OSP 8 Gorontalo Gelar Pelatihan Tim Korkot-Fasilitator

Gorontalo Pemda Pelatihan Capacity Building Comments (0) View (784)

Pergerakan tanpa henti menuju wilayah bebas kumuh terus berlangsung. pascaliburan panjang Idul Fitri 1439 Hijriah. Oversight Service Provider (OSP) 8 Gorontalo tetap melanjutkan tugas dengan menggelar pelatihan tim koordinator kota dan tim fasilitator kelurahan di Kota Gorontalo, sejak 20 hingga 26 Juni silam. Tenaga Ahli Pelatihan Agustin Abdullah mendata, 36 orang yang terdiri dari asisten koordinator kota sebanyak enam orang dan fasilitator 30 orang hadir dan dibagi menjadi dua kelas pelatihan.

Agustin menambahkan, kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta. Mulai dari kebijakan dan kelembagaan, persiapan Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) plus Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan (RP2KPKP), hingga pengawasan pelaksanaan program, serta membangun kesadaran mengenai integritas pelaku.

Saat membuka acara pelatihan, Kepala Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Provinsi Gorontalo Herman Tobo memaparkan hasil evaluasi nasional tentang kondisi di lapangan. Pencapaian perkembangan Detailed Engineering Design (DED) Skala Lingkungan masuk kategori relatif minim, atau belum tergambarkan. Selain itu, susunannya pun tergolong tipikal, alias minim analisis. Kondisi yang ada mengindikasikan bahwa fasilitator kelurahan kurang berkapasitas dalam penyusunan DED.

Sejumlah infrastruktur yang terbangun pun dinilai masih belum memenuhi harapan kualitas. Fakta ini masih ditambah konsep livelihood yang belum matang, serta belum ada penguatan signifikan yang juga belum masuk ke dalam RPLP.

Kolaborasi pun dinilai belum berjalan optimal dalam mewujudkan 0 hektare luas kumuh. Buktinya, masih banyak penanganan permukiman kumuh di wilayah yang justru bergantung ke pusat. “Karenanya diperlukan penguatan tim di lapangan melalui kegiatan peningkatan kapasitas tim korkot dan tim fasilitator,” kata Herman.

Sang fasilitator diharapkan mempunyai gabungan kemampuan independensi, berani, cerdas, konsisten, dan berempati. Dengan kemampuan itulah, tim fasilitator bisa bersama-sama membangun kolaborasi di lapangan. [Gorontalo]

Dokumentasi lainnya:

 

Penulis: Saprin Mantali, Konsultan Individu Program Kotaku Satker PKP Provinsi Gorontalo

Editor: Epn

0 Komentar