Beranda Warta Berita Bekerja Cerdas Lebih Penting dari Bekerja Keras

Bekerja Cerdas Lebih Penting dari Bekerja Keras

Berita EGM 2018 Bogor Comments (0) View (1461)

Bekerja cerdas lebih penting daripada bekerja keras. Untuk itu, personel Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) sebaiknya lebih mampu bekerja cerdas dibandingkan bekerja keras. Personel Kotaku juga hendaknya menjadikan pekerjaan sebagai sumber kebahagiaan, sehingga mengerjakan tugas dengan penuh perasaan dan komitmen yang tinggi.

“Dan, jangan lupa, kita semua ini satu tim. Jangan mengintimidasi teman tim. Bekerjalah dengan empati tinggi dan kasih sayang, serta bersikap ‘memanusiakan manusia’ terhadap sesama teman kerja. Dan satu lagi, jika sampai terbukti melakukan penyalahgunaan dana, ini tidak akan dimaafkan, tidak ada alasan, tidak ada ampun, Anda akan dikeluarkan dari Kotaku,” tegas Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pengembangan Kawasan Permukiman Berbasis Masyarakat (PKPBM) Mita Dwi Aprini saat penutupan Expert Group Meeting (EGM) National Slum Upgrading Program (NSUP) Kotaku di Padjadjaran Suite & Resort Bogor, Senin (30/4), sekitar pukul 09.00 WIB.

Dengan didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) wilayah 1 Martyanti R. B. Sianturi dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) wilayah 2 Mokhamad Fakhrur Rifqie, Mita membahas bagaimana agar Konsultan Manajemen Wilayah (KMW) dapat bekerja lebih efisien. Pertama yang ditekankan adalah mengenai kerja cerdas, yakni dengan memahami dengan utuh arah, kebijakan, konsep, disain, tujuan, sasaran dan target Kotaku—memahami dengan baik isi PAD, pedoman-pedoman dan turnannya, beserta dokumen referensi lain—serta TOR Oversight Consultant (OC) dan Oversight Service Provider (OSP). Kedua, mengenali dengan baik kondisi dan permasalahan lokasi dampingan. Jangan sampai KMW tidak memahami apa yang terjadi di wilayahnya. Ketiga, menyusun strategi pelaksanaan yang komprehensif dengan mengacu pada konsep, disain, tujuan, sasaran, dan target berdasarkan kondisi dan permasalahan lokasi dampingan.

Keempat, melakukan pengendalian pelaksanaan dengan mekanisme yang jelas untuk “mendorong”, “memastikan”, “menjamin” strategi pelaksanaan benar-benar dilaksanakan. Jangan lupa untuk mengoperasionalkan “mendorong”, “memastikan”, “menjamin” dan istilah-istilah lain dalam tindakan yang dapat dikerjakan dan terukur. Kelima, melakukan proses-proses koordinasi dan komunikasi dalam pelaksanaan sebagai upaya pengendalian. Jangan lupa kembali menjadikan kata “koordinasi” dan “komunikasi” sebagai kata kerja, sehingga dikerjakan.

Keenam, kerja secara tim dengan mengoptimalkan keahlian masing-masing. Kerja tim harus dibangun antarTL dan para TA serta seluruh pendukung di OC dan OSP, dengan tim korkot dan faskel, dengan KMP dan advisory. Bahkan harus bekerja secara tim dengan tim satker provinsi, kabupaten/kota, pusat, termasuk pemprov dan kab/kota. “Jadi benar-benar kerja tim, jangan sampai kerja sendiri-sendiri,” tegas Mita.

Ketujuh, struktur tenaga ahli baik di OC/OSP dan KMP dibangun dengan model “Sektor” dan “Sistem”. “Sektor” berarti keahliannya untuk menangani 1 bidang khusus, dan “Sistem” berarti membuat dan menjalankan sistemnyang akan menyatukan berbagai keahlian dalam satu rel Program Kotaku untuk mencapai tujuan. Semuanya harus bergerak kolaboratif dengan mengoptimalkan potensi masing-masing dan menutupi kelemahan yang ada. Menurut Mita, “Sektor” adalah USK Infrastruktur, Urban Planner (UP), dan Manajemen Keuangan (MK), sedangkan ”Sistem” adalah USK Monev, Financial Institutional Collaboration (FIC), Pelatihan, dan Sosialisasi. Input substansinya dari “Sektor”, dan “Sistem” akan menyatukannya sehingga menjadi output yang mendukung kerja program secara menyeluruh. Dan semua tanggung jawab ini ada di tangan TL.

Terakhir, jadikan pekerjaan ini sebagai sumber kebahagiaan, sehingga personel Kotaku mengerjakan dengan penuh perasaan, komitmen yang tinggi. Mita juga menegaskan, "Suksesmu tidak diukur dari seberapa banyak uangmu, namun seberapa banyak meringankan beban orang lain. Jadi, ukurannya adalah manfaat."

EGM tahun 2018 ini dilaksanakan mulai Kamis (27/4) ini diikuti oleh 310 peserta yang berasal dari 34 provinsi. Peserta terdiri atas Team Leader (TL) OSP/OC, Tenaga Ahli (TA) Monev, TA Sosialisasi, TA Manajemen Keuangan, TA Infrastruktur, TA Sistem Informasi Manajemen (SIM), TA Pelatihan, TA Urban Planner, dan TA FIC. Kegiatan ini juga dihadiri oleh seluruh TL dan TA-Sub TA KMP Kotaku wilayah 1 dan wilayah 2.[Redaksi]

Dokumentasi lainnya:

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.