Beranda Warta Cerita Saberspungli, Gerakan Bersihkan Sampah Kota Batu

Saberspungli, Gerakan Bersihkan Sampah Kota Batu

Cerita Jawa Timur Kota Batu Comments (0) View (428)

Satu prioritas yang menjadi isu strategis dari visi dan misi Pemerintah Kota Batu setempat tampaknya bakal jadi kenyataan. Yakni, bersama-sama peduli lingkungan hidup yang berkualitas dari aspek pengendalian sampah, limbah permukiman, dan konversi lahan pertanian. Yang semuanya bertujuan menciptakan permukiman sehat dan berkualitas dalam potensi pengembangan agrowisata untuk mewujudkan Desa Berdaya, Kota Berjaya. Prioritas tersebut menitikberatkan pada menciptakan tata kelola ruang dan lahan yang proporsional, perwujudan desa wisata dengan infrastruktur ramah lingkungan, dan peningkatan hidup penghidupan ekonomi komunitas sesuai potensi Kota Wisata Batu (KWB), Jawa Timur.

Dokumen lima tahun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Batu, memaparkan penerapan perencanaan dengan mengedepankan konsep SMART-C (Specific, Measurable, Agreeable, Realistic, Time-bounded, and Continuously Improve). Realisasinya adalah Saberspungli, akronim dari Sapu Bersih Sampah Nyemplung Kali, setiap pekan.

Gerakan Saberspungli adalah jawaban Pemkot Batu dan masyarakat beserta kelompok peduli setempat atas hasil kajian lingkungan hidup Tim Ahli Pendamping Penyusun RPJMD dan Baseline Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Kota Batu dinyatakan bermasalah soal limbah yang tercampur, karena sistem pengolahan dan sarana prasarana sanitasi permukiman plus sampah lingkungan permukiman belum memenuhi standar. Dan, tak hanya itu.

Masih banyak komunitas warga yang rupanya “hobi” membuang sampah sembarangan di sungai utama yang melintasi Kota Batu: Sungai Brantas. Padahal, sungai tersebut menjadi jalur penting penghidupan buat Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kota Malang.

Saberspungli memang buah kolaborasi yang berhasil dikemas Pemkot Batu, bergandeng tangan dengan komunitas pembelajaran Program Kotaku, Kota Sehat, serta Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK) dari Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID). Kolaborasi ini mendasari berbagai upaya mengajak, merangsang, mengadvokasi untuk berbuat atas persoalan sungai dan aliran subpendukung sungai yang melintasi permukiman Kota Batu. Pasalnya jelas, sebagai wilayah agrowisata, spesifikasi karakter sumber daya alam Kota Batu harus dipertahankan. Perwujudan hal tersebut bermula dari sungai yang tak terkotori sampah, aliran limbah tertata, dan masih berpeluang untuk dikonsumsi kendati harus melalui berbagai proses sterilisasi.

Jargon yang diadopsi Saberspungli adalah Bersama Menjaga Aliran Sungai Brantas dan Anak Sungainya Agar Tetap Menjadi Berkualitas. Karena visi selanjutnya dari Saberspungli ini adalah menjadikan ekologi sungai yang terjaga, yang menciptakan Sungai Tematik, serta komunitas pinggir sungai yang mampu mengolah sampah secara mandiri. [Jatim]

Penulis: Heri Purwanto, Askot Mandiri Kota Batu, OSP Kotaku Provinsi Jawa Timur

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.