Gampong Daulat: Bila Sampah Bukan Masalah

Cerita Aceh Kota Langsa Pengelolaan Sampah Comments (0) View (308)

Sampah masih menjadi masalah yang belum teratasi secara tuntas di Indonesia. Pertambahan jumlah penduduk berdampak lurus pada peningkatan volume sampah. Berawal dari permasalahan sampah inilah yang membuat warga Gampong Daulat, Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa, Provinsi Aceh untuk berpikir kreatif dengan solusi membangun rumah sampah.

Gampong Daulat menjadi bagian dari wilayah Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa, yang terdiri dari tiga dusun. Berdasarkan data baseline, Gampong  Daulat  memiliki  luas  wilayah  sekitar 14,33 kilometer persegi (Km²)  yang terbagi atas pemukiman penduduk, tempat pemakaman umum, perkantoran, dan pertokoan. Setelah warga di tingkat kelurahan dan tingkat pemerintah daerah berdiskusi, Gampong Daulat yang statusnya sebagai penerima Bantuan Dana Investasi (BDI) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) bersepakat membangun Rumah Sampah Kreatif pada 2017.

Bersama Kelompok Swadaya Masyarakat Amanah, rumah kelola sampah dibangun sebagai fasilitas yang dimanfaatkan untuk sedikitnya 25 kepala keluarga. Sumber dana pembangunannya adalah kolaborasi antara uang BDI sebesar Rp 148.500.000 dan swadaya sebanyak Rp 1.485.000. Pembangunan rumah sampah tersebut memakan waktu 108 hari kerja.

Rumah Sampah Kreatif Gampong Daulat resmi beroperasi di awal 2018. Ibu-ibu dari wilayah sekitar meluangkan waktunya setiap hari untuk memilah dan membersihkan sampah-sampah yang telah dikumpulkan oleh para relawan. Mekanismenya adalah dengan relawan mendatangi rumah-rumah warga yang sudah menempatkan sampahnya di depan pagar rumah.

Tapi sesuai qanun atau peraturan yang telah ditetapkan di Gampong Daulat, para relawan tidak bakal mengangkut semua sampah. Sebab sampah harus dipilah antara yang masih bisa digunakan dan yang sudah tidak bisa digunakan lagi terlebih dulu. Hal ini dilakukan agar sampah nantinya tidak menumpuk di pekarangan Rumah Sampah Kreatif dan bisa langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) atau tempat yang bisa diakses oleh pihak dinas kebersihan kota. Pengangkutan sampah ini dilakukan dengan menggunakan becak motor yang anggaran pembeliannya juga bersumber dari dana BDI 2017.

 “Pembangunan Rumah Sampah Kreatif dan becak motor sampah di Gampong Daulat sangat besar manfaatnya,” kata Geuchik Gampong Daulat Zainuddin. Menurut dia, selain permasalahan sampah di gampong teratasi dan warga pun semakin terasah keterampilan dan kreativitasnya. Di sisi lainya, warga setempat menjadi lebih akrab dan solid dalam persaudaraan. Warga berkomitmen, bakal selalu merawat, menjaga, dan mempergunakan fasilitas Rumah Sampah Kreatif itu sesuai peruntukkannya. [Aceh]

Penulis: Muhammad Saputra, Fasilitator Kelurahan KK Tim 27 Kota Langsa, OC 1 Kotaku Provinsi Aceh

Editor: Epn

0 Komentar