggota LKM Semangat Kejujuran yang mayoritas terdiri dari kaum perempuan itu berkolaborasi mengintegrasikan RPLP, Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (tahunan), dan hasil Musrenbang Kecamatan Tanjung Harapan.Targetnya, penanganan luasan kumuh tak hanya mengandalkan BDI Kotaku, tapi mensinergikannya dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Solok, atau dengan dana bantuan lainnya.

Upaya warga yang kawasannya dilalui jalur rel kereta api dan bantaran Sungai Batang Binguang itu berbuah hasil. Realisasi dana buat Kelurahan Tanjung Paku tercatat mencapai sebesar Rp 500 juta dari BDI dan Rp 1.791.200.000 dari APBD Kota Solok, untuk program pembangunan infrastruktur dan kegiatan pelatihan masyarakat. Di bawah koordinasi Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Semangat Kejujuran, kegiatan pembangunan infrastruktur dari BDI dilaksanakan dalam bentuk pembuatan jalan beton dan drainase. Partisipasi warga dan tokoh warga menghasilkan pembangunan kantor kelurahan yang termegah di Kota Solok yang tanahnya hasil sumbangsih masyarakat, melalui pimpinan adat. Gedung Olah Raga Kota Solok pun dibangun khusus di Kelurahan Tanjung Paku.

Sementara untuk pengembangan kapasitas masyarakat, BDI Kotaku menganggarkan Rp 10 juta untuk kegiatan pelatihan warga setempat. Satu di antara sejumlah pelatihan tersebut adalah pengolahan sampah rumah tangga dan sampah mainan yang berubah menjadi bernilai ekonomis seperti vas bunga dari kertas koran yang sudah dibuang masyarakat.

Kini wajah permukiman di Kelurahan Tanjung Paku pun sudah terlihat lebih asri dan sehat. Kepedulian dan pengorbanan masyarakat yang begitu besar demi pembangunan tampaknya memberikan harapan besar mencapai 0 % pada 2019. Supaya rancak, menjadi sempurna. [Sumbar]

Dokumentasi lainnya:

Penulis: Marwandi Putra, Askot Kelembagaan dan Kolaborasi Korkot 1 Solok, OC Kotaku Provinsi Sumatra Barat

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.