Kotaku Kabupaten Gowa Ciptakan Lorong Layak Anak

Sulawesi Selatan Lorong Layak Anak Infrastruktur Comments (0) View (162)

Masyarakat bersama Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) mewujudkan lorong layak anak di Kelurahan Pandang-pandang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Bahkan lokasi ini mendapat penghargaan di Gubernur Sulsel sebagai “Inisiator Lorong Terintegrasi Berbasis Masyarakat” beberapa waktu lalu. Lorong layak anak ini tepatnya berada di Lingkungan Mangasa RW 6 RT 1 dan RT 2, Kelurahan Pandang-pandang.

Diawali dengan perbaikan infrastruktur, khususnya drainase dan jalan, yang dilaksanakan oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Mapan Bersatu bersama Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) setempat. Sebelum jalan lingkungan diperbaiki, anak-anak Kelurahan Pandang-pandang sangat kesulitan, terutama di musim hujan. Mereka harus melepas sepatu setiap berangkat sekolah, karena jalanan selalu tergenang akibat meluapnya air dari drainase yang buruk. Untuk sekolah saja kesusahan, apalagi untuk bermain, anak-anak merasa tidak nyaman. Kualitas drainase yang buruk itu diperparah dengan bau tak sedap menyengat hidung dan banyaknya jentik-jentik nyamuk. Alhasil, para orang tua melarang anak-anak bermain di jalan, khawatir mereka gatal-gatal digigit nyamuk, bahkan tertular penyakit yang dibawa nyamuk.

Mengingat Kelurahan Pandang-pandang masuk ke dalam lokasi penanganan kumuh maka kelurahan ini menerima Bantuan Dana Investasi (BDI) Program Kotaku. BDI tersebut digunakan untuk membangun jalan lingkungan dan drainase. Hasilnya, jalan lingkungan berubah drastis. Tak hanya orang dewasa yang bisa menikmati perubahan baik ini, anak-anak juga tampak gembira. Lorong juga dihias sedemikian rupa dengan mengikutsertakan usulan dari anak-anak. Kini anak-anak bisa bermain leluasa, serta tetap rapi setiap kali berangkat ke sekolah.  Akhirnya jalan ini disebut sebagai “Lorong Layak Anak”.

“Dulu kami sering dimarahi oleh guru, gara-gara pakai sandal jepit ke sekolah saat musim hujan. Seakrang, setelah lorong diperbaiki, kami ke sekolah bisa lebih rapi dan memakai sepatu,” tutur anak setempat bernama Nurfadilah (11 tahun). Hal senada disampaikan anak lainnya, Muhammad Fidaus (11 tahun). “Terima kasih sudah mengerjakan lorong kami. Kalau dulu kami hanya main dalam rumah, sekarang kami bisa main di jalan sambil hati senang,” katanya.

Dengan demikian, tujuan lorong layak anak tercapai sudah, yaitu lorong yang aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi dan perlakuan salah lainnya. Serta, mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawaasan dan mekanisme pengaduan terkait pencegahan kekerasan terhadap anak dan warga sekolah lainnya.

Tujuan lainnya adalah (1) mencegah anak sakit akibat keracunan makanan dan lingkungan yang tidak sehat; (2) mencegah kecelakaan di sekolah yang disebabkan prasarana maupun bencana alam; (3) mencegah anak menjadi perokok dan pengguna napza; (4) menciptakan hubungan antarwarga sekolah yang lebih baik, akrab dan berkualitas; (5) memudahkan pemantauan kondisi anak selama anak berada di sekolah; (6) memudahkan mencapai tujuan pendidikan; (7) menciptakan lingkungan yang hijau dan tertata; (8) ciri khusus anak menjadi lebih betah di sekolah; (9) anak terbiasa dengan pembiasaan- pembiasaan yang positif. [Sulsel]

Dokumentasi lainnya:

Penulis: Anisyah Memang, SF Tim 25 Kabupaten Gowa, OSP 8 Kotaku Provinsi Sulawesi Selatan

Editor: Nurliah Ruma/Nina Razad

0 Komentar