Berita

Beranda Warta Berita Kerajaan Denmark Ikut Berkolaborasi di Karabba

Kerajaan Denmark Ikut Berkolaborasi di Karabba

Sulawesi Selatan Makassar Kunjungan Lapangan Denmark Comments (1) View (620)

Kondisi kumuh di Kampung Karabba rupanya menggelitik perhatian banyak pihak. Di awal Mei tahun ini, Duta Besar Kerajaan Denmark Rasmus Abildgaard Kristenseen menyempatkan diri hadir langsung ke wilayah permukiman di kawasan Sulawesi Selatan tersebut. Sedianya, Kerajaan Denmark akan ikut membantu rencana penataan kawasan kumuh. Rasmus mengawalinya dengan meninjau langsung wilayah, sekaligus memantau penerapan sistem pengelolaan sampah di Kampung Karabba RT 05 RW 02, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

Rasmus didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar Syamsu Rizal, bersama Camat Tallo Andi Zainal Abidin Takko, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, wakil Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, wakil Dinas Perumahan Kota Makassar, wakil Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kota Makassar serta perwakilan Dinas Pariwisata Kota Makassar, dan Team Leader Konsultan Manajemen Wilayah 8 Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Provinsi Sulawesi Selatan Muh. Bakhrun Gassing.

Kawasan permukiman kumuh pesisir di Kelurahan Tallo terdiri dari tiga wilayah dengan luasan kumuh mencapai 15,2 hektare, yakni kawasan Marbo, Kampung Karabba, dan kawasan Agangpancayya. Kampung Karabba adalah lokasi penanganan kumuh berbasis Suku Bugis Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang akan diintervensi melalui kegiatan penanganan kumuh Skala Kawasan. Sedangkan kawasan Pantai Marbo bakal dijadikan lokasi showcase penanganan kawasan kumuh, dan penanganan kawasan Agangpancayya diusulkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Sulsel.

Penanganan kumuh di Kampung Karabba memang mendapat perhatian sejumlah pihak untuk berkolaborasi. Di antaranya Program Kotaku, kelompok Arsitek Komunitas (Arkom), Badan Keswadayaan Masyarakat A’bulo Sibatang, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Perumahan Wilayah III Makassar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yang menyelenggarakan berbagai kegiatan penataan lingkungan dan pengembangan sumber daya manusia.

Rencana kolaborasi penanganan kawasan permukiman kumuh Kampung Karabba dengan luas area 1,2 ha sudah dituangkan ke dalam kesepakatan Memorandum Program yang ditandatangani Wali Kota Makassar dan mitra kolaborasi Pemkot Makassar yaitu, Balitbang Perumahan Wilayah III, dan Program Kotaku. Berdasarkan masterplan penanganan kawasan kumuh Kampung Karabba, Balitbang Perumahan akan membangun satu unit rumah contoh “Balla Longga” (Rumah Tinggi) sebagai model rumah layak huni berarsitektur tradisional Suku Bugis Makassar di permukiman pesisir, dan satu unit lainnya juga akan dibangun Dinas Perumahan dan Kawasan  Permukiman Kota Makassar. Pembangunan sarana, prasarana, dan utilitas akan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar dan Program Kotaku. Peremajaan kawasan kumuh Kampung Karabba diharapkan dapat terealisasi ada 2018 ini dan menjadi model penanganan kumuh pesisir perkotaan. [Sulsel]

Penulis: Hasruddin Itung (TA Sosialisasi) dan Munirfan Najamuddin (TA Urban Planner) OSP 8 Kotaku Provinsi Sulawesi Selatan

Editor: Epn

1 Komentar


  1. Posted by kirana | May 29, 2018

    yalla shoot

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.