Beranda Warta Berita Bangladesh dan India Mempelajari Pengalaman Warga Paledang

Bangladesh dan India Mempelajari Pengalaman Warga Paledang

Berita Jawa Barat Bogor Paledang Kunjungan Lapangan Comments (0) View (647)

Kawasan Kebon Manggis dan Tanjakan Pala di wilayah RT 01/04 dan RT 05/07, Kelurahan Paledang, Bogor, Jawa Barat mendapat kunjungan sejumlah pemerhati dari Bangladesh dan West Bengal, India, Kamis (12/7) pagi menjelang siang. Tak kurang dari 30 orang peserta rombongan hadir di area yang telah diresmikan kegiatan Bantuan Dana Investasi (BDI) Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) pada 2017 oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar itu. Para tamu negara itu ingin belajar proses kegiatan Program Kotaku di kawasan lokasi sebagian kumuh di Kebon Manggis dan Tanjakan Pala. Rombongan tamu kedua negara dan World Bank mengakhiri kunjungannya selepas jam makan siang.

Para tamu berasal dari institusi Divisi Pemerintah Daerah West Bengal—negara bagian di sebelah timur India—dan Divisi Pemerintah Daerah Bangladesh di Dhaka, dan perwakilan World Bank. Mereka adalah perwakilan dari institusi Union Parishad (UP), UP-2, Third Phase Local Governance Support Project (LGSP-3), dan Second Phase of the West Bengal Institutional Strengthening of Gram Panchayats Program (ISGPP-II). Spesialisasi para tamu ini adalah asisten program, spesialis inspeksi, ahli M&E, spesialis Lingkungan dan Safeguard Sosial, ahli audit, spesialis Capacity Building, ahli Monitoring dan Evaluasi, spesialis pembangunan perkotaan, ahli masalah perkotaan, dan konsultan bidang spesialis lainnya.

Animo para tamu mancanegara ini tinggi, khususnya saat mengetahui kualitas baik dari sebuah kegiatan yang dilakukan sedikitnya 236 jiwa anggota masyarakat di areal seluas 9,85 hektare wilayah kumuh. Menurut Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kebun Raya Novan Ardiansyah—yang sudah tiga periode bertugas—setiap kegiatan yang dilakukan tak terlepas dari proses perencanaan berdasarkan data baseline. Usai pemetaan, dibuatlah dokumen perencanaan masyarakat, yang kemudian dikomunikasikan dengan pemerintah daerah. Progres pembangunan penanganan kumuh di wilayah Kelurahan Paledang bermula dari Program Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan hingga berlanjut ke Program Kotaku sejak 2015.

Perwakilan rombongan pun mempertanyakan perencanaan pemeliharaan hasil pembangunan yang ada. Seraya memaparkan keseluruhan proses dari perencanaan hingga pemeliharaan, Novan menambahkan bahwa seluruh proses pemeliharaan berasal dari kontribusi masyarakat melalui jalur swadaya. Pasalnya jelas, program pembangunan infrastruktur ini adalah milik masyarakat, yang juga berkelanjutan pada perencanaan lanjutan di bidang sosial dan pendidikan warga. BKM Kebun Raya yang terdiri dari unsur relawan yang ada di masyarakat berupaya keras memberikan layanan yang terbaik untuk masyarakat di Paledang.

Menurut Novan, bentuk pertanggungjawaban kinerja BKM adalah terbuka untuk diaudit dan dilaporkan kepada masyarakat melalui Rembuk Warga Tahunan. Dari semua aktivitas perencanaan hingga pemeliharaan, peran BKM dan partisipasi masyarakat yang saling bermusyawarah menjadi penting sebagai dasar sinergi warga selaku pemanfaat dengan Program Kotaku. Fasilitator Kota Cecep Fatullah juga berbagi pengalaman dalam proses meyakinkan masyarakat bila terjadi silang pendapat. Jawabannya hanya satu: musyawarah dalam ajang rembuk warga. [Jabar]

Penulis: Ratna Rengganis, Asisten Kota Bidang Kelembagaan dan Kolaborasi Kota Bogor, OC Kotaku Provinsi Jawa Barat

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.