Beranda Warta Berita Pelatihan Fasilitator Kotaku Jatim: OJT, Bentuk Pembelajaran Teori dan Empiris

Pelatihan Fasilitator Kotaku Jatim: OJT, Bentuk Pembelajaran Teori dan Empiris

Jawa Timur Berita Peningkatan Kapasitas Fasilitator Comments (0) View (715)

Padatnya target yang harus dicapai dalam Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) tidak menyurutkan semangat fasilitator dalam  kegiatan Peningkatan Kapasitas Tim Korkot dan Fasilitator Kotaku OSP 6 Provinsi Jawa Timur (Jatim). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Singgasana dan Hotel Ibis pada 20 – 26 Juni 2018 ini dibuka oleh Kasatker PKP Jatim Teddy Kreswanto dan diikuti oleh 372 orang peserta, terdiri atas tim korkot dan fasilitator lokasi penerima BDI tahun 2018, yang terbagi dalam 12 kelas, dengan melibatkan 24 orang pemandu nasional.

Kegiatan hari keempat dilakukan on the job training (OJT) atau praktik lapangan di 12 kelurahan se-Kota Surabaya dan Gresik, disesuaikan dengan kedekatan lokasi. Masing-masing kelas berkunjung ke kelurahan di 2 RT delineasi kumuh yang ditentukan data kelurahan dampingan. Yang menarik dalam pelaksanaan kegiatan adalah peserta belajar tentang livelihood secara langsung dari skala kelurahan, dan pendataan MBR, serta kajian safeguard.

“Ini adalah ilmu baru yang sangat berharga dalam menilai kegiatan dari berbagai aspek sosial ekonomi yang dikemas dalam livelihood, maupun melihat dampak dari segi safeguard-nya,” kata salah satu peserta, Fasilitator Lumajang Totok yang melakukan OJT di Rungkut Kidul, Surabaya.

Menurut TA SIM OSP 6 Kotaku Jatim Aris Suprihanto yang juga pemandu nasional, OJT merupakan rangkaian peningkatan kapasitas fasilitator untuk melakukan review Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP). Tiga hari bergumul dengan teori dan dua hari praktik lapangan.

Ada tiga kajian yang dilakukan, pertama, dilakukan review, apakah RPLP itu sudah terkonsolidasi dengan Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan (RP2KPKP). Kedua, kajian terhadap livelihood agar pentagonal asset itu betul-betul beririsan dengan 7 indikator. Muaranya adalah meningkatkan kualitas kehidupan dan penghidupan manusia, dalam hal ini lokus utamanya MBR. Ketiga, kajian safeguard. Kajian ini penting agar pembangunan yang dilakukan tidak mengancam dan menjadi bencana bagi masyarakat, baik lingkungan, alam, budaya maupun sosial.  Aris menegaskan, OJT penting agar kemampuan teori di kelas bisa beriringan dengan persoalan lapangan, atau empiris.

Pembagian praktik lapangan terbagi dalam tiga kelompok menunjukkan kerja sama teamwork yang baik terkait pembahasan review RPLP, safeguard, dan Detail Engineering Design (DED). Metodologi dan substansi program dapat ditangkap dengan baik oleh peserta untuk dikembangkan di wilayah dampingan masing-masing sesuai dengan tujuan Program Kotaku.

Kegiatan diakhiri dengan pemberian penghargaan terhadap peserta terinspiratif dalam pelaksanaan penguatan kapasitas di masing-masing kelas berdasarkan penilaian dari pemandu dan penilaian peserta dalam kelas. [Jatim]

Dokumentasi lainnya:

Penulis: Bambang Kristiawan (TA Sosialisasi)/Abdus Salam As'ad (Askot Mandiri Nganjuk) OSP 6 Kotaku Provinsi Jawa Timur

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.