Artikel

Beranda Warta Artikel Pendekatan Livelihood dalam Penyusunan RPLP tingkat Desa/Kelurahan

Pendekatan Livelihood dalam Penyusunan RPLP tingkat Desa/Kelurahan

Artikel Nganjuk Jawa Timur Pentagonal Asset RPLP Livelihood Comments (1) View (1316)

Desa atau kelurahan telah memiliki perencanaan permukiman yang disusun berdasarkan aspirasi, kebutuhan, dan cita-cita masyarakat untuk memperbaiki kondisi di lapangan. Inisiatif tersebut menjadi rencana tata ruang pembangunan desa dan kelurahan yang lebih dikenal dengan sebutan Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP). Yang isinya, tak hanya berbicara soal perumahan dan sarana prasarananya, namun meliputi beragam aspek yang berpengaruh dan berkontribusi pada persoalan kumuh di perumahan maupun kawasan permukiman. Bisa disebut kemudian, RPLP desa atau kelurahan sudah mencakup aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan (SEL).

Bila mau dianalisa, aspek sosial dan ekonomi selalu terabaikan saat RPLP dibahas sejak 2016. Padahal, kedua hal tersebut yang tertinggal tadi amat penting dalam rangka perwujudan penanganan kumuh dengan prinsip yang komprehensif.

Pengkajian aspek sosial dan ekonomi sebenarnya dapat dilakukan melalui pendekatan Livelihood (Penghidupan Masyarakat). Livelihood adalah metode pendekatan dalam pemberdayaan ekonomi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas penghidupan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di kawasan permukiman kumuh.

Fokus mendongkrak kapasitas dan akses ekonomi MBR bisa dicapai dengan strategi pengembangan kelembagaan (Panca Sutra) dan kegiatan usaha KSM di tingkat komunitas. Misalnya dengan strategi perluasan akses pembiayaan melalui pengembangan layanan finansial mikro Unit Pengelolaan Keuangan (UPK) Lembaga Keswadayaan Masyarakat di tingkat komunitas. Sayangnya memang, baru sebagian kecil KSM Pengembangan Penghidupan Berbasis Masyarakat (P2BM) yang konsisten menjalani Panca Sutra dan usahanya.

Tujuan pendekatan tersebut adalah mendukung peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh yang berkelanjutan. Dengan kata lain, peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh berkelanjutan (Sustainable Slum Upgrading) perlu dukungan kegiatan peningkatan penghidupan masyarakat (Sustainable Livelihood). Atau dapat dikatakan pula, upaya pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh perlu dukungan penyediaan infrastruktur dan kegiatan peningkatan penghidupan masyarakat. Yang di antaranya, dengan meningkatkan penghasilan MBR sebagai masyarakat yang rentan dan umum mendiami kawasan permukiman kumuh.

Analisis Pentagonal Aset dalam Pendekatan Livelihood

Pengkajian livelihood dalam dokumen RPLP tingkat desa/kelurahan dapat berawal dari identifikasi  dan analisis jumlah dan karakteristik MBR serta identifikasi dan analisis Pentagonal Aset yang dimiliki desa/kelurahan maupun MBR.  Selanjutnya, dapat dirumuskan konsep dan strategi pengembangan livelihood berdasarkan identifikasi sebelumnya. Dari konsep dan strategi pengembangan livelihood itulah kemudian dirumuskan rencana aksi kegiatan livelihood serta sumber pendanaan untuk menguatkan potensi atau kapasitas MBS dalam kurun waktu perencanaan.

MBR dalam jumlah cukup besar pada suatu wilayah cenderung menimbulkan dampak negatif pada lingkungan permukiman. Misalnya, mencerminkan lingkungan permukiman tidak layak, tidak teratur, hingga menimbulkan kesan kumuh. Dan membahas tentang perumahan MBR bahkan permukiman MBR, potret yang terbayang dan muncul di benak biasanya adalah permukiman yang padat, kacau balau tidak teratur, kotor, merusak atau menodai citra kota.

Untuk itu perlu adanya peningkatan penghidupan atau pendapatan MBR untuk mendukung pencegahan dan peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh. Dengan meningkatnya penghidupan MBR di kawasan permukiman kumuh, diharapkan mereka dapat mengadakan sarana dan prasarana permukiman secara mandiri, dan yang setidaknya sesuai atau memenuhi standar teknis.

Pentagonal aset menjadi prinsip dasar pengelolaan sumber penghidupan. Indentifikasi Pentagonal Aset mencakup Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Alam, Sumber Daya Keuangan, Sumber Daya Sosial, dan Sumber Daya Infrastruktur. Dengan mengidentifikasi Pentagonal Aset ini dapat diketahui kekuatan, kelemahan, ancaman, dan peluangnya. Pentagonal aset ini juga sebagai instrumen penyadaran yang dapat merevolusi mental masyarakat bila intens disampaikan ke komunitas atau individu. Dan masyarakat setempat akan mengetahui secara persis keadaan dirinya dan aset atau sumber daya yang dimilikinya.

Harapannya, kegiatan infrastruktur atau 7 indikator mampu berimplikasi pada kualitas kehidupan dan penghidupan masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah. Pembangunan yang dilakukan tak semata-mata hanya untuk menuntaskan persoalan infrastruktur, tetapi berdampak pada keberlangsungan hidup masyarakat. [Jatim]

 

Penulis: Eka Putri Anugrahing Widi, Fasilitator Urban Planer Kabupaten Nganjuk, OSP Kotaku Provinsi Jawa Timur

Editor: Epn

1 Komentar


  1. Posted by ridone | Jul 22, 2018

    mengidentifikasi Pentagonal Aset ini dapat diketahui nonton online

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.